- Operasi Laut Gabungan Sita 1,3 Ton Ketamine, Delapan Awak Kapal Asing Diamankan
- Pramono Anung Dukung Kolaborasi Bank Jakarta-Persija, Target Juara untuk 500 Tahun Jakarta
- Sambut HUT RI ke-81, Wali Kota Depok Sebar Ribuan Bendera Merah Putih
- Bukan Sekadar Sponsor, Bank Jakarta Bangun Kemitraan Strategis dengan Persija
- Yayasan Kreshna dan RS Husada Jakarta Resmi Bentuk Club Stroke di Usia ke-102 Tahun
- Bupati Lepas Kontingen Barito Utara Ikuti Jambore Nasional XII 2026 Cibubur, Jakarta
- Menteri UMKM Dorong APPI Perkuat Pasar Produk Dalam Negeri
- Pemkab Barito Utara Kaji Tiru Tata Kelola Pemerintahan ke Kulon Progo
- Bupati Barito Utara Hadiri Rakor Pemerintahan Desa/Kelurahan se-Kalteng 2026
- Kaji Tiru ke Bantul, Pemkab Barito Utara Dalami Inovasi Tata Kelola dan Pelayanan Publik
Ojol Desak Hapus Zona Merah, Wali Kota Blitar Harus Bisa Urai Benang Kusutnya

Keterangan Gambar : Aksi demo pengemudi ojek online
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar- Ratusan driver ojek online (ojol) dan taksi online dari berbagai komunitas, seperti Torpedo, Cobra, dan Dragon, menggelar aksi demo di Kantor Wali Kota Blitar, Senin (1/12/2025). Mereka menuntut penghapusan zona merah yang melarang mengangkut penumpang di lokasi penjemputan, serta biaya parkir liar.
Ketua Komunitas Torpedo, Sony Rumanto mengatakan, bahwa transportasi online di Kota Blitar telah beroperasi sejak 2017, namun dalam perkembangannya, terdapat kesulitan bagi driver untuk mendapatkan orderan, terutama di Terminal Patria dan Stasiun Kota Blitar.
“Kita dihadapkan pada kenyataan bahwa masih adanya transportasi tradisional yang beroperasi di lokasi-lokasi tersebut,” kata Sony.
Baca Lainnya :
- Anto Febrianto Tantang Pemuda Majalengka : Mandiri dan Berani Kritik
- Interupsi PDIP Warnai Paripurna APBD Majalengka, Bupati Beri Penjelasan
- Bupati Majalengka Beberkan Hasil Paripurna APBD 2026, Dana Tetap Aman
- APBD Majalengka 2026 Naik Jadi Rp 3,14 Triliun, Ini Rincian Anggarannya
- Persib Gagal Juara, Ateng Sutisna Ajak Bobotoh Tetap Solid dan Bermartabat
Sony menandaskan, tuntutan utama para driver mengarah pada penghapusan zona larangan dan pembebasan biaya parkir.
“Kami berharap ada kesepakatan di mana transportasi online dapat mengambil lokasi untuk penjemputan penumpang,” tandasnya.
Sony menegaskan, bahwa sering terjadi gesekan antara pengemudi transportasi konvensional dan online.
“Kita semua sepakat bahwa konflik ini harus diselesaikan demi kenyamanan dan keamanan masyarakat,” tegasnya.
Sony berharap langkah ini bisa menjadi solusi bagi kedua belah pihak.
“Kami ingin menciptakan kesepakatan yang saling menguntungkan demi masyarakat,” pungkasnya.
Sementara Wali Kota Blitar, Syaiqul Muhibbin memberikan tanggapan positif terhadap tuntutan tersebut.
“Kami memahami aspirasi dari rekan-rekan komunitas pengemudi online. Insya Allah, kami akan memberikan surat edaran mengenai pembebasan zona merah ini,” kata Mas Ibin sapaan akrab Wali Kota Blitar.
Mas Ibin menambahkan, pemerintah akan segera mengeluarkan surat edaran mengenai tata kelola transportasi.
"Kami akan membuat edaran tentang bagaimana tata kelola transportasi agar bersifat tidak ada yang mengkhususkan atau menekankan," imbuhnya.
Lebih lanjut Mas Ibin menjelaskan, keberadaan Zona Merah merupakan kesepakatan antara driver ojek online dan offline.
“Zona merah itu sebenarnya bukan zona yang diberikan oleh pemerintah. Kesepakatan ini terjadi antara teman-teman ojek online dan offline," jelasnya.
Mas Ibin menandaskan, pemerintah tidak pernah mengeluarkan aturan resmi mengenai Zona Merah. Kota Blitar berkomitmen untuk menjadi kota pintar yang didukung oleh teknologi.
“Tentunya kami ingin agar semua jenis transportasi, baik online maupun offline, dapat beroperasi tanpa adanya pembatasan,” tandasnya.
Wali Kota menyerukan agar semua pihak yang terlibat dalam sektor transportasi dialog untuk menemukan solusi terbaik demi kemajuan ekonomi dan pelayanan pariwisata di Blitar.
"Dalam perekonomian, dalam transportasi, dalam pelayanan, itu tidak ada pembatasan-pembatasan," tegasnya.
Untuk meningkatkan pelayanan masyarakat dan wisatawan, Wali Kota Blitar berjanji akan memfokuskan upaya pemerintah pada penciptaan lingkungan transportasi yang aman dan nyaman, sehingga dapat memacu pertumbuhan ekonomi lokal.
"Kota Blitar sudah mencanangkan program smart city, dan kami ingin agar semua jenis transportasi bisa menggunakan teknologi yang ada," pungkasnya.
Sebagai langkah awal, uji coba pembebasan zona merah dijadwalkan akan dilakukan di Terminal Patria dan Stasiun Kota Blitar sebelum Natal dan Tahun Baru 2026. (za/mp)

















