- Kisah Inspiratif Dwi Suswanti Raih Gelar Doktor, Meski Sang Ibu Tak Lulus SD
- 174 Pelajar Ikuti Persami KKRI 2026 di Menarhanud 10/ABC.
- Rampas Mobil Taksi Online, Pelaku Berhasil Dibekuk Jatanras PMJ di Rangkasbitung
- Disambut Pangkogabwilhan II Marsdya TNI Muzafar, Komisi I DPR RI Tegaskan Komitmen Dukung Alutsista dan Kesejahteraan Prajurit.
- Kantah Kabupaten Tangerang Serahkan 8 Sertipikat Aset BMN untuk Dukung Pembangunan Jalan Tol Tangerang–Merak.
- Sinergi Koramil dan Komduk Gelar Patroli Jaga Kondusifitas Wilayah Binaan.
- Kementerian UMKM Fasilitasi 1.000 Pengusaha Mikro di Sumatera Barat
- Kodim 0506/Tgr Sosialisasikan Penerimaan Secaba dan Secata PK TNI AD Gelombang I TA 2027, Tegaskan Gratis Tanpa Biaya.
- Kantor Pertanahan Kabupaten Pandeglang Dorong Percepatan Sertipikasi Tanah, Aset Pemda, dan Tanah Wakaf.
- Sertu Suparman Ajak Warga Tingkatkan Kewaspadaan Hadapi Musim Kemarau.
Dewas BPJS 2026-2031 Terpilih, Forum Jamsos Minta Pengawasan Jangan Formalitas

Keterangan Gambar : Koordinator Forum Jamsos, KRH HM Jusuf Rizal, SH, menegaskan Dewas tidak boleh hanya menjadi jabatan formalitas
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta – Forum Jaminan Sosial (Jamsos) Lintas Federasi dan Konfederasi mengingatkan agar Dewan Pengawas (Dewas) BPJS Ketenagakerjaan maupun BPJS Kesehatan benar-benar menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal.
Koordinator Forum Jamsos, KRH HM Jusuf Rizal, SH, menegaskan Dewas tidak boleh hanya menjadi jabatan formalitas dengan fasilitas mewah, namun minim kerja nyata.
“Forum Jamsos berharap para Dewas yang terpilih benar-benar fokus. Jangan setelah terpilih hanya makan gaji buta. Kerjanya tidak maksimal, tapi memperoleh gaji dan fasilitas mewah,” tegas Jusuf Rizal saat menjawab pertanyaan media di Jakarta, Jum'at, (6/2).
Baca Lainnya :
- BNI Hadirkan Promo dan Kemudahan Transaksi di MotoGP Mandalika 2026
- BNI Perkuat Layanan Digital Emerald dan Private lewat wondr by BNI
- BNI Tawarkan SBR015 lewat wondr, Imbal Hasil hingga 6,85% dan Cashback hingga Rp15 Juta
- Peringati HUT TNI Ke-81, Danrem Olahraga Bersama 2000 Masyarakat.
- Kolaborasi BNI dan IAS, Layanan Pendampingan Bandara Kini dalam Genggaman
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul terpilihnya Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan untuk periode 2026–2031.
Susunan Dewas BPJS Periode 2026–2031
Dewas BPJS Ketenagakerjaan:
Dedi Hardianto (KSBSI)
Ujang Romli (KSPSI Jumhur)
Sumarjono Saragih (Apindo Palembang)
Abdurahman Lahabato (Kadin)
dr Alif Noeryanto Rahman (Tokoh Masyarakat)
Dewas BPJS Kesehatan
Afif Johan (KSPSI Andi Gani)
Stevanus Adrianto Passat (KSPN Ristadi)
Paulus Agung Pambudi (Apindo)
dr Sunarto (Kadin)
Lula Kamal (Tokoh Masyarakat)
Dana Rp860 Triliun Dinilai Rawan Kebocoran
Jusuf Rizal yang juga dikenal sebagai aktivis anti-korupsi menyoroti besarnya dana yang dikelola BPJS Ketenagakerjaan.
“BPJS Ketenagakerjaan akan mengelola dana sekitar Rp860 triliun. Jika tanpa pengawasan ketat, kebocoran bisa terjadi,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan adanya pengalaman kerugian besar akibat dugaan salah kelola di masa lalu. “Sebelumnya karena mismanajemen BPJS Ketenagakerjaan tekor Rp40 triliun. BPJS Kesehatan juga pernah dikorupsi Rp20 miliar. Belum lagi kasus lainnya,” tambahnya.
Dewas Diminta Turun ke Lapangan
Forum Jamsos menilai pengawasan tidak cukup dilakukan dari balik meja. Dewas harus aktif turun langsung ke lapangan untuk melihat persoalan nyata.
Menurut Jusuf Rizal, beberapa titik lemah yang perlu menjadi perhatian antara lain:
Rendahnya peningkatan peserta BPU (Bukan Penerima Upah) di BPJS Ketenagakerjaan
Sistem IT yang dinilai belum maksimal
Lemahnya pengawasan pelayanan kesehatan di BPJS Kesehatan
Dugaan permainan rumah sakit yang memicu kebocoran anggaran
“Dewas harus turba, jangan hanya syuur sendiri. Kalau tidak, kebocoran akan terus terjadi,” katanya.
Forum Jamsos Waspadai Direksi BPJS “Hasil Oplosan”
Selain Dewas, Jusuf Rizal juga menyinggung proses penetapan Direksi BPJS yang masih menunggu keputusan Presiden Prabowo Subianto.
Ia menekankan agar Direksi yang dipilih tidak berasal dari kompromi atau intervensi politik.
“Jangan ada Direksi hasil oplosan. Kalau sampai terjadi intervensi dari rekomendasi pansel, Forum Jamsos pasti akan kritisi,” tegasnya.
Dewas Dinilai Punya Rekam Jejak Baik
Meski kritis, Jusuf Rizal menyebut figur-figur Dewas terpilih memiliki rekam jejak yang cukup baik dan diharapkan dapat diandalkan. “Dari rekam jejak mudah-mudahan bisa diandalkan,” ujarnya.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).



.jpg)





.jpg)






