- Borobudur Bersiap Sambut Puncak Waisak 2026, Ritual Namaskara hingga Pelepasan Lampion Dimulai
- Melalui Program Robotika untuk Negeri, PRSI Jawa Barat Hadirkan Robotik di Lingkungan Pesantren
- Bagikan 1.400 Paket Daging Kurban untuk Masyarakat, Ini Pesan Ketua DPC PDI Kota Blitar
- Sumsel Bhayangkara Run 2026 Siap Digelar, Angkat Wisata dan Ekonomi Palembang
- BKPSDM Majalengka Melejit! Digitalisasi ASN Dongkrak Peringkat ke 6 Ragional
- Pemkab Barito Utara Serahkan Bantuan Hewan Kurban pada Pawai Tanglong Idul Adha 1447 H
- Pemkab Barito Utara Ikuti Harmonisasi Rancangan Produk Hukum Daerah
- Disdik Barito Utara Perkuat Sinergi Pendidikan Bersama Korwil dan Pengawas Sekolah
- Bupati Barito Utara Sholat Idul Adha Bersama Masyarakat di Masjid Jami Muara Teweh
- PB PRSI Audiensi dengan Kemenpora RI, Siapkan Olimpiade Robotika Indonesia 2026
Borobudur Bersiap Sambut Puncak Waisak 2026, Ritual Namaskara hingga Pelepasan Lampion Dimulai

Keterangan Gambar : Borobudur Bersiap Sambut Puncak Waisak 2026.
MEGAPOLITANPOS.COM, Magelang, – Atmosfer spiritual mulai menyelimuti kompleks candi Buddha terbesar di dunia, Borobudur, Jawa Tengah. Kedatangan rombongan Bhikkhu setelah menyelesaikan aksi jalan kaki damai bertajuk Indonesia Walk for Peace 2026 menandai dimulainya rangkaian ritual menyambut Hari Raya Trisuci Waisak 2570 Buddhist Era (BE).
Berdasarkan laporan resmi Badan Komunikasi Komunitas Kristen-Buddha (Bakom RI), para Bhikkhu yang tiba di kawasan Borobudur disambut dengan penuh penghormatan oleh umat Buddha setempat. Setelah prosesi penyambutan, mereka melanjutkan ibadah kontemplatif di area stupa utama sebagai bagian dari persiapan spiritual menuju perayaan Waisak.
Baca Lainnya :
Hingga Sabtu (30/5/2026), sejumlah Bhikkhu terlihat menjalankan ritual Namaskara, yakni prosesi sujud penghormatan setiap tiga langkah. Tradisi tersebut merupakan simbol pembersihan diri secara fisik dan spiritual sekaligus bentuk penghormatan kepada ajaran Buddha.
Sterilisasi Kawasan dan Pengambilan Api Dharma
Menjelang puncak perayaan yang akan berlangsung pada Minggu (31/5/2026), aparat keamanan meningkatkan pengamanan di sejumlah titik penting. Pada Jumat (29/5/2026), Tim Gegana Brimob melakukan penyisiran dan sterilisasi kawasan Candi Mendut guna memastikan keamanan ribuan peziarah dan wisatawan yang mulai berdatangan dari berbagai daerah maupun mancanegara.
Di hari yang sama, rangkaian liturgi Waisak Nasional dimulai dengan pengambilan Api Dharma Waisak dari sumber api abadi Mrapen, Grobogan, Jawa Tengah. Api suci tersebut kemudian dibawa menuju Candi Mendut untuk disemayamkan dan disakralkan melalui doa bersama yang dipimpin para Sangha, rohaniawan Buddha, serta perwakilan Walubi dan LKBI.
Prosesi di Candi Mendut ditutup dengan ritual Pradaksina, yaitu berjalan mengelilingi candi searah jarum jam sebagai bentuk penghormatan tertinggi terhadap Buddha, Dharma, dan Sangha.
Tradisi Tantrayana dan Larung Pelita Perdamaian
Selain ritual utama, perayaan Waisak tahun ini juga menghadirkan sejumlah tradisi keagamaan khas. Salah satunya adalah Krodikali Feasts Offering, sebuah upacara persembahan suci dan perjamuan bersama dalam tradisi Buddha Tantrayana yang dipusatkan di Taman Aksobhya, kawasan Borobudur.
Menjelang senja, rangkaian kegiatan berlanjut di kawasan Sungai Progo dan Candi Pawon. Umat Buddha melaksanakan prosesi Larung Pelita Purnama Siddhi dengan menghanyutkan pelita atau lampion air sebagai simbol penyebaran kedamaian, kebijaksanaan, dan cahaya spiritual ke seluruh penjuru dunia.
Sementara itu, di kawasan Taman Lumbini dan Lapangan Marga Utama, panitia telah merampungkan pembangunan altar utama yang dihiasi ribuan bunga teratai. Lokasi tersebut akan menjadi pusat pelaksanaan detik-detik Waisak sekaligus titik pelepasan ribuan lampion yang menjadi salah satu agenda paling dinantikan dalam perayaan Waisak Nasional 2026.
Dengan berbagai ritual sakral yang sarat makna spiritual dan pesan perdamaian universal, perayaan Trisuci Waisak 2570 BE di Borobudur kembali menjadi momentum refleksi, toleransi, dan persaudaraan bagi masyarakat Indonesia maupun dunia.Kata Kunci: Waisak 2026, Borobudur, Trisuci Waisak 2570 BE, Bhikkhu, Indonesia Walk for Peace 2026, Api Dharma Waisak, Candi Mendut, Walubi, LKBI, Larung Pelita Purnama Siddhi, Namaskara, Lampion Waisak, Taman Lumbini, Candi Pawon, Buddha Indonesia.(AS/MP).
















