Breaking News
- Menikmati Buka Puasa di Atas Awan: Festival Ramadhan Hotel Neo Puri Indah Hadirkan City View Jakarta Barat dari Lantai 10
- PRSI Perluas Edukasi Robotika melalui Kunjungan ke SDN 01 Menteng
- Dekranasda Barito Utara Perkuat Pembinaan IKM Lewat Perlindungan Hak Cipta Batik
- BPK RI Lakukan Pemeriksaan Terinci, Pemkab Barito Utara Perkuat Pengawasan dan Tata Kelola Keuangan
- Pemkab Barito Utara Sambut Pemeriksaan Terinci BPK RI atas Laporan Keuangan
- Semarak Hari Jadi ke-186 Majalengka, Ribuan Warga Ikuti Jalan Santai di Jatitujuh
- Camat Palasah Tegaskan Prioritas Pembangunan Saat Buka Musrenbang RKPD 2027
- Menaker: Integritas dan Profesionalisme Kunci Layanan Publik Berkualitas
- Ade Duryawan Serap Aspirasi Masyarakat Palasah Lewat Musrenbang Kecamatan
- Dede Fauji Resmi Dilantik Jadi Kaur Keuangan Desa Sangkanhurip
Resmob Polda Metro Bekuk Kawanan Rampok Ruko Elektronik Pancoran Mas Depok

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Polisi berhasil membekuk kawanan rampok yang telah menguras harta pemilik ruko (rumah toko) elektronik di Pancoran Mas, Kota Depok. Sebanyak 5 perampok ditangkap oleh Resmob Polda Metro Jaya, masing-masing berinisial JS, MS, D, WJ, dan RS. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan menjelaskan, perampokan itu terjadi pada Selasa, 1 Maret 2022, sekitar pukul 03.00 WIB. Para pelaku, lanjut Zulpan, dalam aksinya berbagi peran. "JS sebagai kapten, dia masuk ke rumah dan mengancam korban. MS masuk ke rumah mengancam korban. Pelaku ketiga (D) mengancam korban. WJ mengawasi sekitar lokasi. RS menyediakan alat transportasi dan mengawasi situasi," beber Zulpan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta (4/3/2022). Saat aksi perampokan terjadi, lanjut Zulpan, ada sejumlah karyawan toko yang tinggal di ruko tersebut. Mereka pun diancam oleh para pelaku. "Mereka (karyawan toko) diikat dengan kain sarung yang dirobek-robek jadi tali. Kemudian para pelaku naik ke lantai berikutnya dan menemui pemilik ruko pasangan suami istri," ujarnya. Dari lantai atas, pelaku mendapati berangkas lalu meminta paksa korban memberikan pin berangkas tersebut. "Dalam berangkas ada uang senilai Rp 140 juta dan sebuah jam mewah merek G Shock. Semuanya diambil oleh para pelaku," ungkap Zulpan. Setelah berhasil mengambil harta benda korban, sambung Zulpan, mereka meninggalkan lokasi atau TKP. Dalam kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya linggis, rencong, jam tangan, satu unit mobil, rekaman CCTV serta uang tunai Rp 40 juta sisa kejahatan. Atas perbuatannya, kelima pelaku yang telah ditetapkan tersangka, dijerat dengan Pasal 365 Ayat 2 ke 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). "Ancaman pidana paling lama 12 tahun penjara," terangnya.











.jpg)





