- Dua Polisi Gadungan Diamankan Polsek Jatiuwung
- Tugas Nanggolo : PKDI Blitar Tolak Tawaran ADD Rp12,5 Miliar Dinilai Belum Menjawab Tuntutan
- Konsultasi Publik Pelebaran Jalan Digelar, Bupati Barito Utara Tegaskan Komitmen Pembangunan Infrastruktur
- Miss Jakarta Fair 2026 Usung Misi Pemberdayaan Perempuan, Gabriela Corrine Sugiharto Tampil sebagai Juara
- PM Singapura Lawrence Wong Disambut Presiden Prabowo, Leaders Retreat Perkuat Kemitraan Strategis
- Apel Pagi Pemkot Depok, ASN Diminta Aktif Sukseskan CKG dan Imunisasi Lengkap
- Batara Expo 2026 Resmi Ditutup, Bupati Apresiasi Partisipasi Masyarakat dan Pelaku UMKM
- Bupati Barito Utara Apresiasi Dedikasi Polri pada Syukuran Hut ke 80 Bhayangkara Tingkat Kabupaten Barito Utara
- Hadiri Syukuran Hari Bhayangkara, Nurul Anwar Apresiasi Pengabdian Polri pada Hari Bhayangkara ke-80
- Irjen Pol Wibowo Resmi Pimpin Korps Lalu Lintas Polri gantikan Irjen Agus Suryonugroho
Sudah Setahun, Polres Jakarta Timur Lambat Menangani Kasus Dugaan Penipuan Investasi Pengusaha Ternama

Keterangan Gambar : Polres Jakarta Timur ( dok pribadi).
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta- Polres Metro Jakarta Timur terkesan lambat menangani kasus dugaan penipuan investasi sejumlah milyaran rupiah dengan tersangka Farri Aditya,Direktur Utama PT Adicipta Global Indonesia.
Hampir setahun berlalu sejak laporan masuk pada Agustus 2024, namun hingga kini kasus bernomor laporan LP/B/2707/VIII/2024/SPKT/RJT/PMJ tertanggal 22 Agustus 2024.yang ditangani Polres Jakarta Timur ini belum menunjukkan perkembangan signifikan, bahkan tersangka belum ditahan.
Farri diduga memperdaya para korban dengan menjanjikan keuntungan dari investasi bisnis teknologi dan mencatut nama-nama pejabat serta lembaga negara untuk meyakinkan calon investor.
Baca Lainnya :
- PB. Formula: Hukum Cenderung Tajam Ke Bawah Tapi Tumpul Ke Atas
- Polemik Jabatan Ketua KONI Kota Blitar, Ini Kata Hendi Priono
- Kementerian ATR/BPN Tegaskan Dukungan terhadap Proses Hukum Kasus di Kantah Kota Serang
- Kontroversi Pernyataan Saiful Mujani, Dinilai Provokatif dan Picu Perpecahan
- Peringatan Keras Revolutionary Law Firm Akan Pengelolaan Lahan Hutan Perhutani Harus Bijak
Saat dikonfirmasi, Kabid Humas Polres Jakarta Timur, AKP Nurul Wijayanti, menjelaskan, proses hukum masih pada tahap pemenuhan P19.
"Sedang memenuhi P19 dari Kejaksaan," ujar AKP Nurul saat dikonfirmasi, Kamis (24/7).
Tahap ini sendiri menandakan bahwa berkas perkara yang diajukan penyidik dinilai belum lengkap jaksa, sehingga perlu dilengkapi terlebih dahulu sebelum dapat dilimpahkan untuk penuntutan.
AKP Nurul mengatakan pihaknya masih menunggu dari kejaksaan. “Kita tunggu saja dari kejaksaan,” ungkapnya.
Kasus ini berawal saat Farri memperdaya kliennya dengan mengaku sebagai pimpinan perusahaan grup ARDC (Aditya Research Development Center) yang disebut-sebut berafiliasi dengan sejumlah pejabat tinggi negara dan lembaga pemerintahan. Klaim ini diperkuat dengan dokumen-dokumen resmi yang ditunjukkan kepada korban.
Korban diperkenalkan kepada tersangka melalui seorang perempuan berinisial JS. Seiring waktu, korban diyakinkan dengan struktur organisasi perusahaan dan pengakuan profesional dari Farri serta rekan-rekannya.
Penampilan dan pendekatan yang meyakinkan membuat korban percaya bahwa bisnis yang ditawarkan sah dan menguntungkan.
Bisnis yang ditawarkannya berupa investasi pada serabut kelapa untuk industri pengemasan otomotif. Dalam perjanjiannya, korban dijanjikan keuntungan dari dana yang diinvestasikan. Namun setelah uang diserahkan, janji keuntungan tidak kunjung terealisasi.
Belakangan, korban menemukan fakta bahwa Farri bukanlah direktur perusahaan sebagaimana yang diakuinya. Bisnis yang ditawarkan pun diduga fiktif dan dirancang sejak awal untuk menipu korban, sehingga menimbulkan kerugian baik secara materil maupun imateril.
Dijelaskan Kuasa hukum korban, Gestin Chaerunnisa, S.H., M.H., C.Med., CPT., dari Gestin Chaerunnisa & Partners, proses hukum telah berjalan sejak Agustus 2024.
Menurut Gestin, pihaknya telah menyerahkan lebih dari 20 bukti petunjuk, termasuk bukti surat dan hasil pendalaman tambahan. Saksi ahli yang diperiksa juga menyatakan bahwa unsur pidana dalam kasus ini telah terpenuhi.
Pihak perbankan terkait pun telah diperiksa sebagai bagian dari proses penyidikan. Kuasa hukum korban menyatakan akan terus menempuh jalur hukum untuk menuntut keadilan dan pemulihan hak korban.
Gestin mengimbau agar para pelaku usaha dan investor berhati-hati sebelum menjalin kerja sama, serta melakukan pengecekan mendalam terhadap latar belakang calon mitra bisnis.
Korban, imbuh Gestin, berharap Polres Jakarta Timur tidak mengulur waktu lebih lama dan meminta penegak hukum segera menahan tersangka dan mempercepat pelimpahan kasus ke kejaksaan. (AS)

















