- Perry Warjiyo Mengundurkan Diri dari Jabatan Gubernur Bank Indonesia
- Gathering Orang Tua Camaba FTSL ITB Tahun 2026 Penuh Kekeluargaan
- Kementerian UMKM dan APSKI Perkuat Ekosistem Kewirausahaan Perguruan Tinggi
- Ketua MUI Periuk Apresiasi Dukungan dan Prestasi di Halal Fest ke-2 dan Milad MUI ke-51
- Nurhadi : Mancing Berhadiah Jadikan Moment Terbaik Komunikasi dan Serap Aspirasi Masyarakat
- Mahasiswa Unhas dan Pemkab Bone Perkuat Sinergi melalui Bakti Sosial dan Audiensi Program Pemberdayaan
- Kontes Sapi dan Expo Skala Nasional Piala Bupati Blitar Sukses Tanpa APBD
- Dari Perkebunan ke Energi Bersih, PTPN I Dorong Bioenergi Menuju Net Zero Emission
- Ribuan Warga Padati Senam Massal Barito Utara, Bupati Serahkan Hadiah Utama Sepeda Motor dan Resmikan Futsal Bupati Cup 2026
- Bupati Barito Utara Deklarasikan GERNAS RANA, Perkuat Komitmen Lindungi Anak
Legislator PKS Anis Byarwati: Situasi Global Berpengaruh Pada Pertumbuhan Ekonomi Nasional
.jpg)
Keterangan Gambar : Legislator PKS Anis Byarwati
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I 2024 berada pada level 5,11 persen secara tahunan (_yoy_). Ketua DPP PKS Anis Byarwati menyebut masih ada tantangan atas kondisi ekonomi Indonesia kedepan. Menurut Anis situasinya akan sangat tergantung cara kita merespon situasi global saat ini, sehingga ekonomi domestik mereka bisa tumbuh dengan baik.
"Untuk kawasan ASEAN telatif lebih stabil dan terkendali, bahkan kawasan ASEAN bisa kita katakan sebagai kawasan paling prospektif dibanding kawasan lain di dunia. Saya memperkirakan beberapa negara Asean bisa mencapai pertumbuhan 5-6%. Jadi Indonesia menjadi bagian dari stabilitas dan promosing pertumbuhan ekonomi ASEAN tahun 2024 ini, walaupun bukan yang tetinggi," katanya di Jakarta, Sabtu, (10/5/24).
Baca Lainnya :
- Nurhadi : Mancing Berhadiah Jadikan Moment Terbaik Komunikasi dan Serap Aspirasi Masyarakat
- Destinasi Wisata Bintan Jadi Wadah Promosi Produk UMKM Lokal
- Nurhadi Anggota Komisi IX DPR RI Ingatkan Kepala BGN Baru Lebih Masifkan Program MBG
- Jairi Anggota DPRD Jatim Motifasi Pendamping PKH Kembangkan Industri Kreatif
- KUA-PPAS 2027 Resmi Diserahkan, DPRD Majalengka Siapkan Pembahasan APBD Rp 3,2 Triliun
Anggota DPR RI Komisi XI mengingatkan kondisi ekonomi dan keuangan global sangat memengaruhi ekonomi nasional. "Pasca Covid-19, perekonomian global dihadapkan masalah situasi geopolitik yang eskalatif dibanyak kawasan secara berbarengan, ditambah pelemahan ekonomi China serta kebijakan suku bunga tinggi dari The FED," ungkapnya
Menurut Legislator PKS ini Indonesian sudah merasakan triple horor yang menghantui perekonomian kita saat ini baik itu tingkat inflasi, suku bunga tinggi, dan stagnasi pertumbuhan ekonomi, ditambah melemahnya nilai tukar. "Jika hal ini tidak bisa kita Jika hal ini tidak bisa kita antisapasi, maka dampaknya akan terasa pada sektor riil, daya beli masyarakat dan ujungnya pada pertumbuhan ekonomi yang melambat," ujarnya.
Anis mengungkapan yang semestinya dilakukan kuncinya ialah transisi kekuasaan bisa berjalan baik, Pemerintahan sebelumnya bisa mendelegasikan pekerjaanya kepada Pemerintahan baru nantinya. Pemerintahan kedepan bisa menempatkan figur-figur terbaik dibidangnya, tidak hanya sekedar mengakomodasi kepentingan politik yang akhirnya membebani dan melemahkan Pemerintah sendiri.
"Saya melihat ada dua hal yang harus dibenahi Pemerintah baru, memperkuat kebijakan industri agar memiliki kontribusi yang signifikan terhadap PDB. Kedua, membenahi organisasi dan sistim perpajakan yang menjadi penopang penerimaan negara," tutupnya.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).

.jpg)
.jpg)














