- Kabar Duka Nasional: Ryamizard Ryacudu Tutup Usia di RSPAD Gatot Soebroto
- Terkait Tunggakan Pajak Armada Truk, DLHK Berdalih BPKB Terselip di BPKAD
- PRJ 2026 Segera Dimulai, Lansia, Anak-anak, dan TNI-Polri Bisa Masuk Gratis
- Borobudur Bersiap Sambut Puncak Waisak 2026, Ritual Namaskara hingga Pelepasan Lampion Dimulai
- Melalui Program Robotika untuk Negeri, PRSI Jawa Barat Hadirkan Robotik di Lingkungan Pesantren
- Bagikan 1.400 Paket Daging Kurban untuk Masyarakat, Ini Pesan Ketua DPC PDI Kota Blitar
- Sumsel Bhayangkara Run 2026 Siap Digelar, Angkat Wisata dan Ekonomi Palembang
- BKPSDM Majalengka Melejit! Digitalisasi ASN Dongkrak Peringkat ke 6 Ragional
- Pemkab Barito Utara Serahkan Bantuan Hewan Kurban pada Pawai Tanglong Idul Adha 1447 H
- Pemkab Barito Utara Ikuti Harmonisasi Rancangan Produk Hukum Daerah
Perkuat SDM, KemenKopUKM Buka Program Magang Bagi Pengurus Koperasi
Saat ini masih sedikit kaum milenial menjadi pengurus koperasi.

Megapolitanpos.com, Cilacap - Untuk memperkuat sumber daya manusia (SDM) dan usaha koperasi nelayan, Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) membuka program magang bagi para pengurus koperasi nelayan dari beberapa daerah untuk magang di Koperasi Mino Saroyo di Cilacap, Jawa Tengah (Jateng).
Asisten Deputi Bidang Pengembangan SDM Perkoperasian dan Jabatan Fungsional Deputi Bidang Perkoperasian Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) Nasrun Siagian pada acara penyerahan peserta magang dan studi banding pengurus dari 9 koperasi nelayan di Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (21/10), menyebutkan pengurus koperasi yang ikut magang di antaranya datang dari Aceh, Sumut, NTB, Jatim, dan Jateng.
"Pengurus koperasi nelayan yang ikut magang, selepas pemagangan diharapkan bisa membawa perubahan untuk tata kelola dan bisnis koperasinya menjadi lebih baik," ujar Nasrun.
Baca Lainnya :
- Blok Masela Dikebut, Ateng Sutisna Ingatkan Ancaman Sosial
- SIAL Interfood 2026 Kembali Digelar di JIExpo Kemayoran, Perkuat Posisi Indonesia di Industri Pangan Global
- Indonesia Bidik Penguatan Industri Nasional Lewat Kolaborasi Strategis dengan Rusia
- Amran Sulaiman: Ketahanan Pangan Menguat, Cadangan Beras Indonesia Capai 5 Juta Ton
- Dari Afrika hingga Amerika Latin, Perebutan Kursi Tertinggi PBB Resmi Dimulai
Alasan memilih Mino Saroyo sebagai tempat magang kata Nasrun, salah satunya karena sejarah dan pengalaman KUD Mino Saroyo yang panjang sehingga banyak hal bisa dipelajari. Koperasi ini berdiri sejak 1942 dengan nama Gyo-Gyo Kumiai (Bahasa Jepang) yang kemudian berganti nama menjadi KUD Mino Saroyo.
Selain itu, Koperasi Unit Desa Mino Saroyo juga telah menerapkan tata kelola koperasi yang baik (Good Cooperative Governance/GCG) dengan omzet dan aset yang besar.
KUD ini juga sudah memiliki kapal sendiri untuk mencari ikan, memiliki 6 unit SPBU Nelayan, 1 unit FBA, serta 8 unit Tempat Pelelangan Ikan.
Bagi Nasrun, keberhasilan Koperasi Mino Saroyo perlu disosialisasikan. Tujuannya, agar masyarakat dan kaum milenial tertarik masuk untuk mengurusi koperasi.
Saat ini, kata Nasrun, masih sedikit kaum milenial menjadi pengurus koperasi. Sebagian besar masih belum tertarik dan menganggap koperasi tidak menjanjikan.
"Memang, pengurus koperasi harus orang-orang yang benar-benar punya jiwa pejuang dan petarung dalam pengembangan lembaga bisnis yang berwatak sosial," kata Nasrun.
"KemenKopUKM sedang terus memodernisasi koperasi, terutama koperasi sektor rill dan difokuskan lagi di sektor pangan," kata Nasrun.
Nasrun menambahkan, tata kelola koperasi harus terus ditingkatkan sebagaimana tata kelola perusahaan modern (korporatisasi koperasi).
Sementara itu, Ketua KUD Mino Saroyo, Untung Jayanto mengatakan kunci kesuksesan koperasi yaitu pengurus harus fokus, amanah, dan istiqomah. “Karena, tidak mudah untuk mengembangkan koperasi,” katanya.
Untung menjelaskan, KUD Mino Saroyo juga sudah lama menjadi koperasi percontohan. "Kami berusaha sebaik mungkin untuk mengembangkan koperasi dan setiap ada masalah yang muncul segera diselesaikan dan dikomunikasikan agar penyelesaiannya cepat," kata Untung.
Pada kesempatan yang sama Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Cilacap Umar Said, menyambut baik KemenKopUKM yang mengadakan acara di Cilacap. Karena, hal itu akan memberikan dampak yang baik untuk koperasi di wilayah tersebut.
Menurut Umar, rata-rata kelemahan koperasi di wilayahnya adalah dalam hal pengelolaan dan managemen keuangannya yang masih tradisional.
“Mino Saroyo menjadi koperasi percontohan, karena kinerjanya memang sangat baik dan menjadi koperasi terbaik di Cilacap. Keberhasilan Mino Saroyo perlu dicontoh dan ditularkan ke koperasi yang lain," kata Umar. (ASl/Red/MP).


.jpg)













