- Menteri UMKM Dorong APPI Perkuat Pasar Produk Dalam Negeri
- Pemkab Barito Utara Kaji Tiru Tata Kelola Pemerintahan ke Kulon Progo
- Bupati Barito Utara Hadiri Rakor Pemerintahan Desa/Kelurahan se-Kalteng 2026
- Kaji Tiru ke Bantul, Pemkab Barito Utara Dalami Inovasi Tata Kelola dan Pelayanan Publik
- Anto Febrianto Tantang Pemuda Majalengka : Mandiri dan Berani Kritik
- Interupsi PDIP Warnai Paripurna APBD Majalengka, Bupati Beri Penjelasan
- Bupati Majalengka Beberkan Hasil Paripurna APBD 2026, Dana Tetap Aman
- APBD Majalengka 2026 Naik Jadi Rp 3,14 Triliun, Ini Rincian Anggarannya
- Persib Gagal Juara, Ateng Sutisna Ajak Bobotoh Tetap Solid dan Bermartabat
- Bupati Majalengka Ajak Ribuan Bobotoh Doakan Persib Juara Piala Presiden 2026
Dugaan Persekusi, Keluarga Baharudin Ahmad Minta Hukum Ditegakkan

Keterangan Gambar : Baharudin Ahmad
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - perseteruan antara Baharudin Ahmad dengan pimpinan GRIB Jaya tetap berlanjut, Baharudin Ahmad yang juga warga Blitar merasa harga diri dan keluarganya telah di injak injak, berita perihal kejadian dugaan persekusi banyak beredar di sosial media, ungkap Baharudin dalam pertemuan di salah satu tempat di kota Blitar pada Sabtu ( 06/06/26 ).
"Kebetulan kami sedang nyekar ke makam keluarga di Gedok, dan mampir nyekar makam Bung karno, bertepatan dengan hari lahir Bung Karno, momen ini kami mohon kekuatan karena sedang ditimpa musibah besar," Ungkapnya.
Kedatangan Penulis Ahmad Baharudin ke Bumi Bung Karno ini bertajuk mengungkapkan Pesan moral perjuangan, Baharudin sedang dirundung masalah dengan kekuatan besar menghadapi Hercules, dan saat ini tengah menjadi sorotan publik dan berbagai platform digital.
Baca Lainnya :
- Anto Febrianto Tantang Pemuda Majalengka : Mandiri dan Berani Kritik
- Interupsi PDIP Warnai Paripurna APBD Majalengka, Bupati Beri Penjelasan
- Bupati Majalengka Beberkan Hasil Paripurna APBD 2026, Dana Tetap Aman
- APBD Majalengka 2026 Naik Jadi Rp 3,14 Triliun, Ini Rincian Anggarannya
- Persib Gagal Juara, Ateng Sutisna Ajak Bobotoh Tetap Solid dan Bermartabat
Bahar sendiri juga mengaku ingin memohon restu dan kekuatan agar tetap mampu menjalani setiap proses dan penegakan supremasi hukum di negara Republik Indonesia tidak pandang status sosialnya.
Menurutnya persoalan dengan Hercules telah mendapatkan dukungan moral yang besar dari keluarga, sahabat, dan masyarakat yang ditemuinya selama berada di Blitar dan menjadi dorongan semangat luar biasa.
"Kebetulan saya habis nyekar di makam ibu dan ayah saya. Kita ini sedang menghadapi persoalan yang menjadi perhatian publik. Saya berharap siapa pun yang salah harus dihukum dan siapa yang benar harus mendapatkan keadilan. Tidak boleh ada yang dibela atau ditutup-tutupi," ujar Bahar. Sabtu (06/06/26)
Ia juga mengingatkan seluruh aparat penegak hukum untuk menjaga integritas dalam menangani perkara yang sedang berkembang. Menurutnya, masyarakat kini semakin kritis dan dapat memantau jalannya proses hukum secara terbuka.
"Netizen sudah melihat semuanya. Hati-hati para penegak hukum, jangan sampai mempermalukan diri sendiri. Kebenaran harus ditegakkan apa adanya," tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Bahar turut menyinggung karakter masyarakat Blitar yang dikenal memiliki semangat perjuangan tinggi dan teguh dalam mempertahankan prinsip.
"Saya melihat banyak tokoh besar yang berasal dari Blitar. Kalau sudah memperjuangkan kebenaran, nyawa pun menjadi taruhannya. Ada Bung Karno, Supriyadi, hingga tokoh-tokoh lain yang dikenal jujur dan teguh pendirian. Tidak ada kata mundur dalam memperjuangkan kebenaran," katanya.
Saat ditanya mengenai doa khusus yang dipanjatkan dalam ziarah tersebut, Bahar mengaku memohon kemudahan, kekuatan, dan perlindungan agar proses yang sedang dihadapinya berjalan dengan adil.
"Kita minta dimudahkan, diberi kekuatan. Alhamdulillah saya bertemu keluarga, saudara, dan teman-teman, semuanya memberikan dukungan. Ini menjadi vitamin dan energi yang luar biasa bagi saya," ungkapnya.
Bahar menegaskan bahwa dirinya hanya menginginkan kesetaraan di hadapan hukum. Menurutnya, status sosial, kekayaan, maupun kedekatan seseorang dengan tokoh tertentu tidak boleh memengaruhi proses penegakan hukum.
"Saya berharap kebenaran ditegakkan sama rata. Tidak peduli apakah saya orang kecil atau berhadapan dengan orang yang memiliki kekuasaan, kekayaan, atau kedekatan dengan tokoh penting. Semua orang harus sama di mata hukum.( za/mp )











1.jpg)




