- Tugas Nanggolo : PKDI Blitar Tolak Tawaran ADD Rp12,5 Miliar Dinilai Belum Menjawab Tuntutan
- Konsultasi Publik Pelebaran Jalan Digelar, Bupati Barito Utara Tegaskan Komitmen Pembangunan Infrastruktur
- Miss Jakarta Fair 2026 Usung Misi Pemberdayaan Perempuan, Gabriela Corrine Sugiharto Tampil sebagai Juara
- PM Singapura Lawrence Wong Disambut Presiden Prabowo, Leaders Retreat Perkuat Kemitraan Strategis
- Apel Pagi Pemkot Depok, ASN Diminta Aktif Sukseskan CKG dan Imunisasi Lengkap
- Batara Expo 2026 Resmi Ditutup, Bupati Apresiasi Partisipasi Masyarakat dan Pelaku UMKM
- Bupati Barito Utara Apresiasi Dedikasi Polri pada Syukuran Hut ke 80 Bhayangkara Tingkat Kabupaten Barito Utara
- Hadiri Syukuran Hari Bhayangkara, Nurul Anwar Apresiasi Pengabdian Polri pada Hari Bhayangkara ke-80
- Irjen Pol Wibowo Resmi Pimpin Korps Lalu Lintas Polri gantikan Irjen Agus Suryonugroho
- Hadiri Groundbreaking Lanjas, Hj Nety Herawati Harapkan Manfaat Besar bagi Warga
Tugas Nanggolo : PKDI Blitar Tolak Tawaran ADD Rp12,5 Miliar Dinilai Belum Menjawab Tuntutan

Keterangan Gambar : Tugas Nanggolo Yudo Dili Prasetiono selaku Wakil Ketua PKDI Kabupaten Blitar
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar– Polemik pemangkasan Alokasi Dana Desa (ADD) di Kabupaten Blitar belum menemui titik temu.
Nampaknya bukan hanya gertakan belaka, gara gara pemangkasan Alokasi Dana Desa ( ADD ) Persatuan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Kabupaten Blitar tetap kekeh menuntut kepada Bupati Blitar segera menentukan sikap tegas mengembalikan alokasi anggaran seperti semula yakni Rp144 miliar seperti pada 2025.
Sikap permintaan tegas ini di sampaikan dalam audiensi antara perwakilan PKDI dengan Bupati Blitar Rijanto bersama jajaran Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di Pendopo Ronggo Hadi Negoro, Senin (06/07/26).
Baca Lainnya :
- Tugas Nanggolo : PKDI Blitar Tolak Tawaran ADD Rp12,5 Miliar Dinilai Belum Menjawab Tuntutan
- Maruarar Siraid : Oktober BRI Segera Luncurkan Pinjaman KUR Tanpa Bunga untuk UMKM
- Gerindra Majalengka Gaspol Kaderisasi, 100 Calon Kader Dilepas
- Aspirasi Warga Tak Lagi Mandek, DPRD Majalengka Kebut Proyek Miliaran
- Aspirasi Warga Terealisasi 2026, Jembatan Cijurey Siliwangi Dibangun Rp 19 Miliar
Tugas Nanggolo Yudo Dili Prasetiono selaku Wakil Ketua PKDI Kabupaten Blitar kepada wartawan mengatakan pihaknya menolak tawaran tambahan anggaran sebesar Rp12,5 miliar yang disampaikan pemerintah daerah, karena besaran anggaran tersebut tidak bakal mengembalikan kemampuan fiskal desa sebelumnya.
“Kami tidak sedang meminta ADD dinaikkan. Yang kami perjuangkan adalah mengembalikan anggaran yang sebelumnya dikurangi. Tahun 2025 nilainya Rp144 miliar, sekarang tinggal sekitar Rp118 miliar, kami minta dipulihkan,” kata Bagas.
Menurutnya, pemangkasan tersebut berdampak langsung terhadap keberlangsungan roda pemerintahan desa. Sebab, ADD menjadi sumber pembiayaan berbagai belanja wajib yang tidak dapat ditunda.
“Belanja dari ADD itu bukan untuk kegiatan yang bisa ditawar. Di dalamnya ada penghasilan tetap kepala desa, perangkat desa, staf, tunjangan BPD, RT, RW, BPJS, sampai operasional kantor seperti listrik, internet, ATK dan kebutuhan pelayanan masyarakat. Dengan anggaran sebelumnya saja desa sudah harus melakukan penyesuaian, apalagi setelah dipotong,” tegasnya.
Dalam forum audiensi, lanjut Bagas, pemerintah menawarkan penambahan anggaran sekitar Rp12,5 miliar atau separuh dari nilai ADD yang berkurang. Namun usulan tersebut belum diterima oleh PKDI.
“Tadi memang ada tawaran sekitar Rp12,5 miliar. Tetapi posisi kami tetap sama, kami meminta ADD dikembalikan utuh seperti semula, bukan hanya separuh,” tegasnya.
PKDI juga memberikan sinyal akan menggelar aksi yang lebih besar apabila pembahasan APBD Perubahan nantinya tidak mengakomodasi tuntutan tersebut.
“Kalau sampai pembahasan perubahan anggaran selesai dan tidak ada kepastian, kami bersama kepala desa, perangkat desa dan BPD sudah sepakat akan mengawal bahkan turun ke jalan untuk memperjuangkan pengembalian ADD ke angka Rp144 miliar,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Blitar, Tantowi Jauhari, membenarkan pemerintah telah membahas usulan tersebut dalam proses penyusunan APBD Perubahan.
Ia menjelaskan, permintaan PKDI pada dasarnya agar besaran ADD tahun 2026 kembali setara dengan tahun sebelumnya atau bertambah sekitar Rp25 miliar.
“Dalam pembahasan awal, TAPD sudah memformulasikan tambahan sekitar Rp12,5 miliar. Namun memang teman-teman PKDI masih berharap pengembaliannya secara penuh sehingga proses pembahasannya masih akan berlanjut,” ujar Tantowi.
Menurutnya, pemerintah daerah memahami alasan yang disampaikan para kepala desa. Sebab kebutuhan operasional desa memang telah disusun berdasarkan perencanaan yang dibuat sebelum adanya kebijakan efisiensi anggaran.
Di sisi lain, kemampuan fiskal Pemerintah Kabupaten Blitar juga sedang menghadapi tekanan akibat berkurangnya transfer dana dari pemerintah pusat.
“Ada pengurangan dana transfer sekitar Rp206 miliar. Dampaknya dirasakan seluruh perangkat daerah karena banyak perencanaan yang harus disesuaikan. Meski begitu, proses APBD Perubahan masih berjalan sehingga seluruh masukan tetap menjadi bahan pembahasan,” jelasnya.
Audiensi tersebut turut dihadiri Bupati Blitar Rijanto, Sekretaris Daerah Kusna Lindarti, Kepala Bappeda Sisilia Dyah Kristiani, Kepala Dinas PMD Tantowi Jauhari, serta sejumlah kepala OPD terkait.
Hingga kini, belum ada keputusan final mengenai besaran ADD yang akan ditetapkan dalam APBD Perubahan 2026. Pemerintah daerah dan perwakilan desa masih memiliki ruang pembahasan sebelum rancangan anggaran ditetapkan menjadi kebijakan resmi. ( za/mp )














