- Ekspor Makanan RI Tembus US$4,49 Miliar, 500 Merek dari 13 Negara Ramaikan SIAL 2026
- Bupati Hasbi Sambut Menhan Sjafrie di Lebak, Yonif TP 840 Diminta Dukung Pembangunan Daerah.
- Hadapi Cuaca Ekstrem, Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi 2026 polres Blitar Apel Siaga Bencana.
- 30 Tahun ke Depan, Sachrudin Siapkan Arah Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan.
- Menjaga Keamanan, Babinsa Dan Komduk Senergi Patroli Malam.
- Polisi Hentikan Penyelidikan Dugaan Pelanggaran Perjanjian Pengalihan Merek, SIAL Food & Drinks Indonesia Sambut Baik
- Dewan Hasrat Minta Program Antinarkoba Berbasis Pemetaan, Anggaran Harus Terukur hingga Hasilnya
- Hasrat PAN Usulkan Lomba Cerita Pendek Bahaya Narkoba, Edukasi Generasi Muda Lewat Media Sosial
- Hasrat Minta SOP Perlindungan Relawan Antinarkoba, Masyarakat Pelapor Jangan Dibiarkan Takut
- Hasrat PAN Dukung Perda P4GN dan Anggaran Antinarkoba, Selamatkan Generasi Muda Barito Utara
KUMITRA Jambore 2026 Perkuat Kemitraan UMKM dan Rantai Pasok Nasional

Keterangan Gambar : Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza
MEGAPOLITANPOS.COM,Bandung, Jawa Barat – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menggelar KUMITRA Jambore 2026 bertajuk Bertemu, Bermitra, Bertumbuh sebagai langkah memperkuat kemitraan usaha, memperluas akses pasar, serta mengintegrasikan pengusaha UMKM ke dalam rantai pasok nasional.
Melalui program ini, Kementerian UMKM juga berupaya mendorong lahirnya lebih banyak wirausaha muda yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing.
Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza mengatakan, inisiatif tersebut sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2026 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional yang diperkuat melalui implementasi PRO-KESRA Produktif untuk mendukung terwujudnya 10 juta penduduk berusaha dan bekerja.
Baca Lainnya :
- Kementerian UMKM Segera Salurkan Banpres Rehabilitasi Usaha Mikro Terdampak Bencana Sumatera
- Jambore Kumitra 2026, Kementerian UMKM Perluas Akses Modal dan Pasar di Kalimantan Selatan
- Kementerian UMKM Terapkan Program Pemulihan Terintegrasi bagi UMKM Terdampak Bencana di Sumatera
- Kementerian UMKM Perkuat Pemulihan UMKM Aceh melalui Akses Pasar Digital dan Dukungan Pengembangan Usaha
- Kementerian UMKM Kembangkan Ekosistem Digital bagi UMKM Pascabencana
"Seluruh ekosistem pendampingan, legalitas usaha, pembiayaan, hingga akses pasar kini dipadukan melalui platform SAPA UMKM sebagai pintu masuk layanan terpadu berbasis data yang lebih tepat sasaran," kata Wamen Helvi saat membuka KUMITRA Jambore 2026 sekaligus memberikan Kuliah Umum di Universitas Sangga Buana YPKP, Bandung, Rabu (29/7).
Menurutnya, Jawa Barat merupakan salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional dengan potensi kewirausahaan yang sangat besar. Provinsi ini memiliki sekitar 5,4 juta UMKM yang bergerak di berbagai sektor usaha. Namun, sebagian besar masih berada pada skala mikro, belum memiliki legalitas usaha yang memadai, serta belum terhubung secara optimal dengan pembiayaan, teknologi, pasar, dan rantai pasok.
"Tugas kita bukan hanya menambah jumlah pengusaha, tetapi memastikan pengusaha UMKM dan para wirausaha mampu meningkatkan produktivitas, memperkuat daya saing, memperluas pasar, serta menciptakan lapangan kerja yang berkualitas," katanya.
Melalui proses kurasi produk dan penjajakan kemitraan secara intensif, KUMITRA Jambore 2026 di Kota Bandung berhasil membukukan potensi transaksi dan komitmen kemitraan senilai Rp6,88 miliar.
"Capaian senilai Rp6,88 miliar ini bukan sekadar angka. Ini merupakan bukti bahwa produk pengusaha mikro di Jawa Barat memiliki kualitas, kapasitas, dan peluang untuk menembus pasar yang lebih luas," kata Wamen Helvi.
Ia menegaskan, KUMITRA Jambore 2026 merupakan wujud komitmen pemerintah dalam memperkuat ekosistem usaha mikro melalui perluasan akses pasar, pengembangan kemitraan usaha, serta penguatan rantai pasok nasional yang terintegrasi.
Program KUMITRA dirancang sebagai instrumen akselerasi yang mendorong pengusaha skala mikro naik kelas melalui kolaborasi lintas sektor. Kemitraan tersebut melibatkan dunia usaha, jaringan ritel modern, sektor perhotelan dan pariwisata, industri pengolahan, marketplace, lembaga pembiayaan, hingga perguruan tinggi sehingga tercipta ekosistem usaha yang saling terhubung dan berkelanjutan.
KUMITRA Jambore 2026 diikuti lebih dari 1.000 peserta yang terdiri atas pengusaha skala mikro binaan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat, Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bandung, PLUT UMKM se-Jawa Barat, komunitas UMKM, serta ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Bandung.
"Saya berharap KUMITRA Jambore dan Kuliah Umum di Kota Bandung menjadi titik awal lahirnya kemitraan baru, terbukanya akses pasar yang lebih luas, serta tumbuhnya wirausaha muda yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing tinggi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan," kata Wamen Helvi.
Pada kesempatan tersebut, Wamen Helvi juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kota Bandung, Universitas Sangga Buana YPKP, Bank BJB, serta seluruh mitra strategis yang telah berkolaborasi dalam menyukseskan penyelenggaraan KUMITRA Jambore 2026.(AS/MP).



.jpg)
.jpg)





.jpg)





