- Polres Majalengka Bongkar 20 Kasus, 40 Tersangka Diciduk!
- Sinergi Tegakkan Keamanan, Babinsa Gandeng Komduk Patroli Malam.
- Menkop Tekankan Percepatan Reforma Agraria Berbasis Koperasi
- Menteri Maman Ajak Mahasiswa Jadi Problem Solver, Bukan Sekadar Pencari Kerja
- Kartu Huma Betang Sejahtera Diserahkan, Pemprov dan Pemkab Perkuat Perlindungan Masyarakat
- Wagub Kalteng Serahkan Bantuan Pangan untuk Warga Terdampak Karhutla di Barito Utara
- Tak Hanya Beri Kepastian Hukum, Sertipikasi Rumah Ibadah Tegaskan Eksistensi Jemaat Gereja.
- Layanan Pengukuran Terjadwal, Masyarakat Dapatkan Kepastian Waktu Ukur Tanah dengan Cepat.
- Waspada Bencana Hidrometeorologi, Sachrudin Minta Aparat Wilayah Lebih Sigap.
- Maulid Nabi Jadi Momentum Sinergi Ulama dan Umaro, Sachrudin: Bangun Kota dengan Kepedulian.
Kepala BP2MI Sebut Korea Selatan Jadi Negara Idola Pilihan Pekerja Migran Indonesia, 3 Sektor Pekerjaan Bakal Ditambah

Keterangan Gambar : Kepala BP2MI Benny Rhamdani saat memotivasi ratusan Pekerja Migran Indonesia (PMI) sektor manufaktur dan perikanan yang akan berangkat kerja ke Korea Selatan.
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani mengatakan, Korea Selatan merupakan negara tujuan yang paling banyak diminati dan menjadi idola bagi pekerja migran Indonesia (PMI) untuk bekerja di luar negeri.
"Korea Selatan merupakan negara idola pilihan bagi pekerja migran Indonesia," ujar Benny saat melepas 431 Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Korsel, di hotel eL Royal, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (12/2/2024).
Dikatakan Benny, sejauh ini BP2MI telah memberangkatkan sebanyak ribuan pekerja migran Indonesia (PMI) ke negara yang dijuluki negeri Ginseng itu.
Baca Lainnya :
- Polres Majalengka Bongkar 20 Kasus, 40 Tersangka Diciduk!
- PWI Majalengka Menggema, Doa untuk 8 Orang Hilang di Krakatau
- Koramil 04/Ciledug Turun Tangan, Pasar Lembang Dibersihkan dari Sampah.
- Dorong Semangat Warga Jaga Kamtibmas Babinsa Bersama Komduk Patroli Malam.
- Gelar Sosialisasi Percepatan Sertipikasi Tanah bagi MBR, Kejar Target 3 Juta Bidang.
"Artinya animo masyarakat untuk bekerja di Korea Selatan sangat besar," cetusnya.
Benny menyebut di tahun 2023, untuk skema Government to Government Korea Selatan sekitar 35 ribu pendaftar, dengan jumlah pahlawan devisa yang diberangkatkan di tahun tersebut sebanyak hampir 13 ribu PMI.
Sementara di tahun-tahun sebelumnya, pendaftar tidak lebih dari 20 ribu calon PMI tiap tahunnya, dan penempatan hanya mencapai angka 7 ribu.
"Tahun 2023 adalah suatu pencapaian di mana animo masyarakat semakin besar," imbuh dia.
Melihat peningkatan serta animo yang besar itu, Kepala BP2MI bersama jajarannya kemudian melakukan upaya terobosan untuk menambah kuota dan peluang pekerjaan baru bagi calon PMI yang akan bekerja di Korea Selatan.
"Dengan tingginya animo minat anak-anak muda Indonesia ini, memang harus ditambah kuota atau sektor untuk skema G to G Korea Selatan," tukasnya.
Adapun BP2MI bakal membuka peluang kerja baru berupa sektor pertanian, hospitality dan logistik dalam skema Government to Government (G to G) di Korea Selatan.
Pihaknya, lanjut Benny, tengah melakukan komunikasi dengan Human Resources Development (HRD) Korea Selatan terkait dengan tiga sektor tersebut.
"Kita tengah negosiasi dengan pihak Korea agar bisa menambah sektor baru yaitu pertanian, logistik dan hospitality," paparnya.
Sebagai informasi, 431 pekerja migran Indonesia yang diberangkatkan untuk bekerja ke Korea Selatan yakni terdiri 273 sektor manufaktur dan 158 sektor perikanan (fishing). ** (Anton)


.jpg)
.jpg)












