- Anggota DPRD H. Parmana Setiawan Ikut Gowes Bersama Bupati, Perkuat Sinergi untuk Kota Bersih
- Kayuh Sepeda Keliling Kota, Bupati Pastikan Muara Teweh Tetap Bersih dan Nyaman
- Uu Ruzhanul Ulum Kobarkan Identitas PPP, Target Lonjakan Suara hingga Siapkan Kader Tempur di Pilkada
- M.Trijanto : Tanpa Anggaran Koni Percasi Sukses Gelar Event Catur Semua Jenjang
- Jatmiko Adik Bupati Tulungagung Siap Proaktif Dukung Penyidikan KPK
- Parmana Setiawan Soroti PBG dan Solusi Warga MBR dalam Raperda Permukiman Kumuh
- Dewan Gun Sriwitanto Tekankan Sosialisasi hingga Tingkat RT dalam Raperda Permukiman Kumuh
- Perhatian Presiden RI untuk Pendidikan Daerah, SDN Gandawesi II Direvitalisas
- Pemkab Barito Utara Perkuat Tata Kelola Keuangan, LKPD Disampaikan ke BPK
- Dua Raperda Krusial Dibahas, DPRD Bersama Pemkab Barito Utara Siapkan Langkah Kaji Banding
Rahmat Santoso Pilih Mundur dari Jabatan Wakil Bupati Blitar Apa Alasannya

Keterangan Gambar : Rahmat Santoso serahkan surat pengunduran diri sebagai Wabup Blitar
MEGAPOLITANPOS.COM Blitar - Mundurnya Wakil Bupati Blitar H.Rahmat Santoso mengundang pertanyaan, pada Senin (14/08/23) secara resmi Rahmat Santoso menyerahkan surat pernyataan pengunduran diri ke Sekertariat DPRD Kabupaten Blitar Kabag Persidangan dan Perundang undangan Nadek Marudut Yonathan Nadek, SH, MH. sekitar pukul 14.30 WIB, surat pengunduran diri disampaikan langsung oleh Rahmat ke kantor dewan jalan Kusuma Bangsa Kanigoro dengan mengendarai mobil dinas warna hitam plat merah.
Dalam konfrensi pers di salah satu rumah makan di kota Blitar, Rahmat Santoso atau yang biasa akrab disapa Mak Dhe Rahmat membeberkan, kalau pengunduran dirinya bukan terkait dugaan carut marutnya proyek, namun hal itu dilakukan karena Rahmat Santoso bakal mencalonkan diri sebagai Caleg DPR RI Dapil IX Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Tuban.
"Saya mengundurkan diri dari jabatan Wabup lebih cepat, toh itu sekarang maupun besok sama saja to, kan harus mundur nantinya," ungkapnya.
Baca Lainnya :
- Uu Ruzhanul Ulum Kobarkan Identitas PPP, Target Lonjakan Suara hingga Siapkan Kader Tempur di Pilkada
- Perhatian Presiden RI untuk Pendidikan Daerah, SDN Gandawesi II Direvitalisas
- Dies Natalis ke-20 UNMA, Bupati Eman : Kampus Harus Jadi Motor Solusi di Era Tantangan Kompleks
- Suara dari Hutan Majalengka : Ketua Komisi III DPRD Ingatkan Arah Pembangunan Harus Tunduk pada SDGs
- Bupati Majalengka Tertibkan Kabel Udara, Kolaborasi Pemda - Operator Demi Kota Lebih Aman dan Estetis
Lebih jauh disingung atas niatan mundur dari jabatan sebagai orang nomor dua di Pemkab Blitar, apakah berkaitan dengan santernya isu carut marut masalah sistem pengadaan proyek, Mak Dhe Rahmat menepis akan hal itu.
"Awalnya dari media yang menanyakan hasil sidak Rumah Sakit (RS) Ngudiwaluyo Wlingi oleh komisi III yang katanya tidak sesuai spek dan harus dibongkar serta masalah minimnya serapan anggaran di Pemkab Blitar, DPRD nya siapa apa anggota DPRD beneran saya tidak tahu," bebernya.
Bermula dari peristiwa itu ibarat bola liar hingga terbangun opini publik Rahmat Santoso mundur karena masalah proyek, terkait pelaksanaan proyek di Kabupaten Blitar sarat dengan permainan, hingga menyeret nama IW Kepala Bagian Lelang Proyek (BLP), disitu Wabup juga menyampaikan, Dirinya tidak tahu menahu soal proyek, jual beli proyek, karena memang tidak mengerti soal proyek.
"Jadi tidak ada kaitanya pengunduran diri saya dengan urusan proyek, semua tentang pak Iwan sudah saya ceritakan ke Gus Adib, tentunya hal itu sudah disampaikan ke Bupati. Persoalan berikutnya terkait pengerjaan proyek jembatan korban bencana yang hingga sekarang belum dikerjakan sampai sekarang, dan saya sempat ditegur oleh orang pusat, gara gara proyek jembatan bencana belum dikerjakan, padahal uang sudah ada rekening Pemkab Blitar di satker BPBD, informsi dari Pak Ivong, lha kalau modelnya seperti ini sampai lebaran kuda nil masalah di Kabupaten Blitar tidak pernah selesai,"imbuhnya.
Paska mendapat teguran dari pusat Wabub Rahmat dan Iwan Kepala BLP bersama stafnya sudah bertemu di Shoroom Harley Hobbies di Surabaya, tujuan Rahmat menanyakan tentang keterlambatan proyek jembatan. Inti dalam pertemuan membahas masalah proyek jembatan.
"Saya sudah ceritakan semuanya ke Gus Adib yang nantinya diteruskan ke Mbak Rini, jadi bukan masalah proyek saya mengundurkan diri sebelum DCT, kapanpun waktunya sama saja,"pungkasnya kepada seluruh awak media. (za/mp)
















