- 7 Tersangka Diciduk, Narkoba Diduga Menyasar Pekerja Industri
- Knalpot Brong Disulap Jadi Patung Maung, Pesan Polisi untuk Warga
- Kementerian UMKM Perluas Akses Pembiayaan Non-KUR melalui SHAT
- Kantah Kabupaten Tangerang Laksanakan Pembayaran Ganti Kerugian 27 Bidang Tanah
- Wujud Nyata Jaga Keamanan Warga, Babinsa Patroli Malam.
- SMESCO Luncurkan SIAP 2026, Dorong UMKM Naik Kelas dan Tembus Pasar Global
- Aksi 30 September, Ojol Tolak Turbo Maxim dan Tegaskan Ingin Tetap Jadi Mitra
- Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali Asian Games 2026, BNI Apresiasi Pembinaan PBSI
- Menkop: Penempatan Manajer KDKMP untuk Pemerataan SDM di Seluruh Wilayah
- Meriahkan HUT ke-7, Kogabwilhan II Gelar Olahraga Bersama dan Aksi Sosial.
Siswa SMP Sebut Program MBG Solusi Nutrisi dan Meringankan Pengeluaran Ekonomi

MEGAPOLITANPOS.COM Kota Tangerang - Program uji coba Pembiasaan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 18 Tangerang, Kecamatan Cipondoh, mendapatkan respons positif dari para pelajar. Inisiatif yang diluncurkan oleh Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2024-2029 ini, bertujuan untuk meningkatkan asupan gizi bagi siswa-siswi, khususnya bagi mereka yang kurang antusias dengan sayur dan berasal dari keluarga kurang mampu.
Ketua OSIS SMP Negeri 18, Bahzi Tahfidz, yang kini duduk di kelas IX, mengungkapkan rasa gembiranya dengan adanya program ini.
"Program MBG ini sangat membantu, terutama bagi teman-teman yang kurang mampu. Porsinya cukup, bahkan sedikit berlebih, dan rasanya memuaskan," ujar Bahzi.
Baca Lainnya :
- 7 Tersangka Diciduk, Narkoba Diduga Menyasar Pekerja Industri
- Knalpot Brong Disulap Jadi Patung Maung, Pesan Polisi untuk Warga
- Dua Pelajar Majalengka Bikin Gebrakan di PENTAS PAI Jabar 2026
- Mang Jemy Maju Pilkades Burujul Wetan, Bawa Misi Desa Sejahtera
- Menhan Sjafrie Cek Yonif TP 338 di Majalengka, Prajurit Diminta Siap
Bahzi, berharap, program ini dapat terus dilaksanakan di seluruh sekolah di Indonesia. Selain memberikan nutrisi yang baik bagi pelajar, program ini juga turut meringankan pengeluaran ekonomi keluarga. Banyak siswa berharap uji coba ini menjadi program permanen di seluruh sekolah.
"Harapan saya, program ini terus berlanjut, karena masih banyak pelajar yang membutuhkan makanan bergizi seperti ini, terutama yang gratis. Program ini meringankan beban orang tua, karena mereka tidak perlu lagi menyiapkan bekal dari rumah," tambahnya.
Pendapat serupa disampaikan oleh pelajar kelas IX lainnya, Aulia Putri Ardiansyah. Menurutnya, menu makanan yang disajikan lengkap dan enak, meskipun ada catatan kecil.
"Rasanya enak, tapi untuk pisangnya mungkin terlalu matang. Secara keseluruhan, makanannya enak. Saya mendukung keberlanjutan program ini, karena tidak semua orang tua bisa memberikan bekal makan kepada anaknya. Selain itu, program ini juga mengurangi kerumunan di kantin saat jam istirahat," tutup Aulia. ** (Jhn)




.jpg)



.jpg)







