- Bukti Peran Aktif Babinsa dan Komduk, Patroli Malam Wujudkan Lingkungan Aman.
- Pemkot Tangerang Wisuda 405 Siswa Sekolah Lansia Angkatan Kedua, Dorong Lansia Mandiri dan Berprestasi.
- Shalahuddin Tegaskan Pendataan dan Verifikasi Pelebaran Jalan Dilakukan Secara Cermat
- Pemkab Barito Utara Percepat Pelebaran Ruas Jalan Dalam Kota Muara Teweh
- 77 Ribu Aduan Bansos Menggunung, Dinsos Majalengka Disorot
- Kementerian UMKM Kembangkan Ekosistem Digital bagi UMKM Pascabencana
- Wamen UMKM: Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Cetak Wirausaha Baru
- Jamaah Haji 2027 Dapat Subsidi Rp 3 Juta, Pelunasan Jadi Rp 23,24 Juta
- Hari Pramuka ke-65, Dandim 0506/Tgr Hadiri Upacara Kwarcab Tangsel.
- Jaga Jakarta On The Spot, Babinsa-Bhabinkamtibmas Bagikan Sembako kepada Warga.
PSI Minta Pemprov DKI Siaga Angka DBD Jakarta yang Melonjak, Fokus Pencegahan

Keterangan Gambar : Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI Idris Ahmad
MEGAPOLITANPOS.COM DKI Jakarta,- Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI Idris Ahmad mengingatkan Pemprov DKI Jakarta untuk cepat menangani wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) yang melonjak tinggi di awal tahun 2023.
"Awal tahun ini dalam satu bulan sudah ditemukan 46 kasus DBD di Jakarta. Berkaca dari tahun lalu kita mengalami lonjakan kasus pada bulan-bulan yang sama ini angkanya bisa mencapai sekitar 700an kasus. Ada pengaruh dari curah hujan akhir-akhir ini juga. Upaya preventif harus mulai dikencangkan," kata Idris.
Idris meminta agar Puskesmas di masing-masing wilayah dapat segera menaikan intensitas kerja sama dengan kader jumantik setempat.
Baca Lainnya :
- 77 Ribu Aduan Bansos Menggunung, Dinsos Majalengka Disorot
- Jamaah Haji 2027 Dapat Subsidi Rp 3 Juta, Pelunasan Jadi Rp 23,24 Juta
- Polisi Turun Tangan, Harga Beras di Majalengka Dipantau Ketat
- Bank Jakarta Buka Peluang Duplikasi Program CSR Biodigester di Seluruh Wilayah
- Pansus CSR DPRD DKI Apresiasi Program CSR Biodigester Sampah Organik Komunal Bank Jakarta, Ubah Sampah Jadi Energi Biogas
"Pastikan para kader Jumantik benar-benar dapat melaksanakan tugasnya dengan baik untuk melakukan langkah pencegahan di bawah koordinasi Puskesmas wilayah. Kader-kader ini yang menjadi alarm pertama jika harus dilakukan penambahan," tambahnya.
Ia menambahkan bahwa kewaspadaan adalah kunci dari keberhasilan menekan angka wabah ini.
"Secara keilmuan DBD adalah penyakit yang dapat dicegah agar resiko yang dialami nanti juga seminim mungkin. Tentu kita tidak ingin warga DKI terutama anak-anak harus terjangkit dulu baru kita panik bertindak. Apalagi penyakit ini resiko tertingginya adalah kematian," tutup Idris. ** (Jhn)




.jpg)





.jpg)




