- H. Iing Misyahudin: Idul Fitri Momentum Sucikan Hati dan Bangkit Bangun Majalengka
- Idul Fitri 2026: Perempuan Jadi Pilar Ekonomi Keluarga di Masa Sulit
- Bupati Majalengka Resmi Lepas Takbir Keliling Sambut Idul Fitri 1447 H
- Politisi Muda Disabilitas BambsoesHadir dalam Buka Puasa Bersama IKAL Lemhannas RI di Kantor Staf Presiden
- PRSI Ucapkan Selamat Nyepi, Perkuat Komitmen Program Robotika untuk Negeri
- Pastikan Kesiapan Lebaran, Bupati Barito Utara Cek Tiga Pos Strategis
- Politisi Nasdem, Hj Nety Herawati Ingatkan Pemudik Utamakan Keselamatan
- Hilal Tak Terlihat, Pemerintah Tetapkan Lebaran 2026 pada 21 Maret
- Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 1447 Hijriah pada Sabtu 21 Maret
- Kemenhub Berangkatkan 303 Peserta Mudik Gratis Lebaran 2026 Ramah Anak dan Disabilitas Moda Kereta Api
Miris Fasilitas Toilet Puskesmas Cisoka

Keterangan Gambar : Toilet di Puskesmas Cisoka
MEGAPOLITANPOS.COM, Kabupaten Tangerang-Mulai dari petugas yang tidak ramah, toilet yang rusak, hingga WC mampet menjadi pemandangan sehari hari warga yang hendak mendapatkan fasilitas kesehatan di puskesmas Cisoka.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada selasa (13/9/2022) terdapat 3 toilet dilantai dasar yang keseluruhannya kumuh dan mustahil bisa digunakan masyarakat.
Ironisnya, di salahsatu toilet di lantai dasar terdapat kotoran dibiarkan membusuk dan menimbulkan bau tidak sedap di sekitar toilet.
Baca Lainnya :
- H. Iing Misyahudin: Idul Fitri Momentum Sucikan Hati dan Bangkit Bangun Majalengka
- Bupati Majalengka Resmi Lepas Takbir Keliling Sambut Idul Fitri 1447 H
- Legislator DPR RI Ateng Sutisna Hadirkan Posko Mudik Gratis di Pantura Subang - Pamanukan
- Ateng Sutisna Soroti Target Nol Open Dumping 2026, Dorong Reformasi Total dan Solusi RDF Berbasis Desa
- Penghujung Ramadhan, Forwat Gelar Sarasehan Bukber dan Sodaqoh
Irman, salahseorang keluarga pasien kepada wartawan mengaku sudah mengetahui kondisi yang membuatnya tidak nyaman, namun begitu dirinya tidak mempunyai pilihan lain lantaran tidak memiliki biaya untuk membayar layanan di fasilitas kesehatan swasta untuk orangtuanya yang membuatnya harus rutin ke puskesmas.
"Ya namanya juga murah, bau sangit gini mah udah mau ngga mau kita telen, uyuhan ini geh, kalau punya duitmah mending ke klinik," ujar Irman.
Ia mengaku, bukan cuma fasilitas toilet, pelayanan di Puskesmas Cisoka disebutnya juga tidak ramah dan menjengkelkan.
"Kita tau kita orang kecil, kalau ngarep mereka ramah rasannya ngga mungkin, buktinya saya datang dari 7:30, 8:20 loket masih ngga orang," tutur Irman.
Tidak berbeda dengan Irman, Haryati juga mendapatkan pelayanan yang kurang mengenakan.
Ia menuturkan, dihari saat suaminya membutuhkan tindakan medis, tidak ada satupun ada tenaga medis di Puskesmas yang menyediakan layanan instalasi gawat darurat 24 Jam.
"Udah pucet, udah lemes otomatis kan kita ke IGD biar ada tindakan, malah dijutekin dan disuruh tunggu dan disuruh ambil nomer (antrian), " ungkap dia.
Haryanti yang hanya bisa pasrah, pada akhirnya mengikuti permintaan petugas untuk mengambil nomer antrian untuk mendapatkan fasilitas kesehatan.
Bukannya mendapatkan tindakan medis, Haryanti yang sudah menunggu lama, diminta untuk membayar tagihan untuk biaya cek darah.
"Kaget aja, belum juga dipegang kita disuruh bayar cek lab 130ribu, kan dispanduknya ngga sampe 50ribu dengan alasan BPJs kita ngga aktif," jelas Haryanti.
Sayangnya hingga berita ini dilansir, belum ada keterangan resmi dari kepala Puskesmas Cisoka, saat wartawan mencoba mendatangi kantornya dirinya sedang tidak ada ditempat.(Hendro/Forwat Korwil Kab.Tangerang/Jhn)

















