- Momentum Lebaran Berlanjut, H. Iing Dorong Penguatan Silaturahmi di Hari Ketiga
- Tips Persiapan Wisata Idul Fitri 1447 Hijriah Bersama Keluarga dan Kerabat
- Ziarah Lebaran 1447 H Penuh Haru, Eman Suherman Kenang Orang Tua di Hari Fitri
- Misteri Kematian Pria di Sungai Cipanumbak, Warga Majalengka Geger
- Tour de Lebaran Belum Usai! Iing Misbahuddin: Perut Boleh Full, Silaturahmi Jalan Terus
- Open House Idulfitri 1448 H, Bupati Barito Utara Pererat Silaturahmi dan Umumkan Juara Pawai Mobil Hias
- Bupati Barito Utara Sholat Idulfitri Bersama Warga di Masjid Raya Shirathal Mustaqim
- Takbir Bergema, Barito Utara Rayakan Malam Kemenangan Dengan Pawai Meriah
- Wasekjen PRSI Muhamad Ied Hadiri Halal Bihalal di Balai Kota DKI
- H. Iing Misyahudin: Idul Fitri Momentum Sucikan Hati dan Bangkit Bangun Majalengka
Sorotan Publik, Proyek Rabat Beton di Jl. Anggrek Blitar Diduga Abaikan Standar Mutu

Keterangan Gambar : Sorotan Publik, Proyek Rabat Beton di Jl. Anggrek Blitar Diduga Abaikan Standar Mutu
MEGPOLITANPOS.COM, Blitar – Pekerjaan konstruksi rabat beton yang tengah berlangsung di Jalan Anggrek, Kota Blitar, menuai kritik dari masyarakat. Proyek peningkatan infrastruktur ini disorot karena diduga mengabaikan beberapa prosedur standar keselamatan dan mutu pekerjaan, menimbulkan kekhawatiran akan daya tahan dan kualitas hasil akhir.
Berdasarkan pengamatan sejumlah media dan lsm di lapangan, sejumlah indikasi pekerjaan yang tidak memenuhi standar menjadi perhatian serius, terutama terkait pemadatan dan transparansi proyek.
"Kualitas Pekerjaan Diragukan: Minim Pemadatan dan Tulangan
Baca Lainnya :
- Momentum Lebaran Berlanjut, H. Iing Dorong Penguatan Silaturahmi di Hari Ketiga
- Tips Persiapan Wisata Idul Fitri 1447 Hijriah Bersama Keluarga dan Kerabat
- Ziarah Lebaran 1447 H Penuh Haru, Eman Suherman Kenang Orang Tua di Hari Fitri
- Misteri Kematian Pria di Sungai Cipanumbak, Warga Majalengka Geger
- Tour de Lebaran Belum Usai! Iing Misbahuddin: Perut Boleh Full, Silaturahmi Jalan Terus
Salah satu temuan krusial adalah dugaan tidak digunakannya vibrator (alat penggetar) selama proses pengecoran beton. Vibrasi adalah tahapan vital dalam pekerjaan beton untuk menghilangkan rongga udara, memastikan kepadatan material merata, dan mencapai kekuatan tekan yang direncanakan. Kelalaian dalam pemadatan dapat menyebabkan beton keropos, menurunkan mutu, dan memperpendek usia layanan rabat beton,"salah satu pengamat konstruksi sebut saja "Ek". Rabu (17/12/25)
Selain itu, rabat beton yang dicor di lokasi tersebut tampak tidak dilengkapi dengan tulangan penahan beban (seperti wiremesh). Meskipun fungsi rabat beton bisa berbeda-beda, jika area tersebut dilewati kendaraan, ketiadaan tulangan akan membuat struktur sangat rentan terhadap retak dan pecah akibat beban dinamis.
Transparansi Proyek Dipertanyakan
Aspek lain yang menjadi sorotan adalah masalah transparansi. Di lokasi pekerjaan, tidak ditemukan adanya papan informasi proyek. Papan informasi adalah kewajiban yang diatur dalam undang-undang keterbukaan publik untuk mencantumkan nama paket pekerjaan, sumber anggaran, nilai kontrak, pelaksana proyek, dan jangka waktu pengerjaan.
"Bagaimana masyarakat bisa mengawasi jika informasi dasarnya saja tidak dipasang? Ini menimbulkan tanda tanya besar mengenai siapa yang bertanggung jawab dan berapa anggaran yang digunakan," ujar VL salah satu warga sekitar.
Benang Pedoman Hanya Tunjukkan Ketinggian
Mengenai dimensi pekerjaan, terlihat benang pedoman hanya dipasang untuk menunjukkan ketinggian akhir dari rabat beton. Namun, ketebalan pasti dari rabat beton yang dicor tidak dapat diukur atau diverifikasi oleh publik, padahal ketebalan adalah faktor penentu utama daya dukung rabat.
Masyarakat mendesak Pemerintah Kota Blitar melalui dinas terkait untuk segera melakukan pengawasan dan audit mendalam terhadap pelaksanaan proyek di Jalan Anggrek. Hal ini diperlukan untuk memastikan bahwa dana publik digunakan secara efektif dan menghasilkan infrastruktur yang kuat serta sesuai dengan spesifikasi teknis yang sesuai.
Sisi lain media ini menghubungi Erna Santi Kepala Dinas PUPR kota Blitar, namun hingga berita ini di turunkan masih menunggu jawaban siapa pelaksana pekerjaan di lapangan, pasalnya di lapangan juga tidak tercantum papan nama. ( za/mp )

















