- Ekspor Makanan RI Tembus US$4,49 Miliar, 500 Merek dari 13 Negara Ramaikan SIAL 2026
- Bupati Hasbi Sambut Menhan Sjafrie di Lebak, Yonif TP 840 Diminta Dukung Pembangunan Daerah.
- Hadapi Cuaca Ekstrem, Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi 2026 polres Blitar Apel Siaga Bencana.
- 30 Tahun ke Depan, Sachrudin Siapkan Arah Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan.
- Menjaga Keamanan, Babinsa Dan Komduk Senergi Patroli Malam.
- Polisi Hentikan Penyelidikan Dugaan Pelanggaran Perjanjian Pengalihan Merek, SIAL Food & Drinks Indonesia Sambut Baik
- Dewan Hasrat Minta Program Antinarkoba Berbasis Pemetaan, Anggaran Harus Terukur hingga Hasilnya
- Hasrat PAN Usulkan Lomba Cerita Pendek Bahaya Narkoba, Edukasi Generasi Muda Lewat Media Sosial
- Hasrat Minta SOP Perlindungan Relawan Antinarkoba, Masyarakat Pelapor Jangan Dibiarkan Takut
- Hasrat PAN Dukung Perda P4GN dan Anggaran Antinarkoba, Selamatkan Generasi Muda Barito Utara
Kementerian UMKM Sambut PEWIRA Perkuat Ekosistem Kewirausahaan Nasional

Keterangan Gambar : Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM Riza Damanik
MEGAPOLITANPOS.COM, Bogor – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyambut baik terbentuknya Perhimpunan Pengembang Kewirausahaan (PEWIRA) sebagai mitra strategis dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan nasional sekaligus mempercepat lahirnya wirausaha-wirausaha unggul, khususnya dari kalangan generasi muda.
Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM Riza Damanik mengatakan, kehadiran PEWIRA menjadi langkah penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan dalam meningkatkan rasio kewirausahaan nasional hingga mencapai target 4 persen pada 2029.
"Kementerian UMKM menyambut baik kehadiran PEWIRA sebagai bagian dari upaya mendorong semakin banyak generasi muda Indonesia menjadi wirausaha-wirausaha unggul di masa depan," kata Riza saat menghadiri pengukuhan pengurus PEWIRA di Bogor, Jawa Barat, Senin (27/7).
Baca Lainnya :
- Kementerian UMKM Segera Salurkan Banpres Rehabilitasi Usaha Mikro Terdampak Bencana Sumatera
- Kementerian UMKM Percepat Pemulihan Wirausaha Terdampak Bencana di Sumatera
- Kementerian UMKM Terapkan Program Pemulihan Terintegrasi bagi UMKM Terdampak Bencana di Sumatera
- Kementerian UMKM Perkuat Pemulihan UMKM Aceh melalui Akses Pasar Digital dan Dukungan Pengembangan Usaha
- Kementerian UMKM Kembangkan Ekosistem Digital bagi UMKM Pascabencana
Menurut Riza, pembangunan ekosistem kewirausahaan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri. Diperlukan sinergi yang kuat dengan berbagai pihak, mulai dari lembaga inkubator bisnis, perguruan tinggi, dunia usaha, hingga organisasi profesi yang memiliki kompetensi dalam pengembangan kewirausahaan.
"Karena itu, kehadiran PEWIRA sebagai organisasi profesi pengembang kewirausahaan diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah. Kami berharap kolaborasi ini dapat mempercepat pencapaian target rasio kewirausahaan nasional sebesar 4 persen pada 2029," katanya.
Riza menambahkan, pengukuhan kepengurusan PEWIRA juga menjadi momentum untuk memperkuat kapasitas Pejabat Fungsional Pengembang Kewirausahaan (JF PKWU) melalui kegiatan peningkatan kompetensi bertema "Inkubator sebagai Pusat Pengembangan Kewirausahaan".
Menurutnya, penguatan kompetensi tersebut penting agar para pengembang kewirausahaan memiliki kemampuan yang semakin relevan dalam membangun, mengelola, dan mengembangkan inkubator daerah sebagai bagian dari penguatan ekosistem kewirausahaan nasional.
"Melalui peningkatan kapasitas ini, kami ingin memastikan para JF PKWU memiliki kompetensi yang terus berkembang sesuai kebutuhan di lapangan. Mereka diharapkan menjadi sumber daya manusia yang profesional, adaptif terhadap perubahan, mampu memperkuat tata kelola inkubator daerah, serta mendampingi UMKM agar tumbuh menjadi wirausaha yang tangguh dan naik kelas," ujar Riza.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum PEWIRA Wientor Rah Mada menegaskan komitmen organisasinya untuk mendukung agenda pemerintah dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan nasional.
"Kita memiliki target bersama untuk mencapai rasio kewirausahaan nasional sebesar 4 persen pada 2029. Itu menjadi prioritas utama bagi kami. Namun, untuk mencapainya, organisasi ini harus terus meningkatkan kapasitas para pengembang kewirausahaan agar mampu memberikan pendampingan yang semakin berkualitas," ujarnya.
Wientor menjelaskan, saat ini terdapat sekitar 505 Pejabat Fungsional Pengembang Kewirausahaan yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Untuk memperluas jangkauan layanan dan memperkuat koordinasi, PEWIRA akan membentuk kepengurusan di setiap provinsi.
"Saat ini pengurus yang telah terbentuk berjumlah 37 orang. Dalam waktu dekat kami akan melakukan konsolidasi organisasi sekaligus membentuk Dewan Pengurus Wilayah di setiap provinsi sebagaimana arahan dari Bapak Deputi," katanya.
Pada tahun pertama pembentukannya, PEWIRA akan memfokuskan program pada penguatan kapasitas dan kompetensi para anggotanya. Ke depan, organisasi ini diharapkan semakin memperluas kolaborasi dengan Kementerian UMKM dan berbagai pemangku kepentingan untuk mempercepat lahirnya wirausaha baru yang inovatif, tangguh, dan berdaya saing.
PEWIRA merupakan organisasi profesi bagi Pejabat Fungsional Pengembang Kewirausahaan yang dibentuk sesuai amanat Peraturan Menteri PANRB Nomor 43 Tahun 2022 dan Peraturan Menteri Koperasi dan UKM Nomor 3 Tahun 2023.
Kedua regulasi tersebut menegaskan pentingnya organisasi profesi yang mampu memperkuat koordinasi, meningkatkan kompetensi, menyalurkan aspirasi, serta memperluas jejaring kolaborasi antarpengembang kewirausahaan di seluruh Indonesia.
Berlandaskan nilai profesionalisme, kemandirian, keswadayaan, kekeluargaan, dan gotong royong, PEWIRA diharapkan menjadi wadah yang memperkuat kualitas sumber daya manusia pengembang kewirausahaan sekaligus mendukung terwujudnya ekosistem kewirausahaan nasional yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan.(AS/JO).



.jpg)
.jpg)





.jpg)





