- Arus Balik Lebaran 2026, Operator dan Awak Transportasi Diimbau Utamakan Keselamatan
- Kemhan- TNI Siapkan Langkah Efisiensi BBM pada Alutsista
- Pemkab Hadiri Open House Halal Bihalal Tokoh Masyarakat H. Gogo Purman Jaya
- Anggota DPRD H. Nurul Anwar Hadiri Open House DiKediaman H. Gogo Purman Jaya
- Momentum Lebaran Berlanjut, H. Iing Dorong Penguatan Silaturahmi di Hari Ketiga
- Tips Persiapan Wisata Idul Fitri 1447 Hijriah Bersama Keluarga dan Kerabat
- Ziarah Lebaran 1447 H Penuh Haru, Eman Suherman Kenang Orang Tua di Hari Fitri
- Misteri Kematian Pria di Sungai Cipanumbak, Warga Majalengka Geger
- Tour de Lebaran Belum Usai! Iing Misbahuddin: Perut Boleh Full, Silaturahmi Jalan Terus
- Open House Idulfitri 1448 H, Bupati Barito Utara Pererat Silaturahmi dan Umumkan Juara Pawai Mobil Hias
Tokoh Dakwah Aceh Bismi Syamaun Wafat Usai Kecelakaan Tabrak Lari, Keluarga Harap Polisi Ungkap Pelaku

Keterangan Gambar : Poto Semasa hidup Drs. Bismi Syama’un, tokoh dakwah sekaligus pendidik yang dikenal luas dengan pengabdian tanpa pamrih.
MEGAPOLITANPOS.COM, Banda Aceh – Duka mendalam masih menyelimuti masyarakat Aceh atas wafatnya Drs. Bismi Syama’un, tokoh dakwah sekaligus pendidik yang dikenal luas dengan pengabdian tanpa pamrih. Beliau meninggal dunia pada Sabtu (23/8/2025) pukul 08.30 WIB di RSUD Dr. Zainoel Abidin, Banda Aceh, setelah menjadi korban kecelakaan tabrak lari.
Peristiwa tragis itu terjadi sehari sebelumnya, Jumat (22/8/2025) sekitar waktu Subuh. Saat itu, Bismi tengah mengendarai sepeda motor menuju Masjid Oman Al-Makmur untuk menunaikan shalat Subuh. Di depan Kantor Gubernur Aceh, Jalan Teuku Nyak Arief, Kecamatan Kuta Alam, ia mengalami kecelakaan yang hingga kini masih menyisakan tanda tanya besar.
Meski sempat mendapat perawatan intensif, almarhum akhirnya menghembuskan napas terakhir di usia 62 tahun. Ia meninggalkan seorang istri, Nur Ainun, dan tujuh orang anak.
Baca Lainnya :
- Perjuangan Kantah Kabupaten Aceh Tamiang Selamatkan 75 Ribu Arsip Pertanahan Pascabencana
- BKN Pastikan Layanan ASN Tetap Berjalan di Tengah Bencana Sumatra
- Manfaatkan Lumpur Banjir, Kapolda Aceh Serahkan Ribuan Karung Tanam Untuk Masyarakat Aceh Tamiang
- Buka Rakerda Kanwil BPN Provinsi Aceh, Sekjen ATR/BPN Ingatkan Capaian Kinerja Tak Sekadar Angka
- Laporan tidak Teregister, Empat Anggota Polsek Danau Paris Dilaporkan Ke Propam Polri
Jejak Perjuangan Sang Dai
Semasa hidup, Drs. Bismi Syama’un dikenal sebagai sosok pejuang dakwah dan pendidik bagi kaum dhuafa. Ia menjabat Wakil Ketua Dewan Dakwah Aceh sekaligus mendirikan Yayasan Ar-Rabwah An-Najiyah, lembaga pendidikan gratis untuk anak yatim dan kurang mampu dari tingkat SD hingga SLTA.
Kiprahnya dalam menyebarkan syiar Islam hingga pelosok Aceh membuatnya dicintai banyak kalangan. Masyarakat mengenangnya sebagai figur rendah hati, peduli pendidikan, dan selalu hadir di tengah umat.

Keluarga Serahkan Bukti ke Polisi
Sehari setelah pemakaman, pihak keluarga mendatangi Unit Lakalantas Polresta Banda Aceh untuk menyerahkan sejumlah barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian. Barang-barang tersebut meliputi satu mantel, dua lembar kwitansi setor koperasi, satu kantong plastik tahu yang rusak, dan satu karpet sepeda motor Vario.
Barang bukti itu diterima oleh penyidik Bripka Dedi Aritonga dan Bripka Muslim. Pihak kepolisian menyatakan akan mendalami kasus ini, termasuk kemungkinan apakah kejadian tersebut murni kecelakaan tunggal atau ada unsur kelalaian dan tabrak lari.
Namun, upaya keluarga untuk melacak rekaman CCTV di RSUD Dr. Zainoel Abidin menemui kendala. Data rekaman sudah terhapus karena melebihi masa simpan lebih dari tiga hari.
Harapan untuk Keadilan
“Kami masih menantikan hasil penyelidikan dan berharap segera ada jawaban dari teka-teki kematian ayah saya,” ujar Wafi Shiddiq, putra almarhum, dengan nada haru.
Hingga kini, masyarakat Aceh menunggu langkah serius aparat kepolisian dalam mengusut kasus ini. Harapannya, misteri kematian Drs. Bismi Syama’un bisa segera terungkap dan memberikan keadilan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Kepergian beliau meninggalkan luka mendalam, namun warisan dakwah dan perjuangan pendidikannya akan terus hidup dalam ingatan masyarakat Aceh.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).
















