- Wabup Majalengka : Perang Melawan Narkoba Tak Boleh Berhenti Lagi
- Kapolres Majalengka Nyatakan Perang Total, Bandar Narkoba Diburu
- Kementerian UMKM Kawal Pemulihan Ekonomi Korban Bencana Sumatera hingga 2028
- Sukses Gelaran Festival Es Campur Merdeka Khas Blitar, Awak Media Hadir Berkontestasi
- Nurhadi Gelar Jalan Sehat Merdeka di Kerjen Blitar Hadianya paling Spektakuler Dinosaurus
- Bioskop Mini Jak Cinema Hadir di Rusun Pasar Rumput, Warga Bisa Nonton Film Indonesia Mulai Rp15 Ribu
- Kepala Desa Sumberjo Ajarkan Generasi Muda Produktif Kreatif Apa Kiatnya
- PSHT Cabang Kota Blitar Pusat Madiun Boyong 19 Medali di Kejurnas SH Terate UIN Satu Cup IV
- Mulai 31 Agustus, Pemkot Jaktim Larang PKL Berjualan di Trotoar Jalan Raya Bogor Kramat Jati
- Semarak HUT RI Ke-81, PAUD Melati 08 Kalibata Gelar Aneka Lomba
Para Jurnalis Gelar Aksi Demo Bupati Blitar, ini Alasanya

Keterangan Gambar : Bupati Blitar Rini Syarifah selama menjabat menuai protes para jurnalis Blitar Raya.
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Ruwetnya Protokoler di era pemerintahan Bupati Blitar Rini Syarifah selama menjabat menuai protes para jurnalis Blitar Raya.
Aksi protes mengkritisi protokoler sulitnya mendapat konfirmasi Bupati yang terkesan menghalang halangi tugas jurnalis untuk wawancara disetiap kegiatan ini, dianggap sebagai bentuk menghalang halangi kinerja wartawan. Seperti diungkapkan Prawoto Sadewo salah satu jurnalis senior salah satu media saat aksi unjuk rasa di depan Pendopo Ronggo Hadinegoro. Jum'at, (25/08/2023).
Para pemburu berita yang tergabung dalam PWI dan IJTI, dan jurnalis blitar Raya lain yang mensupot aksi, terjun dalam aksi pagi itu menyampaikan aspirasinya meminta kepada Bupati Blitar Hj. Rini Syarifah, mempermudah para jurnalis yang hendak melaksanakan tugas jurnalistik seperti wawancara konfirmasi, Bupati atau protokoler tidak membatasi awak media untuk mengakses informasi publik.
Baca Lainnya :
- Wabup Majalengka : Perang Melawan Narkoba Tak Boleh Berhenti Lagi
- Polres Majalengka Kedepankan Langkah Preventif Tekan Knalpot Brong
- Ineu Bongkar Alasan Jabar Pinjam Rp 3,4 Triliun di Tengah Defisit
- Kapolres Majalengka Gerakkan Jajaran Bagikan 20 Ribu Bendera Merah Putih
- DPR RI, Ateng-Ledia Sosialisasikan Perlindungan Anak di Era Digital
Hal ini juga dipertegas oleh ketua PWI Blitar Raya Irfan Anshori ketua PWI Blitar Raya. "Diera demokrasi ini, kami mengharapkan kebebasan bagi rekan wartawan untuk mendapatkan konfirmasi yang ideal. Perlu diketahui, bupati adalah pejabat publik yang wajib memberikan statmen kepada rekan wartawan tanpa dibatasi. Sesuai profesi kami yang dilindungi. Untuk itu instrumen protokoler mempermudah dan turut membantu tugas wartawan yang bertugas," pintanya.
Hal senada juga disampaikan ketua IJTI Blitar Raya, Roby Ridwan tegas pihaknya menyampaikan, Dia yang juga sebagai jurnalis televisi, pihaknya menegaskan agar Bupati memberikan kelonggaran para awak media untuk melakukan tugas wawancara konfirmasi terkait kebijakan publik di Pemerintah Kabupaten Blitar.
"Aksi ini untuk mengedukasi tim protokoler yang menghalang-halangi tugas wartawan. Agar kedepanya, para jurnalis dipermudah untuk meminta konfirmasi, berkaitan segala informasi," tegasnya.
Digelarnya aksi, dipicu Bupati Blitar disetiap acara, sulit dikonfirmasi. Bahkan tim protokoler pendopo sering menghadang awak media yang mau wawancara. Sehingga, dengan sulitnya para jurnalis meminta konfirmasi bupati, sehingga terpaksa wartawan menggelar aksi damai.
Sayangnya dalam aksi saat itu para awak media tidak ditemui oleh Bupati Blitar akan tetapi para jurnalis ini hanya temui oleh Kepala Dinas Kominfo Pemkab Blitar Herman Widodo. Herman didepan awak media yang berunjuk rasa menyampaikan permintaan ma'af. "Kami meminta ma'af atas rekan-rekan selama ini tidak nyaman saat wawancara,"ujarnya.
Aksi demo para kulitinta di Kabupaten Blitar bukan hanya sekali ini saja, sebelumnya aksi yang sama juga dilakukan oleh forum KJB (Koordinator Jurnalis Blitar. Red ). ** (za/mp)











