- Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Babinsa dan Komduk Lakukan Patroli Malam.
- Sertipikat Tanah Masih atas Nama Orang Tua yang Sudah Meninggal? Berikut Ini Risikonya.
- Basarnas Sebut Satu Kru Helikopter Super Puma Meninggal Dunia dalam Musibah di Sungai Barito
- Pemerintah Beri Diskon 30 Persen Tiket KAI Menjelang Libur Akhir Tahun
- DPRD Dukung Pembinaan Pencak Silat, Gun Sriwitanto, Isi Waktu Remaja dengan Kegiatan Bermanfaat
- Wamen Ekraf Dorong Mahasiswa Sulap Hasil Penelitian Jadi Bisnis Kreatif
- Kuliner hingga Fesyen, 140 UMKM Meriahkan Kemang Fest 20
- Nurhadi Gelar Sarasehan Kebangsaan Desa Sidomulyo dan Ngrejo \" Wawasan Kebangsaan dan Penjaga Konstitusi.
- TGH. Mustain Pimpin FORMULA NTB 2026–2031, Siapkan 14 Bidang Strategis untuk Pengabdian Umat
- Patrolinya Babinsa Dan Komduk Wujudkan Wilayah Aman Dan Kondusif.
Proyek Jembatan Cisoka Pemicu Macet, Dikeluhkan Warga

Keterangan Gambar : Proyek Jembatan Cisoka Pemicu Macet, Dikeluhkan Warga
MEGAPOLITANPOS.COM, Kabupaten Tangerang- Proyek pembangunan jembatan Cisoka 2 menimbulkan kemacetan panjang bukan hanya di jam jam sibuk.
Berdasarkan pantauan dilokasi pada senin (7/11/202) kendati kemacetan yang ditimbulkan dari proyek pembangunan jembatan tersebut mengular tidak nampak satupun petugas dari dinas perhubungan kabupaten Tangerang.
Suma Wijaya, salahseorang pengguna jalan kepada wartawan mengaku jengkel, pasalnya dirinya sudah lebih dari satu jam terjebak dalam kemacetan yang ditimbulkan oleh proyek pembangunan tersebut.
Baca Lainnya :
- Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Babinsa dan Komduk Lakukan Patroli Malam.
- Jaga Kamtibmas, TNI Dan Komduk Patroli Malam Bersama.
- Polemik Gibran Menguat, Maman Imanulhaq Dorong Jalan Konstitusional
- Kementerian UMKM Buka Peluang Waralaba Lokal Masuk Pasar Modal
- Coretan Liar Kotori Ruang Publik, Majalengka Kirim Pesan Tegas
"Mungkin kalau jam masuk kerja atau pulang kerja sih wajar saja jika macet, ini jam biasa lho seharusnya tidak sepanjang ini macetnya, dishub mana dishub ?" ungkap Suma Wijaya.
Ia juga mengaku sudah kesal dengan kondisi kemacetan yang seakan tidak mendapat perhatian dari petugas dinas perhubungan yang seharusnya ada dalam mengurai kemacetan yang mengular.
"Saya cuma melihat anak anak muda yang sebagian memakai atribut ormas mengatur lalu lintas, kalau ngga ada mereka ngga tau ini bagaimana," jelas Suma.
Bukan cuma Suma, Tri Rosa Sugina salahseorang warga juga mengungkapkan hal yang sama, namun begitu dirinya yang terpaksa memilih jalan alternatif yang jaraknya dua kali lipat dari jalan yang tengah di bangun.
"Ada jalan lain, cuma muternya jauh atuh kalau tiap hari begini rada kesel juga, mana bensin udah naeknya ngga kira kira," ungkap Tri.
Untuk diketahui, dalam informasi yang tertera proyek bangunan jembatan tersebut pemerintah provinsi Banten melalui dinas pekerjaan umum dan tata ruang menganggarkan Rp. 4. 742. 577.000 dari APBD 2022 dengan waktu pelaksanaan 177 hari kerja.
Pada informasin yang tertera proyek tersebut dikerjakan oleh CV. Qausar Surya Gemilang dan PT. Marga Bhuana Jaya yang menjadi Konsultan.(**)
















