- Pimpin Upacara Peringatan Harhubnas 2026, Bupati Tangerang Tandaskan Keselamatan Transportasi Bukan Sekadar Formalitas.
- Buka Seleksi Wawancara Kanvas Gemilang 2026, Wabup Intan Dorong Inovasi Masyarakat untuk Percepat Pembangunan.
- Romy Soekarno Gandeng KPU Kota Blitar Dorong Gen Z Jadi Pengawal Demokrasi Digital.
- Kamenag Kab Tangerang Dampingi Stafsus Kementrian Agama Persoalan GKPI.
- Pangkogabwilhan II Jadi Narasumber Latihan Posko OMP Dikreg LVI Sesko TNI TA 2026.
- Romy Soekarno : Rebranding Dari Pelayanan Adminduk Menjadi Garda Depan Perlindungan Sosial.
- Stafsus Menteri Agama Turun ke Tangerang, Pastikan GKPI Mauk Sepatan Bisa Ibadah Lagi.
- Praktisi Hukum M Haryono S.H., M.H., : Elim Tyu Samba Masih Layak Menggunakan Azas Praduga Tak Bersalah ini Penjelasanya.
- Dugaan Ancaman Golok Saat Ibadah GKPI Rajeg, LBH Gekira Desak Penyelidikan Menyeluruh
- Kementerian UMKM dan UI Perkuat Sinergi Kewirausahaan Berbasis Inovasi
Proyek Jembatan Cisoka Pemicu Macet, Dikeluhkan Warga

Keterangan Gambar : Proyek Jembatan Cisoka Pemicu Macet, Dikeluhkan Warga
MEGAPOLITANPOS.COM, Kabupaten Tangerang- Proyek pembangunan jembatan Cisoka 2 menimbulkan kemacetan panjang bukan hanya di jam jam sibuk.
Berdasarkan pantauan dilokasi pada senin (7/11/202) kendati kemacetan yang ditimbulkan dari proyek pembangunan jembatan tersebut mengular tidak nampak satupun petugas dari dinas perhubungan kabupaten Tangerang.
Suma Wijaya, salahseorang pengguna jalan kepada wartawan mengaku jengkel, pasalnya dirinya sudah lebih dari satu jam terjebak dalam kemacetan yang ditimbulkan oleh proyek pembangunan tersebut.
Baca Lainnya :
- Pimpin Upacara Peringatan Harhubnas 2026, Bupati Tangerang Tandaskan Keselamatan Transportasi Bukan Sekadar Formalitas.
- Buka Seleksi Wawancara Kanvas Gemilang 2026, Wabup Intan Dorong Inovasi Masyarakat untuk Percepat Pembangunan.
- Kamenag Kab Tangerang Dampingi Stafsus Kementrian Agama Persoalan GKPI.
- Stafsus Menteri Agama Turun ke Tangerang, Pastikan GKPI Mauk Sepatan Bisa Ibadah Lagi.
- Dugaan Ancaman Golok Saat Ibadah GKPI Rajeg, LBH Gekira Desak Penyelidikan Menyeluruh
"Mungkin kalau jam masuk kerja atau pulang kerja sih wajar saja jika macet, ini jam biasa lho seharusnya tidak sepanjang ini macetnya, dishub mana dishub ?" ungkap Suma Wijaya.
Ia juga mengaku sudah kesal dengan kondisi kemacetan yang seakan tidak mendapat perhatian dari petugas dinas perhubungan yang seharusnya ada dalam mengurai kemacetan yang mengular.
"Saya cuma melihat anak anak muda yang sebagian memakai atribut ormas mengatur lalu lintas, kalau ngga ada mereka ngga tau ini bagaimana," jelas Suma.
Bukan cuma Suma, Tri Rosa Sugina salahseorang warga juga mengungkapkan hal yang sama, namun begitu dirinya yang terpaksa memilih jalan alternatif yang jaraknya dua kali lipat dari jalan yang tengah di bangun.
"Ada jalan lain, cuma muternya jauh atuh kalau tiap hari begini rada kesel juga, mana bensin udah naeknya ngga kira kira," ungkap Tri.
Untuk diketahui, dalam informasi yang tertera proyek bangunan jembatan tersebut pemerintah provinsi Banten melalui dinas pekerjaan umum dan tata ruang menganggarkan Rp. 4. 742. 577.000 dari APBD 2022 dengan waktu pelaksanaan 177 hari kerja.
Pada informasin yang tertera proyek tersebut dikerjakan oleh CV. Qausar Surya Gemilang dan PT. Marga Bhuana Jaya yang menjadi Konsultan.(**)













