- Hambatan Administratif Kepailitan Tekan Produksi dan Ekspor, PT Dua Kuda Indonesia Minta Operasional Tetap Berjalan
- Menteri UMKM Pastikan Status Usaha Mikro Beri Manfaat bagi Pengemudi Ojol
- Wabup Barito Utara Hadiri HUT Ke-1 Kodam XXII Tambun Bungai
- PTPN I Raih Anugerah Mahayuga, Tegaskan Peran Perkebunan bagi Ketahanan Pangan Nasional
- Pemkab Barito Utara Perkuat Sinergi dengan BMKG, Gedung Radar Cuaca Muara Teweh Diresmikan
- Bupati Shalahuddin Buka Raker LPT-IK Kabupaten Barito Utara Tahun 2026
- PT Dua Kuda Indonesia Yakin Bangkit, Kepailitan Dinilai Hambat Operasional Bukan Prospek Bisnis
- Menko Polkam Ajak LPM Berani Ambil Langkah Nyata untuk Kesejahteraan Rakyat
- M.Rifa\'i : Musancab Targetkan 14 Kursi Parlemen Pemilu 2029 PKB Kabupaten Blitar Kembali Berjaya
- Launching Kopi Bubuk Konvensional Jos Jiz Siap Jadi Pesaing Pasar Internasional
Sosialisasi Minim, Pedagang Resah Rencana Walikota Blitar Rehabilitasi Pasar

Keterangan Gambar : Pedagang pasar legi Kota Blitar sedang rapat
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Puluhan pedagang pasar Legi Kota Blitar resah. Setiap kebijakan yang menyangkut para pedagang pasar dianggap merugikan. Bahkan, pedagang menyebut walikota Blitar Mukibin arogan. Pasalnya, rencana rehabilitas pasar mau merombak total, tanpa koordinasi dengan para pedagang.
Hal ini disampaikan Arief, kepada sejumlah awak media "Walikotanya terkesan arogan tidak mau koordinasi dengan para pedagang rencana rehabilitasi pasar." Ungkapnya kesal.
Bahkan puluhan pedagang sering dirugikan, setiap gelar event di pasar legi menutup kios para pedagang, tanpa ada komunikasi. Yang dilibatkan penjualan juga pedagang luar," imbuhnya.
Baca Lainnya :
- Anto Febrianto Tantang Pemuda Majalengka : Mandiri dan Berani Kritik
- Interupsi PDIP Warnai Paripurna APBD Majalengka, Bupati Beri Penjelasan
- Bupati Majalengka Beberkan Hasil Paripurna APBD 2026, Dana Tetap Aman
- APBD Majalengka 2026 Naik Jadi Rp 3,14 Triliun, Ini Rincian Anggarannya
- Persib Gagal Juara, Ateng Sutisna Ajak Bobotoh Tetap Solid dan Bermartabat
Sementara itu, Suhani koordinator para pedagang pasar, menyampaikan kekecewaannya kepada walikota. Rencana mau merombak pasar legi secara total mengabaikan para pedagang. Karena para pedagang tidak pernah diajak koordinasi.
Diakui Hani, para pedagang tahunya dari media, kalau pasar legi mau dibangun. "Karena walikota mau bangun lewat media, saya protes juga lewat media. Puluhan pedagang warga asli sini sejak tahun 2016 sudah berjuang disini. Kalau gak ada komunikasi, tiba-tiba dibangun, para pedagang didepak, diisi pedagang dari luar, kawatir Hani. Kekecewaan para pedagang beralasan, setiap gelar event di pasar legi, para pedagang tidak pernah dilibatkan.
"Tiba-tiba, dipasang panggung besar, para pedagang tertutup jalan utama gak bisa jualan. Digelar karpet, tanpa berembug dulu dengan para pedagang." Kesal Hani.
Yang lebih parah, panitia mendatangkan para pedagang dari luar kota Blitar dikawatirkan dampak pembangunan pasar legi, puluhan pedagang dirugikan, seperti gelar event selama ini. Disinggung, apa kemauan para pedagang, walikota diminta terjun langsung mendengar keluhan para pedagang. Tujuan membangun, polanya seperti apa. "Kalau sebelum membangun, para pedagang tidak diajak komunikasi dulu. Nanti pasti menimbulkan kemarahan para pedagang,' saut H. Mahmudi menyela.
Keluh kesah para pedagang, bila tidak digubris, Walikota Blitar mau digrudug puluhan pedagang. "Kami bukan mengancam, kami tunggu waktu seminggu, Walikota tidak ada koordinasi rencana pembangunan dengan para pedagang. Kami yang akan memimpin, nggruduk kantor walikota bersama puluhan pedagang," imbuh Suhani.
Perlu diketahui, selama ini pasar legi sepi. Para pedagang jarang mendapatkan hasil. Untuk menutupi, tanggungan piutang para pedagang bisa berjualan seminggu dua kali. Kondisinya sangat memprehatinkan. Tujuan walikota sering menggelar event di pasar legi, agar pasarnya ramai. Dan daya beli masyarakat lancar. Namun, acara yang digelar walikota, justru merugikan para pedagang, karena tidak pernah dilibatkan dalam kegiatan event tersebut. (za/mp)















