Destinasi Wisata Bintan Jadi Wadah Promosi Produk UMKM Lokal

By Achmad Sholeh(Alek) 23 Jul 2026, 17:48:53 WIB UMKM
Destinasi Wisata Bintan Jadi Wadah Promosi Produk UMKM Lokal

Keterangan Gambar : Reghi Perdana, saat mengikuti Kunjungan Kerja Reses Komisi VII DPR RI ke Kabupaten Bintan.


MEGAPOLITANPOS.COM, Bintan, Kepulauan Riau – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong penguatan keterhubungan antara sektor pariwisata dan UMKM agar pertumbuhan industri wisata memberikan manfaat ekonomi yang semakin luas bagi pemilik usaha lokal di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau.

Komitmen tersebut disampaikan Staf Ahli Menteri UMKM Bidang Hukum dan Kebijakan Publik, Reghi Perdana, saat mengikuti Kunjungan Kerja Reses Komisi VII DPR RI ke Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, pada Rabu-Kamis (22–23 Juli 2026).

Menurut Reghi, kemajuan sektor pariwisata perlu diikuti dengan semakin besarnya keterlibatan UMKM dalam rantai nilai industri wisata, sehingga peningkatan kunjungan wisatawan dapat berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan usaha masyarakat.

Baca Lainnya :

"Pariwisata memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi UMKM sebagai bagian dari ekosistemnya. Hotel, resort, restoran, pusat oleh-oleh, hingga penyelenggaraan berbagai kegiatan menjadi ruang yang semakin luas bagi pemasaran produk UMKM lokal," ujar Reghi.

Data Pemerintah Kabupaten Bintan menunjukkan daerah tersebut memiliki 55 hotel dan resort serta 219 destinasi wisata yang terdiri atas 131 objek wisata alam, 54 wisata kuliner, 14 wisata religi, 10 sentra cendera mata, lima wisata budaya, tiga wisata pendidikan, dan dua wisata pertanian. Selain itu, terdapat 223 pemilik usaha yang bergerak di 11 subsektor ekonomi kreatif.

Potensi tersebut didukung oleh pertumbuhan kunjungan wisatawan yang terus meningkat. Hingga Mei 2026, jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bintan mencapai 109.090 orang atau meningkat 38,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara tercatat sebanyak 339.425 orang atau tumbuh 15,17 persen.

Reghi menegaskan, keberhasilan pembangunan pariwisata tidak hanya diukur dari meningkatnya jumlah wisatawan, tetapi juga dari besarnya nilai tambah ekonomi yang dinikmati masyarakat melalui keterlibatan UMKM.

"Oleh karena itu, UMKM perlu terus meningkatkan kualitas produk, kapasitas usaha, dan daya saing agar mampu memanfaatkan peluang tersebut secara optimal sekaligus menjadi bagian penting dalam rantai pasok industri pariwisata," katanya.

Guna memperkuat ekosistem tersebut, Kementerian UMKM terus memperluas berbagai program pemberdayaan melalui pendampingan usaha, sertifikasi, akses pembiayaan, digitalisasi, pelatihan, inkubasi bisnis, serta pengembangan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) di Kabupaten Bintan.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Bintan Roby Kurniawan mengapresiasi kunjungan kerja Komisi VII DPR RI sebagai bentuk sinergi mempercepat pembangunan pariwisata daerah. Ia juga menyampaikan sejumlah aspirasi terkait penguatan promosi, konektivitas transportasi, jaringan telekomunikasi, serta sarana-prasarana penunjang kawasan wisata.

Roby menyampaikan, pihaknya meningkatkan daya saing kawasan Bintan melalui pembangunan infrastruktur, promosi, peningkatan sumber daya manusia, dan pengembangan destinasi wisata berkelanjutan yang diperkuat program unggulan One Village One Destination, Event, Product, serta pemberdayaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) berbasis masyarakat.

"Kami berharap dukungan pemerintah pusat terus diperkuat agar Bintan semakin kompetitif sebagai destinasi wisata unggulan nasional maupun internasional. Dengan infrastruktur, promosi, dan aksesibilitas yang semakin baik, kami optimistis sektor pariwisata akan memberikan manfaat ekonomi yang semakin besar bagi masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty menilai Bintan memiliki modal yang kuat untuk berkembang sebagai destinasi wisata berkelas dunia. Selain keindahan alam dan letaknya yang strategis dekat dengan pasar internasional, Bintan juga memiliki kekayaan budaya Melayu, ekonomi kreatif, dan UMKM yang menjadi daya tarik tersendiri.

"Bintan memiliki potensi yang luar biasa. Keindahan alam harus diperkuat dengan infrastruktur, aksesibilitas yang baik, serta pengalaman wisata yang berkesan sehingga mampu meningkatkan daya saing destinasi," katanya.

Melalui kunjungan kerja tersebut, Komisi VII DPR RI berharap dapat merumuskan rekomendasi strategis untuk memperkuat daya saing sektor pariwisata, mempercepat pertumbuhan ekonomi kreatif, serta memperluas partisipasi UMKM dalam rantai nilai industri pariwisata nasional.

Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat diyakini menjadi fondasi penting untuk mewujudkan Bintan sebagai destinasi wisata berkelas dunia yang mampu menghadirkan manfaat ekonomi secara inklusif dan berkelanjutan.

"Kami ingin setiap wisatawan yang datang ke Bintan tidak hanya menikmati destinasi wisatanya, tetapi juga membeli produk UMKM lokal, menikmati kuliner khas daerah, dan mengenal budayanya. Dengan demikian, manfaat ekonomi dari sektor pariwisata dapat dirasakan semakin luas oleh masyarakat," ujar Evita.

Kunjungan kerja tersebut turut dihadiri Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekonomi Kreatif Cecep Rukendi, Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara III Kementerian Pariwisata Indera Dewantho, Wakil Bupati Bintan Deby Maryanti, jajaran Pemerintah Kabupaten Bintan, serta perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).(AS/MP).




  • Semangat Anak Wae Moto Menyala, PNM Peduli Wujudkan Sekolah yang Lebih Aman dan Nyaman

    🕔04:14:43, 23 Jul 2026
  • Klaim Melonjak 344 Persen, BRI Life Perkuat Kemitraan dengan Bali International Hospital

    🕔16:16:50, 23 Jul 2026
  • Destinasi Wisata Bintan Jadi Wadah Promosi Produk UMKM Lokal

    🕔17:48:53, 23 Jul 2026
  • Danantara Tinjau PNM Mojokerto, Perkuat Pemberdayaan 73 Ribu Nasabah Ultra Mikro

    🕔01:12:29, 22 Jul 2026
  • Dari Petani Ikan hingga Program MBG, Ekosistem BMT THS Tumbuh Berkat Dukungan LPDB Koperasi

    🕔11:33:15, 22 Jul 2026