KKN Unma Berakhir, Desa Mekarjaya Didorong Lanjutkan Program Pemberdayaan

By Sigit 04 Sep 2026, 12:21:12 WIB Jawa Barat
KKN Unma Berakhir, Desa Mekarjaya Didorong Lanjutkan Program Pemberdayaan

Keterangan Gambar : Universitas Majalengka (Unma) di Desa Mekarjaya, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka.


Penulis: Wulan Riyadi, S.E., M.Ak.

MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA – Sebulan mengabdi, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Majalengka (Unma) akhirnya meninggalkan Desa Mekarjaya, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka. Namun, kepulangan mereka menyisakan satu tantangan besar: memastikan program pemberdayaan yang telah dibangun tidak ikut berakhir.

Sejak 13 Juli hingga 14 Agustus 2026, mahasiswa KKN Unma terjun langsung ke tengah masyarakat. Mereka tidak hanya menjalankan program akademik, tetapi mencoba menyentuh sejumlah persoalan nyata yang dihadapi warga, mulai dari penguatan UMKM, lingkungan hingga ketahanan pangan.

Baca Lainnya :

Pelepasan mahasiswa KKN dilaksanakan pada 14 Agustus 2026 oleh Pemerintah Desa Mekarjaya. Momen tersebut menjadi penanda berakhirnya rangkaian pengabdian sekaligus evaluasi atas berbagai program yang telah dijalankan selama satu bulan.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Wulan Riyadi, S.E., M.Ak., turut hadir dalam kegiatan tersebut. Selama pelaksanaan KKN, DPL memberikan arahan dan pendampingan kepada mahasiswa agar berbagai program dapat berjalan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Salah satu gebrakan yang menjadi perhatian adalah program pendampingan UMKM naik kelas. Mahasiswa mendorong pelaku usaha di Desa Mekarjaya agar tidak lagi hanya berpikir soal produksi, tetapi mulai memperhatikan wajah produk dan cara menjualnya di tengah persaingan digital.

Branding, kemasan, identitas usaha, pemasaran digital hingga pemanfaatan e-commerce menjadi bagian dari pendampingan. Langkah tersebut diharapkan membuka peluang bagi produk lokal agar tidak berhenti di pasar sekitar desa.

Di era ketika konsumen semakin terbiasa berbelanja melalui platform digital, kemampuan UMKM beradaptasi menjadi persoalan penting. Karena itu, mahasiswa mencoba memberikan bekal agar pelaku usaha mampu memanfaatkan teknologi sebagai pintu masuk menuju pasar yang lebih luas.

Persoalan lingkungan juga tidak luput dari perhatian. Mahasiswa bersama masyarakat menjalankan program terkait pengelolaan dan pembuangan sampah serta mendorong tersedianya sarana pembuangan yang dapat digunakan masyarakat.

Pesannya sederhana, tetapi dampaknya besar. Kebersihan desa tidak mungkin hanya bergantung pada program sesaat. Kesadaran masyarakat dan keberlanjutan pengelolaan sampah menjadi kunci agar persoalan limbah tidak kembali menjadi masalah setelah mahasiswa pergi.

Program ketahanan pangan turut menjadi bagian dari pengabdian. Mahasiswa mengajak masyarakat memanfaatkan potensi lahan dan sumber daya yang tersedia untuk mendukung kebutuhan pangan sekaligus mendorong kemandirian masyarakat.

Berbagai kegiatan sosial, pendidikan, lingkungan, ekonomi dan pemberdayaan masyarakat juga dilaksanakan selama masa KKN. Program-program tersebut disusun dengan mempertimbangkan potensi dan kebutuhan Desa Mekarjaya.

Bagi mahasiswa, satu bulan di tengah masyarakat menjadi pengalaman yang tidak ditemukan sepenuhnya di ruang kuliah. Mereka belajar membaca persoalan warga, berkomunikasi dengan berbagai kalangan, menyusun program dan bekerja bersama pemerintah desa serta masyarakat.

KKN akhirnya bukan sekadar soal datang, menjalankan kegiatan, kemudian pulang. Ukuran keberhasilannya justru terletak pada apa yang tersisa setelah mahasiswa kembali ke kampus.

Dalam kegiatan pelepasan, Kepala Desa Mekarjaya menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN Unma atas kontribusi yang telah diberikan selama berada di desa.

Pemerintah desa berharap berbagai program yang sudah dijalankan tidak berhenti ketika mahasiswa meninggalkan Mekarjaya. Pengetahuan, keterampilan, sarana dan pengalaman yang telah diberikan diharapkan dapat terus dimanfaatkan serta dikembangkan masyarakat.

Harapan tersebut sekaligus menjadi pekerjaan rumah setelah KKN berakhir. Sebab, program yang bagus akan kehilangan makna jika hanya hidup selama mahasiswa berada di desa.

Kini mahasiswa telah kembali ke kampus. Tetapi UMKM yang mulai mengenal branding dan pemasaran digital, kesadaran mengelola sampah, serta semangat ketahanan pangan diharapkan tetap berjalan di Desa Mekarjaya.

Pelepasan pada 14 Agustus 2026 bukan sekadar seremoni perpisahan. Itu menjadi titik akhir pengabdian mahasiswa sekaligus titik awal bagi masyarakat untuk membuktikan apakah berbagai program yang telah dibangun selama sebulan benar-benar mampu memberikan perubahan.

Mahasiswa boleh pergi. Program boleh berganti. Tetapi manfaat dari pengabdian diharapkan tetap tinggal dan tumbuh bersama masyarakat Desa Mekarjaya.




  • Diduga Adu Kekuatan Antarkelompok, 5 Orang Diamankan Polisi

    🕔18:13:10, 09 Okt 2026
  • 77 Ribu Aduan Bansos Menggunung, Dinsos Majalengka Disorot

    🕔19:39:00, 07 Okt 2026
  • Polisi Turun Tangan, Harga Beras di Majalengka Dipantau Ketat

    🕔10:10:42, 06 Okt 2026
  • Polisi Bongkar Curat di Maja, Pelaku Ditangkap di Sumedang

    🕔12:45:35, 05 Okt 2026
  • Cari Sensasi Berujung Bui, 3 Pemuda Majalengka Ditahan Polisi

    🕔12:13:27, 05 Okt 2026