- Menkop: Penempatan Manajer KDKMP untuk Pemerataan SDM di Seluruh Wilayah
- Meriahkan HUT ke-7, Kogabwilhan II Gelar Olahraga Bersama dan Aksi Sosial.
- Babinsa Ajak Warga Perkuat Keamanan dan Kerukunan Wilayah.
- Tradisi Korps, Kodim 0510/Tigaraksa Terima Warga Baru Letkol Inf Yudha Fuady Putra.
- Kodim 0506/Tgr Lalui Koramil Jajaran Salurkan Bantuan Air Bersih Paada Masyarakat.
- Apresiasi Wajib Pajak Teladan Bupati Blitar Rijanto Anugerahkan BliTaX Award 2026.
- Kodim 0808/Blitar Lakukan Droping Air Bersih Untuk Warga Sumberagung Panggungrejo.
- Fraksi DPRD Mulai Bedah RAPBD Barito Utara 2027, Arah Anggaran Jadi Sorotan
- Presiden Prabowo Minta Layanan BPJS Kesehatan Ditingkatkan, Antrean Pasien Harus Lebih Singkat
- Sambut Hari Kesaktian Pancasila, Petugas PPSU Bersihkan Monumen Pancasila Sakti
Kesbangpol Kota Tangerang, Gelar Sosialisasi Wawasan Kebangsaan Upaya Cegah Radikalisme Di MedSos

Keterangan Gambar : Kesbangpol Kota Tangerang, Gelar Sosialisasi Wawasan Kebangsaan Upaya Cegah Radikalisme Di MedSos
MEGAPOLITANPOS.COM, KOTA TANGERANG-Kesbangpol Kota Tangerang, Gelar Sosialisasi Wawasan Kebangsaan Upaya Cegah Radikalisme Di Media Sosial (MedSos) untuk para pelajar. Upaya memperkuat persatuan dan mencegah penyebaran paham radikalisme di tengah ancaman disintegrasi bangsa, terutama melalui media sosial. Kegiatan ini berlangsung dengan antusias dan melibatkan berbagai unsur pemerintah, akademisi, serta organisasi kepemudaan
Acara yang di hadiri. Oleh perwakilan Kemenko Polhukam sebagai narasumber, Cecep Supriyadi. Deni Koswara Asda 1 Kota Tangerang. Ketua Komisi 1 DPRD Kota Tangerang, H. Junadi dari Fraksi Partai Gerindra. Perwakilan akademisi dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Iswanda, Banser, Organisasi Kepemudaan, perwakilan beberapa sekolah, BPPI Pancasila, serta Paskibra Indonesia di bawah komando, Bang Wildan. Minggu (30/11/2025).
Dalam sambutannya, Kepala Badan Kesbangpol Kota Tangerang, Teguh Supriyanto S.Sos.,MAp, mengatakan. Sosialisasi Kebangsaan ini bertema "Cegah Radikalisme Di MenSos" untuk pelajar, katanya.
Baca Lainnya :
- Dua Pelajar Majalengka Bikin Gebrakan di PENTAS PAI Jabar 2026
- Mang Jemy Maju Pilkades Burujul Wetan, Bawa Misi Desa Sejahtera
- Menhan Sjafrie Cek Yonif TP 338 di Majalengka, Prajurit Diminta Siap
- KNPI Majalengka Buka 2.789 Lowongan, 2.500 Pencari Kerja Bergerak
- Bupati Eman Gebrak Ronda Majalengka, Desa Aktif Bakal Diganjar Hadiah

"Perlunya penguatan kita dalan wawasan kebangsaan bagi pelajar di era digital. Ia mengingatkan bahwa radikalisme kini menyasar ke generasi muda melalui media sosial, sehingga diperlukan literasi digital serta pemahaman nilai-nilai Pancasila," ucapnya.
lanjutnya. Pemerintah Kota Tangerang melalui Kesbangpol, akan terus memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini untuk pemuda pelajar, upaya ini sebagai bagian dari pembinaan pemuda pelajar kita di Kota Tangerang sebagai kunci penguat Wawasan Kebangsaan, Lanjut teguh.
Ditempat yang sama, Perwakilan dari Kemenkopolhukam RI, Cecep Supriyadi, menyampaikan. Bahwa pelajar harus mampu menjadi agen perubahan yang memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan konten positif dan mencegah propaganda radikal. Ia menegaskan bahwa kehati-hatian dalam menerima informasi menjadi benteng awal mencegah pengaruh radikalisme.
Hal yang sama pun di katakan, Ketua Komisi satu. H.Junadi dari Fraksi Partai Gerindra . "Saya mengajak pelajar untuk terus berperan aktif menjaga persatuan. Ini saya sampaikan pentingnya penerapan regulasi daerah terkait pencegahan narkotika dan radikalisme," Katanya.

Menurutnya, Penjelasan di Perda No. 1 Tahun 2023 tentang P4PN (Pemberantasan dan Pencegahan Peredaran Narkotika) dan Perda No. 11 Tahun 2023, yang menjadi payung hukum penguatan pencegahan narkotika di daerah. Ke depan kita akan dibentuk **agen-agen sekolah** yang bertugas memberikan edukasi kepada para siswa mengenai bahaya narkotika maupun radikalisme, imbuhnya
Perlu diketahui dalam Wawasan Kebangsaan ini. Kegiatan yang di gelar oleh Kesbangpol Kota Tangerang menjadi momentum penting bagi pelajar Kota Tangerang untuk semakin memahami ancaman disintegrasi dan bahaya radikalisme. Dengan adanya kolaborasi Pemerintah, Akademisi, Organisasi Kepemudaan, dan Sekolah, diharapkan pelajar dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan serta menciptakan ruang digital yang sehat dan bebas dari paham ekstrem. (ADV)




.jpg)











