- TGH. Mustain Pimpin FORMULA NTB 2026–2031, Siapkan 14 Bidang Strategis untuk Pengabdian Umat
- Patrolinya Babinsa Dan Komduk Wujudkan Wilayah Aman Dan Kondusif.
- Satgas Sampah Kodim 0510/Tigaraksa Bersihkan Tumpukan Sampah di Jalan Gandaria Kresek.
- Jaga Kamtibmas, TNI Dan Komduk Patroli Malam Bersama.
- Polemik Gibran Menguat, Maman Imanulhaq Dorong Jalan Konstitusional
- Penyaluran Tali Asih PPKH 281 PT NPR, Pemdes dan BPD Karendan-Muara Pari Jelaskan Mekanisme
- Kementerian UMKM Buka Peluang Waralaba Lokal Masuk Pasar Modal
- HUT ke-39, BRI Life Salurkan Bantuan Sembako hingga Fasilitas Air Bersih
- Masyarakat Rentan Sosial Desa Sumberingin Bersyukur BLT-DD Sudah Cair.
- Fraksi PKB DPRD Kabupaten Blitar Gelar Hari Fraksi: Ruang Aspirasi & Suara Rakyat.
Akses Jalan Bendungan Lahor Ditutup Ribuan Massa Gelar Aksi Tolak

Keterangan Gambar : Akses Jalan Bendungan Lahor Ditutup Ribuan Massa Gelar Aksi Tolak
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar – Rencana penutupan akses kendaraan roda empat atau lebih di atas Bendungan Lahor mulai 1 Agustus 2026 memicu gelombang penolakan warga. Gerakan Masyarakat Blitar (GMB) mengumumkan akan menggelar aksi damai untuk menolak kebijakan tersebut.
Koordinator GMB, Mariyono Setyo Budi menjelaskan, penutupan jalan ini dinilai akan merugikan kepentingan umum dan perekonomian masyarakat luas.
"Penutupan jalan berarti memutus akses ekonomi, memperlambat distribusi barang, menghambat usaha kecil, dan merugikan ribuan masyarakat. Bendungan Lahor harusnya menjadi jalan perekonomian, bukan hanya untuk pengairan atau pertanian semata," kata Mariyono yang akrab disapa Budi Kempes, Jumat (31/7/2026).
Baca Lainnya :
- Polemik Gibran Menguat, Maman Imanulhaq Dorong Jalan Konstitusional
- Coretan Liar Kotori Ruang Publik, Majalengka Kirim Pesan Tegas
- 38 Ribu Pil Obat Keras Terungkap, Polisi Bongkar Jaringan Pengedar di Majalengka
- Dukung Ketahanan Pangan, Babinsa Koramil 0808/15 Gandusari Dampingi Petani Panen Cabai Di Desa Semen.
- Nurhadi Anggota DPR RI : Perlancar Layanyan Kesehatan Serahkan Mobil Ambulan Untuk Pemdes Bacem.
Aksi GMB ini, direncanakan digelar Sabtu (1/8/2026) pukul 10.00 WIB hingga selesai tepat di lokasi Bendungan Lahor. Diperkirakan tak kurang dari 7.000 orang akan turun menyuarakan aspirasi ini.
Mariyono menegaskan, aksi ini murni demi kepentingan bersama. Jalan yang sudah lama dimanfaatkan warga sebagai jalur distribusi barang dan perhubungan tidak boleh tiba-tiba ditutup tanpa pertimbangan dampak ekonomi yang besar.
"Jalan ditutup, ekonomi terputus! Jangan korbankan akses ekonomi warga Blitar demi kebijakan yang kurang mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi," tegasnya.
Sebelumnya, Perum Jasa Tirta (PJT) I menyatakan penutupan dilakukan demi menjaga keamanan struktur bendungan dan pengamanan Objek Vital Nasional, sekaligus menindaklanjuti arahan Kementerian PUPR yang menyatakan puncak bendungan bukan jalan umum.
Namun GMB menilai kepentingan masyarakat luas harus didahulukan. Mereka mengajak seluruh elemen masyarakat Blitar untuk bersatu menyuarakan penolakan ini agar kebijakan tersebut dikaji ulang. (za/mp )















