- Komisi II DPRD Barito Utara Dorong Setiap Desa Miliki Minimal 10 Hektare Kebun Desa
- Komisi III DPRD Fasilitasi Audensi Antara PLN Dengan Keluarga Korban Meninggal Tersengat Listrik
- Naruk Saritani Hadiri Rapat Paripurna Masa Sidang III DPRD Barito Utara
- Anggota DPRD Hadir Dalam Rapat Paripurna Masa Sidang III, Pembahasan Kebijakan Anggaran Barito Utara Berjalan Lancar
- EDRR Indonesia 2026 Dorong Kolaborasi Global untuk Perkuat Ketahanan Bencana Nasional
- Paripurna Masa Sidang III, DPRD dan Pemkab Barito Utara Bahas Anggaran 2026 dan 2027
- Pemkab Barito Utara Ajukan Perubahan KUA-PPAS APBD 2026 ke DPRD
- Masyarakat Nilai Pelayanan Berkategori Baik Capai 84,42 Kepuasan
- Gelapkan Mobil Rental, Residivis Kambuhan Dijebloskan ke Sel Tahanan Polres Blitar
- Kapolres Majalengka Gerakkan Jajaran Bagikan 20 Ribu Bendera Merah Putih
Tasyakuran Bersih Desa Purworejo Wates Menggelar Wayang Kulit Lakon Petruk Nagih Janji

Keterangan Gambar : Melestarikan adat budaya warisan leluhur, Pemerintah Desa Purworejo pada Selasa malam ( 01/08/2023) menggelar acara tasakuran
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Sebagai bentuk melestarikan adat budaya warisan leluhur, Pemerintah desa Purworejo pada Selasa malam ( 01/08/2023) menggelar acara tasakuran bersih desa dengan mempersembahkan kesenian wayang kulit semalam suntuk bersama dalang Ki Sundoko bertempat di kantor balai desa Purworejo Kecamatan Wates mengambil lakon Petruk Nagih Janji. Puncak acara malam tasakuran pagelaran wayang kulit semalam suntuk dimeriahkan bintang tamu cempe cs Manohara. Turut hadir malam itu M.Rifai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blitar Guntur Wahono DPRD Provinsi Jawa Timur, Gatot Darwoto anggota DPRD Kabupaten Blitar Disporbudparda, dan Muspika Kecamatan Wates. Lakon Petruk Nagih Janji ini menggambarkan seorang abdi, masyarakat kecil menagih janji kepada sang pemimpin untuk kemakmuran rakyat jelata.
Kepala Desa Purworejo Jarno menyampaikan, pagelaran wayang kulit semalam suntuk serupakan acara puncak murwokolo meteri desa yang diawali dengan pawai obor pada 1 Muharam 1445 hijriah, pawai tumpeng atau sedekah bumi nyadran di pepunden cikal bakal desa Purworejo, kirim doa bersama lintas agama.
"Ini bentuk melestarikan warisan leluhur masyarakat desa Purworejo, dan sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, masyarakat hidup rukun berdampingan gotong royong satu sama lain meski berbeda keyakinan,"kata Kades .
Baca Lainnya :
- Komisi III DPRD Fasilitasi Audensi Antara PLN Dengan Keluarga Korban Meninggal Tersengat Listrik
- Gelapkan Mobil Rental, Residivis Kambuhan Dijebloskan ke Sel Tahanan Polres Blitar
- Kapolres Majalengka Gerakkan Jajaran Bagikan 20 Ribu Bendera Merah Putih
- DPR RI, Ateng-Ledia Sosialisasikan Perlindungan Anak di Era Digital
- 26.547 Obat Terlarang Disita, Kapolres Majalengka Perketat Perburuan
Nilai spiritual bersih akan terus bergema disetiap generasi dan menjadi salah satu aset wisata religi tersendiri. Desa Purworejo Kecamatan Wates memiliki jumlah penduduk 3500 jiwa dengan 4 dusun yakni dusun Sumberdadi, Sumberurip Sumberasri dan dusun Sumberjo.
Kurang lebih 3500 jiwa mata pencarian buruh tani dan petani, mereka selalu guyub rukun bersama membangun desanya.
"Di era kepemimpinan saya dan kades sebelumnya, kami sepakat untuk mensejahterakan masyarakat dengan peningkatan infrastruktur, jalan, saluran irigasi pertanian agar ekonomi tercukupi,"tutur Jarno Kades.
Lebih lanjut Kades Jarno juga menyampaikan masalah pendapatan rata - rata income perkapita hanya 500 ribu per bulan, sehingga sangat dibutuhkan pembangunan yang menjadi scala prioritas pembangunan jalan drinage, saluran irigasi pertanian dan kedepan pendapatan penghasilan lebih meningkat.
"Desa Puworejo untuk pengembangan kawasan destinasi wisata ada air terjun juruh bening, dan kami juga membuat. Rintisan embung, dan taman desa, kami juga sangat berharap kepada DPRD Kabupaten Blitar dan DPRD Provinsi Jawa Timur membantu masalah anggaran untuk pembangunan segera direalisasikan,"harapnya. (za/mp)
















