Wamen UMKM Helvi Moraza Ungkap 3 Kunci UMKM Indonesia Tembus Pasar Global

By Achmad Sholeh(Alek) 03 Sep 2026, 17:37:11 WIB UMKM
Wamen UMKM Helvi Moraza Ungkap 3 Kunci UMKM Indonesia Tembus Pasar Global

Keterangan Gambar : Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Helvi Moraza


MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta – Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Helvi Moraza mengungkap tiga aspek utama yang harus diperkuat pelaku UMKM Indonesia agar mampu naik kelas dan menembus pasar global.

Ketiga aspek tersebut yakni pemanfaatan teknologi, penguatan kemitraan, serta perluasan akses pasar.

Hal itu disampaikan Helvi dalam webinar RRI Fest 2026 bertema “Saatnya Menembus Pasar Global” yang digelar LPP RRI bersama Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS), Kamis (3/9/2026).

Baca Lainnya :

Menurut Helvi, ketiga aspek tersebut memiliki keterkaitan erat dalam membangun daya saing UMKM. Teknologi dapat meningkatkan produktivitas dan inovasi, kemitraan memperkuat skala usaha dan keterhubungan dengan rantai pasok, sedangkan akses pasar membuka peluang produk UMKM menjangkau konsumen dan pembeli yang lebih luas.

“Digitalisasi harus bergerak dari sekadar go online menjadi go productive. Teknologi harus digunakan untuk meningkatkan efisiensi produksi, mengelola keuangan dan persediaan, membaca kebutuhan konsumen, hingga menciptakan inovasi,” ujar Helvi.

Digitalisasi UMKM Harus Berdampak

Helvi menegaskan, transformasi digital tidak boleh berhenti pada aktivitas pemasaran melalui platform digital. Pemanfaatan teknologi harus memberikan dampak langsung terhadap kinerja usaha.

Dengan teknologi yang tepat, pelaku UMKM dapat meningkatkan efisiensi, memperbaiki tata kelola usaha, mengelola keuangan dan persediaan, sekaligus mengambil keputusan berdasarkan kebutuhan pasar.

“Pengusaha UMKM tidak bisa tumbuh sendiri. Kemitraan menjadi penting untuk memperkuat kapasitas usaha sekaligus membuka akses terhadap teknologi, pembiayaan, pengetahuan, standardisasi, dan rantai pasok,” katanya.

Karena itu, pelaku UMKM didorong memperluas kemitraan dengan berbagai pihak, mulai dari usaha besar, BUMN, lembaga pembiayaan, distributor, pembeli, platform digital hingga perguruan tinggi.

Kemitraan dinilai dapat membantu UMKM memperoleh akses teknologi, pembiayaan, pengetahuan, standardisasi dan jaringan rantai pasok yang dibutuhkan untuk meningkatkan skala bisnis.

Peluang Pasar Global Semakin Besar

Di sisi lain, peluang bagi produk UMKM Indonesia untuk memasuki pasar internasional dinilai semakin terbuka.

Data Kementerian Perdagangan mencatat transaksi business matching UMKM dengan pembeli internasional mencapai sekitar 57,61 juta dolar AS sepanjang Januari-April 2025 melalui 246 kegiatan business matching.

Peluang tersebut juga ditopang pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. Berdasarkan laporan e-Conomy SEA 2025 yang dirilis Google, Temasek, dan Bain & Company pada November 2025, nilai gross merchandise value (GMV) ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mencapai 99 miliar dolar AS pada 2025.

Sektor perdagangan elektronik atau e-commerce menjadi kontributor terbesar dengan nilai sekitar 71 miliar dolar AS.

Potensi besar juga terlihat dari sektor ekonomi kreatif. Berdasarkan data Kementerian Ekonomi Kreatif pada 2026, subsektor fesyen menyumbang sekitar 58,55 persen dari total ekspor barang ekonomi kreatif Indonesia sepanjang Januari-April 2026.

Pasar Halal Jadi Peluang UMKM

Selain ekonomi digital dan industri kreatif, Helvi melihat pasar halal global sebagai salah satu ruang pertumbuhan yang dapat dimanfaatkan UMKM Indonesia.

Mengacu pada State of the Global Islamic Economy Report 2024/25 dari DinarStandard, belanja konsumen Muslim pada enam sektor ekonomi riil mencapai 2,43 triliun dolar AS pada 2023 dan diproyeksikan meningkat menjadi 3,36 triliun dolar AS pada 2028.

Namun, besarnya peluang pasar tersebut harus diimbangi dengan kesiapan pelaku UMKM.

Helvi menekankan pentingnya peningkatan kualitas produk, pemenuhan standar dan sertifikasi, desain serta kemasan, penguatan merek, kapasitas produksi hingga kontinuitas pasokan.

“Indonesia memiliki peluang besar untuk memperkuat posisi UMKM di pasar global, termasuk melalui ekonomi digital dan pasar halal. Namun, peluang tersebut harus diikuti dengan peningkatan kualitas produk, sertifikasi, desain, kemasan, merek, kapasitas produksi, serta kontinuitas pasokan,” tuturnya.

Kementerian UMKM Perkuat Ekosistem Usaha

Untuk membantu pelaku UMKM memanfaatkan berbagai peluang tersebut, Kementerian UMKM terus memperkuat ekosistem pengembangan usaha melalui pendampingan, standardisasi dan sertifikasi, pembiayaan, kemitraan, perluasan akses pasar serta digitalisasi layanan.

Salah satu instrumen yang dikembangkan adalah SAPA UMKM, platform layanan terpadu Kementerian UMKM yang dirancang untuk memudahkan pelaku usaha memperoleh informasi dan mengakses berbagai layanan pengembangan usaha.

Penguatan ekosistem tersebut diarahkan agar semakin banyak UMKM mampu meningkatkan skala bisnis, sekaligus terhubung dengan rantai pasok dan pasar yang lebih luas.

“Kita ingin UMKM Indonesia bukan hanya menjadi penonton dalam pertumbuhan ekonomi global, tetapi menjadi bagian dari rantai nilai global. Karena itu, kami terus mendorong agar pengusaha UMKM memiliki kapasitas, kualitas, dan kesiapan untuk masuk ke pasar yang lebih luas,” tegas Helvi.

Helvi juga mengapresiasi kolaborasi LPP RRI dan GEKRAFS yang dinilai mampu membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk memperoleh informasi, memperluas jejaring, sekaligus menemukan peluang pasar baru.

Menurutnya, keberanian membuka pasar harus berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas usaha. Dengan demikian, produk UMKM Indonesia tidak hanya mampu masuk pasar global, tetapi juga dapat bersaing secara berkelanjutan.

“Kami mengajak seluruh pengusaha UMKM untuk terus meningkatkan kualitas produk, memanfaatkan teknologi, membangun kemitraan, dan aktif menjemput peluang. Jangan hanya menunggu pasar datang, tetapi kita harus berani mencari dan membuka pasar baru, termasuk pasar global,” pungkas Helvi.(AS/MP).




  • Kemenkop Kembali Tegaskan Isu Anggaran Rp103 Miliar Untuk Podcast Tidak Tepat

    🕔16:45:52, 03 Sep 2026
  • Wamen UMKM Helvi Moraza Ungkap 3 Kunci UMKM Indonesia Tembus Pasar Global

    🕔17:37:11, 03 Sep 2026
  • Kementerian UMKM Dorong Pengusaha Perkuat Fundamental Sebelum Menembus Pasar Ekspor

    🕔19:55:16, 01 Sep 2026
  • Ekspedisi Batas Negeri di Temajuk, 181 Meter Merah Putih Berkibar di Muka Indonesia

    🕔11:20:53, 30 Agu 2026
  • Kementerian UMKM Siapkan Insentif 50 Persen di Marketplace, Media Diminta Kawal UMKM Naik Kelas

    🕔22:04:58, 29 Agu 2026