- Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali Asian Games 2026, BNI Apresiasi Pembinaan PBSI
- Menkop: Penempatan Manajer KDKMP untuk Pemerataan SDM di Seluruh Wilayah
- Meriahkan HUT ke-7, Kogabwilhan II Gelar Olahraga Bersama dan Aksi Sosial.
- Babinsa Ajak Warga Perkuat Keamanan dan Kerukunan Wilayah.
- Tradisi Korps, Kodim 0510/Tigaraksa Terima Warga Baru Letkol Inf Yudha Fuady Putra.
- Kodim 0506/Tgr Lalui Koramil Jajaran Salurkan Bantuan Air Bersih Paada Masyarakat.
- Apresiasi Wajib Pajak Teladan Bupati Blitar Rijanto Anugerahkan BliTaX Award 2026.
- Kodim 0808/Blitar Lakukan Droping Air Bersih Untuk Warga Sumberagung Panggungrejo.
- Fraksi DPRD Mulai Bedah RAPBD Barito Utara 2027, Arah Anggaran Jadi Sorotan
- Presiden Prabowo Minta Layanan BPJS Kesehatan Ditingkatkan, Antrean Pasien Harus Lebih Singkat
Menteri Maman Ajak Pengusaha UMKM di NTT Optimalkan KUR
.jpg)
Keterangan Gambar : Menteri Maman saat membuka Sosialisasi dan Akad Massal KUR Provinsi Nusa Tenggara Timur di Labuan Bajo, Selasa (28/4).
MEGAPOLITANPOS.COM, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengajak pengusaha UMKM di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk memanfaatkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) secara optimal sebagai pengungkit pengembangan usaha.
“Saya berpesan kepada pengusaha UMKM di NTT untuk disiplin dalam menggunakan dana KUR sebagai modal usaha, mengelola usaha dengan baik, dan terus berinovasi agar mampu memperluas pasar,” ujar Menteri Maman saat membuka Sosialisasi dan Akad Massal KUR Provinsi Nusa Tenggara Timur di Labuan Bajo, Selasa (28/4).
Ia menegaskan, kegiatan sosialisasi dan akad massal ini menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan KUR, sekaligus mendorong peningkatan akses pembiayaan bagi UMKM dalam rangka mencapai target proporsi pembiayaan perbankan sebesar 25 persen bagi UMKM.
Baca Lainnya :
- Kementerian UMKM dan Barantin Permudah Produk Lokal Tembus Pasar Ekspor
- PT Kedap Sayaaq Persoalkan Proses Kepailitan, Kuasa Hukum Soroti Penjualan Aset
- 14 Ribu Keluarga Penerima Manfaat Disiapkan Masuk Ekosistem Kewirausahaan Kementerian UMKM
- Kementerian UMKM Integrasikan SAPA UMKM dengan InaExport untuk Perkuat Ekspor
- Menteri Maman Ajak Mahasiswa Jadi Problem Solver, Bukan Sekadar Pencari Kerja
“Momentum ini merupakan upaya percepatan realisasi target penyaluran KUR tahun 2026, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan lembaga keuangan dalam mendukung pembiayaan UMKM,” katanya.
Secara nasional, penyaluran KUR hingga 26 April 2026 telah mencapai Rp91,6 triliun kepada 1,4 juta pengusaha UMKM. Kualitas penyaluran juga terus membaik, tercermin dari 63,12 persen KUR yang telah tersalurkan ke sektor produksi.
Di Provinsi Nusa Tenggara Timur, penyaluran KUR telah mencapai Rp898 miliar kepada lebih dari 19 ribu pengusaha UMKM. Capaian ini menunjukkan akses pembiayaan di NTT terus berkembang dan perlu terus dioptimalkan, sejalan dengan potensi ekonomi daerah sebagai salah satu destinasi pariwisata unggulan nasional yang memiliki peluang besar bagi pengembangan UMKM dan integrasi ke pasar global.
“Saya berharap kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam membuka akses pembiayaan yang lebih luas bagi UMKM, serta memberikan dampak langsung bagi penguatan ekonomi daerah,” ujar Menteri Maman.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pembiayaan (PKP) KUR antara Kementerian UMKM selaku Kuasa Pengguna Anggaran KUR dengan PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur sebagai penyalur KUR.
Menteri Maman mengapresiasi kesiapan Bank NTT yang kembali dapat menyalurkan KUR dengan nilai sekitar Rp350 miliar, setelah sebelumnya sempat tidak menyalurkan.
“Saya berharap peran bank tidak hanya menyalurkan KUR, tetapi juga memberikan pendampingan dan literasi keuangan kepada nasabah agar usaha mereka semakin berkembang dan berkelanjutan,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melki Laka Lena yang hadir bersama Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi dan Wakil Bupati Ende Dominikus Minggu Mere menekankan pentingnya tata kelola yang baik dari seluruh bank penyalur.
“KUR harus menjadi instrumen penggerak ekonomi kerakyatan, sehingga cita-cita keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dapat benar-benar terwujud,” ujarnya.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).
















