- Perkuat Ukhuwah, Subling ke-45 di Masjid Al-Mustaqim Dihadiri Ratusan Jamaah
- Pengurus Ranting Muslimat NU Desa Tumpang Kecamatan Talun Menggelar Pengajian dan Santunan Yatim Piatu
- Angkat Destinasi Wisata, Tan Ngi Hing Perjuangkan Akses Jembatan Garuda
- Mempererat Hubungan Kekeluargaan, PDI Perjuangan Buka Dapur Umum
- PTPN I Percepat Transformasi Digital dan Tata Kelola, Abdul Rivai Ras: Perkebunan Harus Berdaya Saing Global
- SDN Mirat III Ambruk, Mendadak Dapat Revitalisasi Rp 1 Miliar
- Menkop Ziarah ke Makam Bung Hatta dalam Rangkaian Menuju Puncak Harkopnas ke-79
- Bulog Andalkan Beras Kita sebagai Identitas Baru Beras Nasional, Target 2 Juta Ton
- Model Kemitraan PTPN I di Jember Dongkrak Pendapatan Petani dan Ekspor Tembakau
- Pakar Hukum Trisakti: Ancaman terhadap Polisi Saat Bertugas Tak Bisa Ditoleransi
Kakanwil Kamenag Provinsi Banten Resmikan MTsN 8 Tangerang
Simbol Kerukunan dan Pelestarian Adat Budaya

Keterangan Gambar : Kirab
MEGAPOLITANPOS. COM, Blitar - Dalam rangka melestarikan adat budaya jawa warisan nenek moyang serta menunjang kepariwisataan, wahana wisata edukasi kampung cokelat desa Plosorejo kecamatan Kademangan kembali menggelar agenda spektakuler kirab tumpeng yang disusun dengan ornamen ketupat pada Sabtu ( 28/03/26 ). Ini merupakan moment rutin di gelar pada lebaran ketupat, kalender tahunan wahana edukasi wisata kampung cokelat.
Tradisi yang kental dengan nuansa relegius ini memiliki pesona yang luar biasa,hingga menyita ribuan wisatawan luar dan dalam negeri, tak kurang dari 7.000 ketupat disiapkan dalam kegiatan tersebut, jumlah tersebut menyesuaikan jumlah jamaah pengajian yang turut memeriahkan rangkaian acara.
Reditya Ansori, Divisi Ouality Assurance atau Penjaminan Mutu Kampung Coklat, menyampaikan bahwa Kirab Ketupat Coklat merupakan manifestasi nilai spiritual yang dipadukan dengan pelestarian budaya le' Ketupat - ketupat ini menjadi simbol kebersamaan sekaligus wujud rasa syukur setelah menjalani ibadah di bulan suci Ramadan.
Baca Lainnya :
- Perkuat Ukhuwah, Subling ke-45 di Masjid Al-Mustaqim Dihadiri Ratusan Jamaah
- Pengurus Ranting Muslimat NU Desa Tumpang Kecamatan Talun Menggelar Pengajian dan Santunan Yatim Piatu
- Angkat Destinasi Wisata, Tan Ngi Hing Perjuangkan Akses Jembatan Garuda
- Mempererat Hubungan Kekeluargaan, PDI Perjuangan Buka Dapur Umum
- PTPN I Percepat Transformasi Digital dan Tata Kelola, Abdul Rivai Ras: Perkebunan Harus Berdaya Saing Global
“Kampung Coklat ini kental dengan tradi. religius sebagai bagian dari nguri-nguri budaya leluhur. Setiap tahun kami menghadirkan inovasi, salah satunya dikolaborasikan dengan pengajian rutin Sabtu pagi.
Selain mendukung Sapta Pesona wisata, masih ungkap Reditya Ansori kirap tumpeng gunungan ketupat lebih dimaknai sebagai simbol kebersihan hati, saling memaafkan, serta mempererat tali silaturahmi antar warga.
" Lebih dari itu kirab gunungan atau tumpengnlan ketupat ini untuk memperkuat identitas budaya lokal sekaligus memperkenalkan kekhasan ampung coklat kepada masyarakat luas,"tuturnya.
Pesta arak arakan tumpeng ketupat pagi itu sempat dihadirivBupati Blitar Rijanto MM, orang nomor satu Pemkab Blitar ini sangat mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia juga menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah kepada seluruh masyarakat.
“Saya atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Blitar mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin,” tuturnya.
Bupati menegaskan, Kirab Ketupat Coklat bukan sekadar kegiatan tahunan, melainkan memiliki nilai budaya dan kebersamaan yang mendalam. Ia berharap kegiatan ini terus dilestarikan sebagai bagian dari identitas daerah sekaligus daya tarik wisata di Kabupaten Blitar. ( za/mp )

















