- BNI Sahabat Sekolah Rakyat Hadirkan Edukasi dan Inspirasi bagi Siswa di Sulawesi Selatan
- Program Revitalisasi di Blitar Disinyalir Banyak Campur Tangan Siapa Mereka ? .
- Pasangan Suami Istri Resmi Maju Pilkades Kedungbanteng 2026-2031 \"Dua Hati Satu Tujuan\".
- Perkuat Nilai Kejuangan di Momentum HUT TNI ke-81 Pangdam V/ Brawijaya Nyekar ke MBK Apa Pesanya.
- Dari Celengan ke Buku Rekening, Siswa Sekolah Rakyat Belajar Menabung bersama BNI
- DPKPP Majalengka Tegur CV Adibrata Jaya Persada soal Proyek Sumberjaya
- Mang Jemy Maju Pilkades Burujul Wetan, Bawa Misi Desa Sejahtera
- Menhan Sjafrie Cek Yonif TP 338 di Majalengka, Prajurit Diminta Siap
- KNPI Majalengka Buka 2.789 Lowongan, 2.500 Pencari Kerja Bergerak
- Ketua Komisi I Tekankan Kesiapan Program dalam KUA-PPAS APBD 2027
Yayasan Kreshna dan RS Husada Jakarta Resmi Bentuk Club Stroke di Usia ke-102 Tahun

Keterangan Gambar : Ketua Dewan Pembina YDKI, Gema Sasmita.
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta – Memperingati semangat Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Rumah Sakit Husada Jakarta 1924 meresmikan Club Stroke RS Husada melalui ajang bertajuk "Merdeka Stroke untuk Hidup Lebih Bermakna", Sabtu (8/8/2026). Komunitas ini dibentuk sebagai wadah edukasi, rehabilitasi terpadu, hingga pendampingan emosional berkelanjutan bagi para penyintas stroke (strokers) dan para pendamping (caregiver).
Acara yang berlangsung pukul 07.30–12.00 WIB di Kompleks Taman Lapangan Cempaka dan Gedung Pertemuan RS Husada tersebut dihadiri ratusan penyintas stroke, keluarga pasien, tenaga kesehatan, pejabat pemerintah, serta tokoh nasional.
Peresmian Club Stroke ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara RS Husada Jakarta 1924 dan Yayasan Duta KRESHNA Indonesia (YDKI). Melalui kerja sama ini, RS Husada resmi menjadi mitra ke-38 YDKI dalam memperkuat layanan pendampingan bagi penyintas stroke di wilayah Jabodetabek.
Baca Lainnya :
Direktur Utama RS Husada Jakarta 1924, Dr. dr. Fushen, M.H., MM, FISQua, menegaskan bahwa pembentukan Club Stroke merupakan komitmen nyata rumah sakit yang telah berdiri selama 102 tahun untuk menghadirkan layanan kesehatan yang tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pemulihan menyeluruh.
"RS Husada tidak hanya hadir sebagai pusat pengobatan, tetapi juga sebagai rumah kedua bagi para penyintas stroke untuk bangkit, pulih, dan kembali menjalani kehidupan yang bermakna," ujar Dr. Fushen dalam keterangannya, Minggu (9/8/2026).
Ketua Dewan Pembina YDKI, Gema Sasmita, mengapresiasi langkah RS Husada dalam memperkuat ekosistem kesehatan nasional melalui pembentukan komunitas penyintas stroke yang berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Umum YDKI, DR. Ir. Haryanto Suryo Panguripan, M.Pd.I, menyatakan bahwa sinergi antara rumah sakit dan komunitas sangat penting untuk memperluas jangkauan rehabilitasi dan perlindungan bagi penyintas stroke di Indonesia.
"KRESHNA berkomitmen memperluas jangkauan layanan pendampingan. Kolaborasi dengan RS Husada Jakarta 1924 merupakan langkah strategis yang menguatkan ekosistem kesehatan kita," kata Haryanto.
Selain menghadirkan layanan medis dari pakar saraf dr. Maria Inggrid, Sp.N dan psikolog senior Dra. Heryani Budiman, kegiatan ini juga diisi dengan sosialisasi hak-hak penyandang disabilitas oleh Komisi Nasional Disabilitas (KND) serta dukungan dari Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, RS Husada juga didorong untuk masuk ke dalam ekosistem Indonesia Health Tourism Society (IHTS) sebagai bagian dari upaya mendukung visi Jakarta sebagai Kota Global.
Kehadiran Club Stroke RS Husada diharapkan menjadi model pendampingan terpadu bagi penyintas stroke di Indonesia, sekaligus memperkuat layanan rehabilitasi yang humanis, inklusif, dan berkelanjutan.(AS/MP).















