- Ketua DPRD Hadiri Pelantikan Pejabat Barito Utara, Dukung Penguatan Kinerja Birokrasi
- Kapolsek dan Anggota Polsek Danau Paris Dilaporkan ke Bareskrim Polri
- Pemkot Jaktim Perkuat Sinergi Wajib Belajar 13 Tahun dan Penanganan Anak Tidak Sekolah
- Bupati Barito Utara Lantik Pejabat,Tekankan Integritas dan Pelayanan Publik
- RPTRA Jadi Garda Terdepan, Pramono Anung Tegaskan Pentingnya Ketahanan Keluarga
- Kesbangpol Barut Ajak ASN Tingkatkan Kinerja, Masyarakat Diminta Jaga Kondusivitas
- Sjafrie Sjamsoeddin dan Koizumi Shinjiro Sepakat Perkuat Stabilitas Kawasan Indo-Pasifik
- Kenaikan BBM Non-Subsidi Berlaku Hari Ini, Pertalite dan Solar Tetap Stabil
- KDMP Desa Gununggede Perkokoh Perekonomian Desa Mandiri dan Sejahtera
- Genjot Produksi Pangan, 69 Alsintan Turun ke Petani Majalengka
Menteri Maman: UMKM Jadi Penopang Penting Industri Otomotif Nasional

Keterangan Gambar : Menteri UMKM Maman dalam ajang Indonesia Modification & Lifestyle eXpo (IMX) 2025 di Kabupaten Tangerang, Jumat (10/10).
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta — Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan bahwa sektor otomotif, termasuk industri modifikasi kendaraan, merupakan bagian penting dari ekosistem UMKM nasional yang perannya tak bisa dipandang sebelah mata.
“Saya ingin meluruskan persepsi publik bahwa UMKM bukan hanya pedagang batik, pedagang pasar, atau usaha kecil konvensional. Sektor otomotif dan modifikasi juga termasuk dalam klasifikasi usaha kecil dan menengah,” ujar Menteri UMKM Maman dalam ajang Indonesia Modification & Lifestyle eXpo (IMX) 2025 di Kabupaten Tangerang, Jumat (10/10).
Menurutnya, ribuan pengusaha UMKM telah menjadi tulang punggung rantai pasok industri otomotif nasional. Mereka terlibat dalam berbagai lini produksi, mulai dari pembuatan bodykit, pelek, hingga komponen modifikasi kendaraan yang menjadi bagian tak terpisahkan dari kendaraan yang umum terlihat di jalan.
Baca Lainnya :
- Menteri Maman Ajak Pengusaha UMKM di NTT Optimalkan KUR
- Menteri UMKM Lantik Sekretaris Kementerian dan Deputi Kewirausahaan
- Kementerian UMKM Lepas Ekspor 24 Ton Gula Kelapa Organik ke Ghana Senilai Rp1,1 Miliar
- Kementerian UMKM Dorong Adopsi AI untuk Perkuat Ekonomi Inklusif
- Kunjungan ke China, Menteri Maman Buka Peluang Besar UMKM Tembus Pasar Global
“Kita jangan hanya melihat mobil mewahnya saja, tetapi juga bagaimana komponen pendukungnya disuplai oleh para pengusaha kecil dan menengah. Mereka inilah yang menopang ekosistem industri otomotif,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Menteri Maman menyampaikan apresiasinya kepada seluruh komunitas otomotif dan para modifikator yang telah berkontribusi membangun industri kreatif berbasis teknologi. Ia meyakini IMX 2025 akan memberikan dampak positif, mulai dari peningkatan daya saing hingga terciptanya peluang usaha baru bagi para pengusaha otomotif dan pencinta modifikasi.
“Event seperti IMX ini bukan hanya ajang pamer karya, tetapi juga wujud nyata kontribusi UMKM dalam menggerakkan industri otomotif nasional. Saya berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan memberikan manfaat lebih luas,” ujarnya.
Pemerintah, kata Maman, berkomitmen memberikan dukungan konkret bagi pengusaha otomotif dan modifikasi. Bentuk dukungan itu mencakup perluasan akses pembiayaan, pengembangan pasar ekspor, serta pelatihan manajemen dan keuangan agar pengusaha UMKM semakin siap bersaing.
“Kami siap berkolaborasi agar produk-produk seperti pelek, bodykit, dan komponen otomotif lainnya bisa menembus pasar internasional. Pemerintah akan membantu dari sisi pembiayaan dan peningkatan kapasitas usaha,” ujarnya.
Menteri Maman juga menekankan pentingnya perluasan pandangan terhadap UMKM. Melalui program Rise to IPO, pengusaha menengah kini memiliki peluang untuk melantai di bursa saham. Hal ini menjadi bukti bahwa UMKM memiliki potensi besar untuk tumbuh dan bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi yang strategis.
“Banyak yang mengira UMKM tidak bisa masuk ke pasar modal. Padahal, usaha menengah memiliki peluang besar untuk berkembang dan menjadi lokomotif penggerak ekonomi nasional,” kata Menteri Maman.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).

.jpg)















