- Andi Lala Kembali Nahkodai Forwat, Tekankan Indipenden dan Solidaritas Wartawan.
- Jalan Sehat HPN 2026 Wujudkan Kebulatan Tekad Bina Jasmani dan Rokhani .
- Patrolinya Babinsa Dan Komduk Wujudkan Wilayah Aman Dan Kondusif.
- Kepala Kanwil Kemenag Banten Amrullah Tutup kegiatan Optimasi Anggaran 2027.
- Bank Jakarta dan None Jakarta 2026 Soroti Pentingnya Kesehatan Finansial dan Fisik
- OJK Apresiasi Bank Jakarta dalam Mendorong Inklusi Keuangan Lewat FinFest 2026
- Rp 1,27 Miliar Revitalisasi SDN Cikaracak III, Siswa Harap Lebih Nyaman
- Penguatan Moderasi Beragama dan Ekoteologi, Kakanwil Kemenag Banten Tekankan Konsep 4K.
- Hari Santri, Kakanwil Kamenag Banten Silaturhami Ke Abuya Muhtadi.
- Hadiri Sosialisasi pembangunan Jembatan Lemo, Ketua DPRD Harapakan Dukungan Semua Pihak
Kepala Desa Akhsan Disorot, Tiga Ekskavator Gali Tanah Cibogo

Keterangan Gambar : Aktivitas galian tanah di Blok Cibogo, Desa Burujul Kulon, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka.
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Aktivitas galian tanah di Blok Cibogo, Desa Burujul Kulon, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, terus berjalan dan kini menyorot Kepala Desa Burujul Kulon, Akhsan.
Pantauan di lokasi pada Kamis (3/9/2026) menunjukkan tiga unit ekskavator masih beroperasi mengeruk lahan. Sejumlah truk juga terlihat berada di area kegiatan untuk mengangkut material tanah. Aktivitas tersebut disebut telah berlangsung sekitar tiga minggu.
Dalam kurun waktu tersebut, pengerukan membuat sejumlah bagian lahan mengalami perubahan kontur. Kegiatan disebut dilakukan atas dasar keinginan warga karena lahan persawahan dinilai sudah tidak produktif.
Baca Lainnya :
- Patrolinya Babinsa Dan Komduk Wujudkan Wilayah Aman Dan Kondusif.
- Rp 1,27 Miliar Revitalisasi SDN Cikaracak III, Siswa Harap Lebih Nyaman
- Penguatan Moderasi Beragama dan Ekoteologi, Kakanwil Kemenag Banten Tekankan Konsep 4K.
- Pilkada Lewat DPRD Mengemuka, Rona Firmansyah Buka Suara
- Majalengka Creative Festival 2026 Dorong UMKM Perluas Pasar
Namun, persoalan yang kini menjadi sorotan adalah dasar izin atau persetujuan kegiatan tersebut. Informasi yang dihimpun menyebut aktivitas galian berjalan dengan adanya persetujuan dari pihak desa.
Jika benar, publik berhak mengetahui bentuk persetujuan yang diberikan Kepala Desa Akhsan, termasuk sejauh mana kewenangan pemerintah desa dalam memberikan izin terhadap aktivitas galian dan pengangkutan material tanah.
Sebab, persetujuan pemerintah desa tidak serta-merta dapat dimaknai sebagai legalitas seluruh kegiatan apabila masih terdapat perizinan lain yang menjadi kewenangan pemerintah daerah atau instansi terkait.
Sorotan semakin menguat karena informasi mengenai pihak pengelola di lapangan juga berbeda. Petugas yang berjaga menyebut Pak Dewa, sedangkan Kepala Desa Akhsan dalam komunikasi sebelumnya menyebut Pak Rangga dalam konteks kegiatan yang berkaitan dengan lahan persawahan di kawasan tersebut.
Perbedaan nama itu menimbulkan pertanyaan yang belum sepenuhnya terjawab, kepada siapa sebenarnya persetujuan diberikan dan siapa pengelola galian tanah Cibogo?
Hingga pantauan dilakukan, belum diperoleh kepastian mengenai kelengkapan dokumen atau perizinan kegiatan galian dan pengangkutan material tersebut. Dugaan adanya kegiatan yang belum mengantongi perizinan lengkap masih membutuhkan verifikasi dari instansi berwenang.
Yang menjadi perhatian, kegiatan bukan baru berlangsung sehari atau dua hari. Aktivitas disebut sudah berjalan sekitar tiga minggu dan kini melibatkan tiga ekskavator.
Karena itu, penjelasan Kepala Desa Akhsan menjadi penting untuk membuka persoalan ini secara terang. Publik membutuhkan kejelasan mengenai dasar persetujuan, status lahan, pihak pengelola, serta legalitas kegiatan yang telah berlangsung selama berminggu-minggu tersebut.
Warga boleh menginginkan lahannya diperbaiki. Namun ketika tiga ekskavator sudah menggali selama sekitar tiga minggu, pertanyaan soal izin dan siapa yang bertanggung jawab tak lagi bisa dibiarkan samar. ** (Agit)








.jpg)






