- Babak Baru DPRD Majalengka, Sandi Fahmi Resmi Jadi Wakil Rakyat
- 7 Tersangka Diciduk, Narkoba Diduga Menyasar Pekerja Industri
- Knalpot Brong Disulap Jadi Patung Maung, Pesan Polisi untuk Warga
- Kementerian UMKM Perluas Akses Pembiayaan Non-KUR melalui SHAT
- Kantah Kabupaten Tangerang Laksanakan Pembayaran Ganti Kerugian 27 Bidang Tanah
- Wujud Nyata Jaga Keamanan Warga, Babinsa Patroli Malam.
- SMESCO Luncurkan SIAP 2026, Dorong UMKM Naik Kelas dan Tembus Pasar Global
- Aksi 30 September, Ojol Tolak Turbo Maxim dan Tegaskan Ingin Tetap Jadi Mitra
- Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali Asian Games 2026, BNI Apresiasi Pembinaan PBSI
- Menkop: Penempatan Manajer KDKMP untuk Pemerataan SDM di Seluruh Wilayah
Maryono: Mitigasi Risiko Sejak Dini adalah Langkah Nyata Implementasi Good Governance

MEGAPOLITANPOS.COM Kota Tangerang - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus memperkuat komitmen dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah melalui penguatan kapasitas pengelolaan risiko pada perencanaan dan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono Hasan, secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Pengelolaan Risiko Program APBD Tahun 2025, yang diikuti oleh para Kepala Perangkat Daerah, Kepala Bidang, Kasubag Perencanaan, serta perwakilan kecamatan se-Kota Tangerang.
Dalam sambutannya, Maryono, menegaskan bahwa pengelolaan risiko yang efektif merupakan elemen penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih (good governance).
Baca Lainnya :
- Babak Baru DPRD Majalengka, Sandi Fahmi Resmi Jadi Wakil Rakyat
- 7 Tersangka Diciduk, Narkoba Diduga Menyasar Pekerja Industri
- Knalpot Brong Disulap Jadi Patung Maung, Pesan Polisi untuk Warga
- Dua Pelajar Majalengka Bikin Gebrakan di PENTAS PAI Jabar 2026
- Mang Jemy Maju Pilkades Burujul Wetan, Bawa Misi Desa Sejahtera
“Salah satu upaya preventif untuk mencegah terjadinya penyimpangan atau praktik korupsi dalam penyelenggaraan pemerintahan adalah dengan memperkuat pengelolaan risiko secara terstruktur dan sistematis,” ujarnya.
Ia menambahkan, identifikasi, analisis, serta mitigasi risiko secara dini akan mempermudah proses pencapaian target pembangunan yang telah ditetapkan, dengan prinsip efisiensi, akuntabilitas, dan transparansi.
“Dokumen hasil pengelolaan risiko ini bukan hanya sebagai alat evaluasi, melainkan juga sebagai dasar dalam pengambilan keputusan, penyusunan kebijakan, hingga peningkatan kinerja organisasi secara berkelanjutan,” lanjut Maryono.
Diakhir sambutannya, Maryono, mengajak seluruh perangkat daerah untuk lebih proaktif dan bertanggung jawab dalam memastikan anggaran daerah dikelola secara optimal.
“Kita semua memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan setiap rupiah yang digunakan dapat membawa manfaat nyata bagi masyarakat. Pengelolaan risiko yang baik akan menjadi fondasi utama agar setiap program berjalan tepat sasaran, sesuai rencana, dan berdampak positif bagi kesejahteraan warga Kota Tangerang,” pungkasnya. ** (Jhn)




.jpg)



.jpg)







