- Kementerian UMKM: Holding Perkebunan Perkuat Rantai Nilai Lada Putih Muntok
- Pemkab Barito Utara Tegaskan Komitmen Perhatikan Kebutuhan Umat
- Bupati Shalahuddin Kukuhkan Paskibraka Barito Utara, Tekankan Disiplin dan Tanggung Jawab
- Lima Kunci Sukses Ala Bupati Shalahuddin
- Wali Kota Blitar : Perluas Layanan Peziarah Makam Bung Karno Buka 24 Jam Sesuaikan Animo Masyarakat
- Ineu Bongkar Alasan Jabar Pinjam Rp 3,4 Triliun di Tengah Defisit
- Dandim Virlani : Pembukaan MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Atasi Kesenjangan Pendidikan di Blitar
- Wali Kota Blitar ; Sekolah Rakyat Terpadu 2 Membuka Harapan Baru Pendidikan Layak dan Memadai
- Segenap Jajaran Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pemerintah Kabupaten Tangerang mengucapkan Dirgahayu Kemerdekaan Indonesia ke -81
- Teken Kesepakatan KUA-PPAS 2027 Legislatif dan Eksekutif Dorong Percepatan pembangunan Kabupaten Blitar
Kualitas Aset Meningkat, BNI Raih Apresiasi Komisi XI DPR RI

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta- Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menyoroti kinerja PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI yang dinilai mampu bertahan dan tumbuh dengan baik di tengah tekanan global.
Selain itu, di tengah gejolak ekonomi dunia, BNI juga tetap berkomitmen menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sebuah langkah berani mengingat penyaluran KUR di situasi tersebut memiliki risiko yang cukup tinggi.
Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengatakan, BNI layak diapresiasi karena tetap tumbuh meski berada dalam situasi ekonomi yang memerlukan kewaspadaan tinggi.
Baca Lainnya :
- Ineu Bongkar Alasan Jabar Pinjam Rp 3,4 Triliun di Tengah Defisit
- Monas Jadi Pusat Pesta Rakyat 17 Agustus 2026, 300 Ribu Kaus dan Jutaan Porsi Kuliner Dibagikan
- Komisi III DPRD Fasilitasi Audensi Antara PLN Dengan Keluarga Korban Meninggal Tersengat Listrik
- Kementerian UMKM Koordinasi Lintas Sektor Perkuat Integrasi Layanan Terpadu SAPA UMKM
- PTPN I Raih Anugerah Mahayuga, Tegaskan Peran Perkebunan bagi Ketahanan Pangan Nasional
"Kinerja BNI perlu diapresiasi, mereka tetap tumbuh di saat kita sedang dalam situasi perlu kewaspadaan," ujar Misbakhun dalam Fokus Group Discussion (FGD) Bank Himbara Bersama Komisi XI DPR dengan tema, 'Global Economic Talk with State-Owned Bank,' di Jakarta, akhir pekan lalu.
Salah satu tantangan utama yang dihadapi BNI, seperti yang disampaikan Misbakhun, adalah menjaga tingkat kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) di level yang sehat.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, BNI mampu menunjukkan perbaikan dalam kualitas aset, dengan mencatatkan penurunan rasio NPL menjadi 2% per Juni 2024, dibandingkan 2,5% pada periode yang sama tahun lalu.
Tak hanya itu, rasio Loan at Risk (LaR) BNI juga mengalami perbaikan signifikan, turun dari 16,1% pada Juni 2023 menjadi 12,3% pada Juni 2024. Perbaikan ini menunjukkan kemampuan BNI dalam menjaga kualitas kredit, meski di tengah ketidakpastian ekonomi.
Meskipun indikator kualitas aset menunjukkan perbaikan yang kuat, BNI terus mengimbanginya dengan penyediaan pencadangan pada level yang cukup untuk mengantisipasi risiko ketidakpastian di masa mendatang.
Hingga Semester I-2024, rasio pembentukan beban Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) terhadap total kredit mencapai 1%, turun dari 1,4% pada tahun sebelumnya.
Tingkat pencadangan tersebut dianggap cukup memadai untuk mengantisipasi risiko ketidakpastian yang masih ada, dengan rasio pencadangan untuk NPL dan LaR masing-masing berada di level 298% dan 48%.
Dari sisi kinerja keuangan, BNI berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp10,7 triliun pada Semester I-2024, tumbuh 3,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pencapaian ini dinilai inline dengan ekspektasi pasar dan menunjukkan komitmen BNI untuk menjaga momentum pertumbuhan positifnya hingga akhir tahun.
Ke depan, BNI optimis dapat mempertahankan pertumbuhan, terutama didukung oleh permintaan kredit yang terus meningkat, terutama di segmen korporasi, serta potensi membaiknya kondisi likuiditas pada semester II 2024 berkat kebijakan moneter dan fiskal yang lebih ekspansif, baik di tingkat domestik maupun global.
Dengan kinerja yang terus membaik, BNI diharapkan dapat terus memainkan peran pentingnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya melalui penyaluran kredit kepada UMKM dan sektor-sektor produktif lainnya. (Lek).










.jpg)






