- Anggota DPRD H. Parmana Setiawan Ikut Gowes Bersama Bupati, Perkuat Sinergi untuk Kota Bersih
- Kayuh Sepeda Keliling Kota, Bupati Pastikan Muara Teweh Tetap Bersih dan Nyaman
- Uu Ruzhanul Ulum Kobarkan Identitas PPP, Target Lonjakan Suara hingga Siapkan Kader Tempur di Pilkada
- M.Trijanto : Tanpa Anggaran Koni Percasi Sukses Gelar Event Catur Semua Jenjang
- Jatmiko Adik Bupati Tulungagung Siap Proaktif Dukung Penyidikan KPK
- Parmana Setiawan Soroti PBG dan Solusi Warga MBR dalam Raperda Permukiman Kumuh
- Dewan Gun Sriwitanto Tekankan Sosialisasi hingga Tingkat RT dalam Raperda Permukiman Kumuh
- Perhatian Presiden RI untuk Pendidikan Daerah, SDN Gandawesi II Direvitalisas
- Pemkab Barito Utara Perkuat Tata Kelola Keuangan, LKPD Disampaikan ke BPK
- Dua Raperda Krusial Dibahas, DPRD Bersama Pemkab Barito Utara Siapkan Langkah Kaji Banding
Tasyakuran Bersih Desa Purworejo Wates Menggelar Wayang Kulit Lakon Petruk Nagih Janji

Keterangan Gambar : Melestarikan adat budaya warisan leluhur, Pemerintah Desa Purworejo pada Selasa malam ( 01/08/2023) menggelar acara tasakuran
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Sebagai bentuk melestarikan adat budaya warisan leluhur, Pemerintah desa Purworejo pada Selasa malam ( 01/08/2023) menggelar acara tasakuran bersih desa dengan mempersembahkan kesenian wayang kulit semalam suntuk bersama dalang Ki Sundoko bertempat di kantor balai desa Purworejo Kecamatan Wates mengambil lakon Petruk Nagih Janji. Puncak acara malam tasakuran pagelaran wayang kulit semalam suntuk dimeriahkan bintang tamu cempe cs Manohara. Turut hadir malam itu M.Rifai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blitar Guntur Wahono DPRD Provinsi Jawa Timur, Gatot Darwoto anggota DPRD Kabupaten Blitar Disporbudparda, dan Muspika Kecamatan Wates. Lakon Petruk Nagih Janji ini menggambarkan seorang abdi, masyarakat kecil menagih janji kepada sang pemimpin untuk kemakmuran rakyat jelata.
Kepala Desa Purworejo Jarno menyampaikan, pagelaran wayang kulit semalam suntuk serupakan acara puncak murwokolo meteri desa yang diawali dengan pawai obor pada 1 Muharam 1445 hijriah, pawai tumpeng atau sedekah bumi nyadran di pepunden cikal bakal desa Purworejo, kirim doa bersama lintas agama.
"Ini bentuk melestarikan warisan leluhur masyarakat desa Purworejo, dan sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, masyarakat hidup rukun berdampingan gotong royong satu sama lain meski berbeda keyakinan,"kata Kades .
Baca Lainnya :
- Uu Ruzhanul Ulum Kobarkan Identitas PPP, Target Lonjakan Suara hingga Siapkan Kader Tempur di Pilkada
- Perhatian Presiden RI untuk Pendidikan Daerah, SDN Gandawesi II Direvitalisas
- Dies Natalis ke-20 UNMA, Bupati Eman : Kampus Harus Jadi Motor Solusi di Era Tantangan Kompleks
- Suara dari Hutan Majalengka : Ketua Komisi III DPRD Ingatkan Arah Pembangunan Harus Tunduk pada SDGs
- Bupati Majalengka Tertibkan Kabel Udara, Kolaborasi Pemda - Operator Demi Kota Lebih Aman dan Estetis
Nilai spiritual bersih akan terus bergema disetiap generasi dan menjadi salah satu aset wisata religi tersendiri. Desa Purworejo Kecamatan Wates memiliki jumlah penduduk 3500 jiwa dengan 4 dusun yakni dusun Sumberdadi, Sumberurip Sumberasri dan dusun Sumberjo.
Kurang lebih 3500 jiwa mata pencarian buruh tani dan petani, mereka selalu guyub rukun bersama membangun desanya.
"Di era kepemimpinan saya dan kades sebelumnya, kami sepakat untuk mensejahterakan masyarakat dengan peningkatan infrastruktur, jalan, saluran irigasi pertanian agar ekonomi tercukupi,"tutur Jarno Kades.
Lebih lanjut Kades Jarno juga menyampaikan masalah pendapatan rata - rata income perkapita hanya 500 ribu per bulan, sehingga sangat dibutuhkan pembangunan yang menjadi scala prioritas pembangunan jalan drinage, saluran irigasi pertanian dan kedepan pendapatan penghasilan lebih meningkat.
"Desa Puworejo untuk pengembangan kawasan destinasi wisata ada air terjun juruh bening, dan kami juga membuat. Rintisan embung, dan taman desa, kami juga sangat berharap kepada DPRD Kabupaten Blitar dan DPRD Provinsi Jawa Timur membantu masalah anggaran untuk pembangunan segera direalisasikan,"harapnya. (za/mp)
















