Breaking News
- Ketua DPRD Mery Rukaini Tegaskan Komitmen Kawal Aspirasi Masyarakat di Musrenbang
- Di Hadapan DPRD Kabupaten Majalengka, Eman Suherman Paparkan Ekonomi Tumbuh Pesat dan Pengangguran Turun
- Parmana Setiawan Pertanyakan Cakupan Program Pendidikan Gratis di Musrenbang
- Patih Herman Soroti Penanganan Longsor di Pendreh dalam Musrenbang Teweh Tengah
- Daerah Mulai Resah, Batasi 30 Persen dari APBD Bisa Pangkas Tenaga PPPK
- DPRD Barito Utara dan Kemenkum Kalteng Sepakati Sinergi Pembentukan Produk Hukum
- DPRD Barito Utara Teken MoU dengan Kemenkum Kalteng, Perkuat Kualitas Produk Hukum
- H. Nurul Anwar Dorong Percepatan Infrastruktur untuk Keselamatan Warga Pendreh
- Parmana Setiawan Tekankan Penanganan Mendesak Longsor di Desa Pendreh
- Rosy Wahyuni Siap Kawal Aspirasi Warga Pendreh Terkait Longsor dan Jalan
MenkopUKM Optimis, 2022 Indonesia Sudah Memasuki Tahap Pemulihan Ekonomi

Jakarta (MEGAPOLITANPOS.COM): Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyampaikan refleksi kinerja selama 2021 dan harapan bagi para pelaku koperasi dan UMKM agar dapat beradaptasi dan bertransformasi ke skala besar usaha yang lebih baik pada 2022. " Tahun 2021 pondasi ekonomi kita lebih baik, karena keberhasilan pemerintah dalam mengendalikan covid 19 berakhir dan Indonesia masuk dalam 5 besar negara yang berhasil mengatasi Pandemi Covid19," kata MenkopUKM Teten Masduki pada acara paparan Refleksi 2020 & Outlook 2022, di Jakarta, Kamis (30/12/2021). Menurutnya di Tahun 2021 Kementerian Koperasi dan UKM (KemenkopUKM) memprioritaskan penciptaan ekosistem usaha yang adaptif di tengah pandemi Covid-19. Dengan kondisi pandemi yang mulai terkendali, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyebut, tahun 2022 Indonesia sudah mulai dapat memasuki tahap pemulihan ekonomi UMKM dan koperasi lebih cepat dan transformatif. Tahun 2022 Teten menyebut, menjadi fase memasuki tahun pemulihan transformatif. Dimana pemulihan tidak sekedar tumbuh kembali seperti kondisi sebelum pandemi, tetapi sekaligus menyiapkan UMKM dan koperasi lebih siap menghadapi krisis ataupun perubahan lingkungan di masa-masa akan datang. "Kami optimis, bermodalkan 5 pondasi adaptasi yang telah disiapkan disepanjang 2021, pemulihan transformatif di 2022 dapat kita wujudkan," kata Teten. Adapun lima pondasi adaptasi yang telah dijalankan di tahun ini diantaranya, kemudahan akses pembiayaan, perluasan pasar dan digitalisasi, kemitraan, pendataan dan reformasi birokrasi. Teten menjelaskan, berkaca dari populasi generasi milenial, generasi Z, dan generasi post gen Z mencapai 64,69% dari total 270,20 juta jiwa penduduk. Maka, perempuan anak muda dan ekonomi hijau akan menjadi penggerak ekonomi ke depan. Kepemimpinan Indonesia di G20 juga disebut menjadi momentum pemulihan transformatif. "Oleh sebab itu 70% dari prioritas program ke depan akan menyasar langsung pelaku UMKM dan koperasi anak muda, perempuan dan fokus untuk mendukung pengembangan usaha yang ramah lingkungan," jelasnya. Kemudian, pemulihan transformatif kedua ialah mendorong pembiayaan UMKM dan koperasi bergeser dari sektor perdagangan ke sektor riil. Teten menjelaskan, melalui sektor riil pembukaan lapangan pekerjaan akan lebih luas dan memperkuat kemandirian pangan nasional.(ASl/Red/MP).

















