- Operasi Laut Gabungan Sita 1,3 Ton Ketamine, Delapan Awak Kapal Asing Diamankan
- Pramono Anung Dukung Kolaborasi Bank Jakarta-Persija, Target Juara untuk 500 Tahun Jakarta
- Sambut HUT RI ke-81, Wali Kota Depok Sebar Ribuan Bendera Merah Putih
- Bukan Sekadar Sponsor, Bank Jakarta Bangun Kemitraan Strategis dengan Persija
- Yayasan Kreshna dan RS Husada Jakarta Resmi Bentuk Club Stroke di Usia ke-102 Tahun
- Bupati Lepas Kontingen Barito Utara Ikuti Jambore Nasional XII 2026 Cibubur, Jakarta
- Menteri UMKM Dorong APPI Perkuat Pasar Produk Dalam Negeri
- Pemkab Barito Utara Kaji Tiru Tata Kelola Pemerintahan ke Kulon Progo
- Bupati Barito Utara Hadiri Rakor Pemerintahan Desa/Kelurahan se-Kalteng 2026
- Kaji Tiru ke Bantul, Pemkab Barito Utara Dalami Inovasi Tata Kelola dan Pelayanan Publik
Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih Dialihkan Dari Lapangan Winodadi, ini Alasannya

Keterangan Gambar : Poto : Istimewa
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar – Karena dianggap menghilangkan fasilitas umum berupa tanah lapangan Desa Wonodadi, Kecamatan Wonodadi, mendadak geger menolak pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih, aksi warga yang mengatasnamakan Forum Warga Desa Wonodadi ini berjumlah puluhan pada Selasa (13/01/26) pagi mengadakan aksi protes untuk menolak rencana pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang rencananya menggunakan area lapangan tersebut.
Aksi pagi itu dipimpin ketua Leonardus Dady, mereka sambil membawa dokumen pernyataan sikap yang menuntut agar lokasi pembangunan koperasi segera dipindahkan atau direlokasi ke tempat lain yang tidak mengganggu fasilitas umum.
Ketegasan warga ini didasari oleh kekhawatiran hilangnya ruang publik. Dalam dokumen resminya, warga berargumen bahwa Lapangan Desa Wonodadi adalah jantung kegiatan masyarakat, mulai dari olahraga hingga acara sosial kemasyarakatan.
Baca Lainnya :
- Anto Febrianto Tantang Pemuda Majalengka : Mandiri dan Berani Kritik
- Interupsi PDIP Warnai Paripurna APBD Majalengka, Bupati Beri Penjelasan
- Bupati Majalengka Beberkan Hasil Paripurna APBD 2026, Dana Tetap Aman
- APBD Majalengka 2026 Naik Jadi Rp 3,14 Triliun, Ini Rincian Anggarannya
- Persib Gagal Juara, Ateng Sutisna Ajak Bobotoh Tetap Solid dan Bermartabat
Menghilangkan fungsi lapangan dianggap bakal memutus ruang terbuka hijau bagi generasi muda serta mengancam kebersamaan warga.
"Pembangunan di atas lapangan berpotensi menghilangkan fungsi sosial dan kebersamaan warga yang sudah terbangun lama di sini," tulis forum tersebut dalam poin keberatannya.
Merespons gejolak di lapangan, Ketua BPD Wonodadi, Evi Triana, langsung memberikan tanggapan.
Ia menyatakan pihak desa telah mendengar aspirasi tersebut dan berkomitmen untuk mencari jalan tengah.
Sebagai langkah lanjut, BPD berencana menggelar Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) untuk membahas tuntutan relokasi tempat pembangunan koperasi tersebut.
Melalui Musdesus nanti, diharapkan muncul solusi yang tidak merugikan pihak manapun pembangunan koperasi tetap bisa berjalan, namun hak warga atas fasilitas lapangan tetap terjaga.
Sumber lain dilapangan Danramil Wonodadi Letnan Dua Sarnoto dihubungi media inu menyampaikan, adanya gejolak masyarakat akhirnya rencana pembangunan Koperasi Desa Merah Putih dipindah tempat berada di tanah kas desa yang berdekatan antara puskesmas, Koramil dan Kecamatan Wonodadi
"Karena itu merupakan tanah kas desa, kami tetap mengadakan musyawarah dengan lembaga desa dan elemen masyarakat, semoga semua berjalan lancar," Ungkap Danramil Rabu pagi 14/01/26 ( za/mp )

















