- ICX Jakarta 2026 Resmi Dibuka, Tumbuhkan Ekosistem dan Industri Kopi Indonesia
- Kepala BKPSDM Majalengka Tegaskan PPPK Paruh Waktu Tak Dirumahkan
- Wabup Felix Tegaskan Komitmen Barito Utara Selaraskan Pembangunan dengan Prioritas Nasional
- Lima Fraksi DPRD Barito Utara Sampaikan Pemandangan Umum atas Raperda Perubahan APBD 2026
- Perubahan APBD 2026 Mulai Dibahas, DPRD Barito Utara Tekankan Kebersamaan
- Karhutla Barito Utara Meningkat, 182 Kejadian dan 405 Hotspot Tercatat hingga Agustus
- Rakor Pembangunan, Bupati Tekankan APBD Harus Tepat Sasaran dan Berdampak
- Polres Majalengka Gaspol Edukasi AI, 102 Siswa SMKN 1 Maja Dibekali Literasi Digital
- Sebanyak 47 Personel Kodim 0808 Terima Tugas Pindah Satuan Asimilasi YTP Dan BTP Tahap IV TA. 2026
- KKN Unma Berakhir, Desa Mekarjaya Didorong Lanjutkan Program Pemberdayaan
Dewas BPJS 2026-2031 Terpilih, Forum Jamsos Minta Pengawasan Jangan Formalitas

Keterangan Gambar : Koordinator Forum Jamsos, KRH HM Jusuf Rizal, SH, menegaskan Dewas tidak boleh hanya menjadi jabatan formalitas
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta – Forum Jaminan Sosial (Jamsos) Lintas Federasi dan Konfederasi mengingatkan agar Dewan Pengawas (Dewas) BPJS Ketenagakerjaan maupun BPJS Kesehatan benar-benar menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal.
Koordinator Forum Jamsos, KRH HM Jusuf Rizal, SH, menegaskan Dewas tidak boleh hanya menjadi jabatan formalitas dengan fasilitas mewah, namun minim kerja nyata.
“Forum Jamsos berharap para Dewas yang terpilih benar-benar fokus. Jangan setelah terpilih hanya makan gaji buta. Kerjanya tidak maksimal, tapi memperoleh gaji dan fasilitas mewah,” tegas Jusuf Rizal saat menjawab pertanyaan media di Jakarta, Jum'at, (6/2).
Baca Lainnya :
- Sosialisasi Digital BPJS Ketenagakerjaan Lewat Zoom, Dwi Paparkan Manfaat Program Lapak Asik
- Kinerja BNI Melesat, Transformasi Digital dan BRAVE Jadi Motor Pertumbuhan
- Momentum 8 Dekade BNI, Transformasi Perkuat Kinerja dan Daya Saing
- Tak Sekadar Santunan, Pemkot Tangerang Dorong Penerima Manfaat BPJS Ketenagakerjaan Lebih Produktif
- Pasangan Muda Indonesia Bersinar di Macau Open 2026, BNI dan PBSI Petik Hasil Pembinaan Jangka Panjang
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul terpilihnya Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan untuk periode 2026–2031.
Susunan Dewas BPJS Periode 2026–2031
Dewas BPJS Ketenagakerjaan:
Dedi Hardianto (KSBSI)
Ujang Romli (KSPSI Jumhur)
Sumarjono Saragih (Apindo Palembang)
Abdurahman Lahabato (Kadin)
dr Alif Noeryanto Rahman (Tokoh Masyarakat)
Dewas BPJS Kesehatan
Afif Johan (KSPSI Andi Gani)
Stevanus Adrianto Passat (KSPN Ristadi)
Paulus Agung Pambudi (Apindo)
dr Sunarto (Kadin)
Lula Kamal (Tokoh Masyarakat)
Dana Rp860 Triliun Dinilai Rawan Kebocoran
Jusuf Rizal yang juga dikenal sebagai aktivis anti-korupsi menyoroti besarnya dana yang dikelola BPJS Ketenagakerjaan.
“BPJS Ketenagakerjaan akan mengelola dana sekitar Rp860 triliun. Jika tanpa pengawasan ketat, kebocoran bisa terjadi,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan adanya pengalaman kerugian besar akibat dugaan salah kelola di masa lalu. “Sebelumnya karena mismanajemen BPJS Ketenagakerjaan tekor Rp40 triliun. BPJS Kesehatan juga pernah dikorupsi Rp20 miliar. Belum lagi kasus lainnya,” tambahnya.
Dewas Diminta Turun ke Lapangan
Forum Jamsos menilai pengawasan tidak cukup dilakukan dari balik meja. Dewas harus aktif turun langsung ke lapangan untuk melihat persoalan nyata.
Menurut Jusuf Rizal, beberapa titik lemah yang perlu menjadi perhatian antara lain:
Rendahnya peningkatan peserta BPU (Bukan Penerima Upah) di BPJS Ketenagakerjaan
Sistem IT yang dinilai belum maksimal
Lemahnya pengawasan pelayanan kesehatan di BPJS Kesehatan
Dugaan permainan rumah sakit yang memicu kebocoran anggaran
“Dewas harus turba, jangan hanya syuur sendiri. Kalau tidak, kebocoran akan terus terjadi,” katanya.
Forum Jamsos Waspadai Direksi BPJS “Hasil Oplosan”
Selain Dewas, Jusuf Rizal juga menyinggung proses penetapan Direksi BPJS yang masih menunggu keputusan Presiden Prabowo Subianto.
Ia menekankan agar Direksi yang dipilih tidak berasal dari kompromi atau intervensi politik.
“Jangan ada Direksi hasil oplosan. Kalau sampai terjadi intervensi dari rekomendasi pansel, Forum Jamsos pasti akan kritisi,” tegasnya.
Dewas Dinilai Punya Rekam Jejak Baik
Meski kritis, Jusuf Rizal menyebut figur-figur Dewas terpilih memiliki rekam jejak yang cukup baik dan diharapkan dapat diandalkan. “Dari rekam jejak mudah-mudahan bisa diandalkan,” ujarnya.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).


.jpg)













