- Tekan Blank Spot Internet, Diskominfosandi Barito Utara Perluas Program LINDA BATARA
- Wabup FelixTekankan Arah Pembangunan Daerah Pada Musrenbang Gunung Purei
- Dari Musrenbang Teweh Timur, Komitmen PKK Menguatkan Peran Keluarga
- Jaga Situasi Tetap Kondusif Babinsa Dan Komduk Patroli Malam, Warga Merasa Nyaman
- Ada Permainan Harga, Keamanan dan Mutu Pangan Jelang HBKN? Laporkan ke Hotline Satgas Saber
- Sekjen ATR/BPN Pastikan Perencanaan Anggaran Tahun 2026 Matang Sejak Awal
- Sosialisasikan Permen ATR/Kepala BPN 1/2026, Sekjen: Terapkan secara Terstruktur dan Menyeluruh
- Dari Rotan hingga Kuliner, TP PKK Barito Utara Dorong Produktivitas Warga Teweh Timur
- Jembatan Penghubung Warga di Majalengka Nyaris Putus, Warga Desa Mirat Bergerak Swadaya di Tengah Minim Bantuan
- PRSI dan Fakultas Teknik Unsada Matangkan Kerja Sama Program Robotika untuk Negeri
Saskia Chadwick Dijuluki The Next Ratu Horor Indonesia, Bersinar di Film Kolaborasi Korea

Keterangan Gambar : Saskia Chadwick
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta, — Nama Saskia Chadwick kian mencuri perhatian di industri perfilman nasional. Aktris muda ini dinilai sebagai salah satu talenta yang tengah membangun pijakan kuat di genre horor Indonesia. Lewat film Jalan Pulang, Saskia berhasil menunjukkan kapasitas aktingnya dengan beradu peran bersama tiga ratu horor Indonesia lintas generasi, yakni Luna Maya, Taskya Namya, dan Shareefa Daanish.

Kehadiran Saskia dalam film tersebut tidak sekadar menjadi pelengkap cerita. Ia tampil dengan emosi yang tertahan namun intens, sebuah karakteristik yang menuntut kedalaman psikologis dan ketahanan emosional—elemen penting dalam horor thriller. Penampilannya itu membuat publik mulai menyematkan julukan “the next ratu horor Indonesia” kepadanya.
Baca Lainnya :
- The Hole Masuk Seleksi Resmi IFFR 2026, Siap Tayang di Bioskop Indonesia Tahun Ini
- Project69 Siapkan Film Drama Keluarga \"Dalam Sujudku\", Penuh Pesan Kesetiaan dan Doa
- Film Sayap Garuda Angkat Isu Bullying di Sekolah, Tarmizi Abka: Pendidikan Harus Jadi Ruang Aman
- Usung Isu Kekerasan Perempuan, Film Tolong Saya DOWAJUSEYO Siap Tayang Akhir Januari 2026
- Dari Penggemar K-Pop ke Bintang Film: Langkah Internasional Saskia Chadwick di Korea
Di tengah berkembangnya lanskap film horor Tanah Air, Saskia Chadwick dikenal selektif dalam memilih peran. Konsistensi serta keberaniannya mengeksplorasi karakter-karakter gelap menjadi fondasi penting bagi perjalanan kariernya. Kini, kepercayaan terhadap kemampuannya terwujud melalui film horor kolaborasi Indonesia–Korea berjudul TOLONG SAYA! (DOWAJUSEYO).

Dalam film produksi Heart Pictures tersebut, Saskia dipercaya sebagai pemeran utama. Film ini turut menghadirkan deretan pemain lintas negara seperti Cinta Brian, Aruma Khadijah, Dito Darmawan, William Roberts, serta aktor Korea Kim Geba dan Kim Seoyoung. Kolaborasi internasional ini menjadi tantangan tersendiri bagi Saskia, termasuk saat membawakan dialog dalam bahasa Korea.
Saskia memerankan karakter Tania, seorang mahasiswi asal Indonesia yang terjebak dalam pusaran konflik emosional dan teror lintas budaya. Peran ini menuntut keseimbangan antara ekspresi ketakutan, luka batin, serta relasi personal yang kompleks—sekaligus memperkuat posisinya sebagai aktris horor psikologis yang menjanjikan.
Film TOLONG SAYA! (DOWAJUSEYO) juga mempertemukan Saskia dengan Kim Geba atau yang dikenal publik Indonesia sebagai Bung Korea, yang berperan sebagai Dr. Park Min Jae. Interaksi keduanya menjadi salah satu penggerak utama narasi film dan memperlihatkan fleksibilitas Saskia dalam proyek kolaboratif lintas budaya.
Label the next ratu horor Indonesia tidak hadir secara instan.
Julukan tersebut dibangun dari proses panjang, konsistensi, serta kematangan akting yang terus berkembang. Saskia Chadwick menunjukkan bahwa ia tidak hanya mengikuti tren film horor, melainkan sedang membentuk identitasnya sendiri dalam genre tersebut.
Film TOLONG SAYA! (DOWAJUSEYO) dijadwalkan tayang di bioskop mulai 29 Januari 2026, menandai babak baru perjalanan Saskia Chadwick sebagai salah satu wajah horor Indonesia masa depan. (Reporter: Achmad Sholeh Alek).



.jpg)












