- Hadiri Paripurna Pidato Kenegaraan, H Nurul Anwar Sampaikan Harapan untuk Indonesia
- Dengarkan Pidato Kenegaraan, Anggota DPRD, Gun Sri Witanto Tekankan Pentingnya Mengisi Kemerdekaan Dengan Amanah UUD 45
- DPRD Barito Utara Gelar Paripurna Dengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Jelang HUT ke-81 RI
- Menjelang HUT RI ke-81 2026 Legislatif dan Eksekutif Kabupaten Blitar Dengarkan Pidato Presiden Prabowo
- Prabowo Targetkan 30 Ribu Koperasi Merah Putih dan Swasembada Bawang Putih
- Komisi II DPRD Barito Utara Dorong Setiap Desa Miliki Minimal 10 Hektare Kebun Desa
- Komisi III DPRD Fasilitasi Audensi Antara PLN Dengan Keluarga Korban Meninggal Tersengat Listrik
- Naruk Saritani Hadiri Rapat Paripurna Masa Sidang III DPRD Barito Utara
- Anggota DPRD Hadir Dalam Rapat Paripurna Masa Sidang III, Pembahasan Kebijakan Anggaran Barito Utara Berjalan Lancar
- EDRR Indonesia 2026 Dorong Kolaborasi Global untuk Perkuat Ketahanan Bencana Nasional
M Trijanto Calon Anggota DPD Jatim Angkat Bicara Soal Dugaan Permainan Hasil Suara oleh Penyelenggara Pemilu

Keterangan Gambar : Mohammad Trijanto
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Calon Anggota DPD Jawa Timur Mohammad Trijanto merasa heran dengan tabulasi dalam situs KPU untuk suara DPD. Karena jumlah suaranya menjadi turun dalam rekapitulasi DPD Jawa Timur.
Diungkapkan dalam press realis oleh M Trijanto, dalam situs KPU https://pemilu2024.kpu.go.id/pemilu_dpd/hitung-suara hasil perolehan suara Mohammad Trijanto, SH, MH, MM yang juga mencalonkan anggota DPD Jawa Timur turun. Pada hari Senin, (19/02/2024) dalam hitungan satu jam suara Mohammad Trijanto dalam penghitungan versi data situs KPU berkurang 0,03 persen. Pada jam 08.01 WIB suara Mohammad Trijanto 601.466 (4,16 %). Namun saat diakses kembali pada jam 09.01 jumlah suaranya turun menjadi 596.725 (4,13%) yang artinya turun 0,03%.
Turunnya jumlah suara penghitungan dalam tabulasi situs KPU tersebut mendapatkan perhatian serius dari Mohammad Trijanto yang juga merupakan anggota DPD Jatim.
Baca Lainnya :
- Menjelang HUT RI ke-81 2026 Legislatif dan Eksekutif Kabupaten Blitar Dengarkan Pidato Presiden Prabowo
- Komisi III DPRD Fasilitasi Audensi Antara PLN Dengan Keluarga Korban Meninggal Tersengat Listrik
- Gelapkan Mobil Rental, Residivis Kambuhan Dijebloskan ke Sel Tahanan Polres Blitar
- Kapolres Majalengka Gerakkan Jajaran Bagikan 20 Ribu Bendera Merah Putih
- DPR RI, Ateng-Ledia Sosialisasikan Perlindungan Anak di Era Digital
Kepada sejumlah awak media di rumahanya, Selasa (20/02/24) Trijanto mengatakan bahwa dirinya sangat terkejut melihat hasil tabulasi dalam situs KPU. Karena dalam hitungan satu jam jumlah suaranya berkurang menjadi 0,03%.
" Saya heran dengan hasil yang ditampilkan dalam situs KPU yang saya akses. Hanya dalam hitungan satu jam suaranya dalam tabulasi penghitungan untuk DPD Jawa Timur berkurang menjadi 0,03%." Kata Trijanto.
Melihat jumlah suaranya yang turun dalam hitungan satu jam tersebut. Mohammad Trijanto menduga apakah sistem yang di tampilkan oleh situs KPU tersebut mengalami error atau ada dugaan indikasi permainan.
Sampai saat ini Trijanto masih menunggu hasil dari rekapitulasi hasil suara. Karena saat ini jumlah suara yang masuk sesuai data tabel rekapitulasi DPD Jawa Timur masih sekitar 76,96%.
Trijanto menduga bahwa adanya penurunan jumlah suara yang diperolehnya dalam rekapitulasi penghitungan suara untuk DPD Jawa Timur karena ada permainan dalam penghitungan. Bahkan saat ini, Selasa (20/02/24) jumlah suaranya semakin turun hingga 2,24% atau 281.356 suara.
"Saya yakin turunnya suara saya ini diduga ada permainan pihak penyelenggara pemilu. Untuk itu kita akan mengumpulkan bukti terkait dengan salinan C1 yang ada di TPS untuk dijadikan bukti adanya pelanggaran yang dilakukan oleh penyelenggara pemilu dalam hal ini KPU Provinsi Jawa Timur." Ujar Trijanto.
Trijanto berharap nantinya agar ada digital forensik terkait hal itu. Semua calon DPD harus diberi informasi terkait history upload rekapitulasi yang ditampilkan pada website tersebut. Karena dengan melakukan digital forensik nanti bisa dijadikan sebagai salah satu bukti jika ada pelanggaran dalam rekapitulasi.
"Intinya kita hanya butuh keadilan, menginginkan lahirnya senator yang memang berasal dari pilihan rakyat. Tanpa adanya campur tangan untuk menghalalkan segala cara agar bisa mendapatkan suara DPD terbanyak. Saya tetap menghormati siapapun senator yang dipilih rakyat tetapi jangan sampai menggunakan cara yang tidak beretika." Pungkas Trijanto. ** (za/mp)
















