- JakOne Mobile Antar Bank Jakarta Raih Digital Excellence Awards 2026
- Sinergi Lintas Sektor Hadapi Ancaman Bencana, Pemkab Barito Utara Perkuat Mitigasi Karhutla dan Hidrometeorologi
- Wisuda XIII BKPRMI Barito Utara, Pemkab Dorong Lahirnya Generasi Qur\\
- Jakarta Bidik Empat Sukses PON 2028, Siapkan Rp166 Miliar untuk Sulap Venue Bertaraf Nasional
- Endro Hermono Anggota Komisi VIII DPR-RI Sosialisasikan Keuangan Ibadah Haji Praktis Cepat dan Terjangkau
- Bupati Blitar Serahkan Sertifikat Redistribusi Tanah Tahap 2
- Lantik Pamong Praja Muda IPDN, Prabowo Tekankan Birokrasi Bersih dan Antikorupsi
- Bupati dan DPRD Sambut JPO Hibah Boy Thohir, Majalengka Bersolek
- Bupati Majalengka, Eman Suherman: Raperda APBD 2025 Bukti Sinergi Pemkab dan DPRD
- Ditbinmas Polda Metro Perkuat Sinergi Jaga Jakarta Bareng Ormas
Kepala BP2MI Berharap Negara Tujuan Penempatan PMI dapat Memperluas Sektor Pekerjaan

Keterangan Gambar : Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani mengharapkan, negara-negara tujuan penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) dapat memperluas kerjasama dengan menambah sektor pekerjaan.
"Misalnya Korea, jangan hanya manufaktur dan perikanan. Kami harapkan diperluas, misal sektor logistik, pertanian, hospitality, dan lainnya," ujar Benny usai acara pelepasan 260 PMI skema Government to Government (G to G) ke Korea Selatan dan 16 PMI tujuan Jerman, di Jakarta, Senin (8/1/2024).
Dikatakan Benny, apabila penambahan sektor pekerjaan dapat dilakukan oleh negara tujuan penempatan bekerjasama dengan pemerintah Indonesia maka akan menjadi peningkatan peluang dan jumlah pekerja migran Indonesia ke luar negeri dari tahun ke tahun. Hal ini, lanjut Benny, tentu sangat membantu Pemerintah Indonesia dalam mengatasi masalah pengangguran.
Baca Lainnya :
- JakOne Mobile Antar Bank Jakarta Raih Digital Excellence Awards 2026
- Agung Nugroho, Direktur Jakarta Institute: Kemerdekaan Pers Indonesia Bukan Lagi Sensor Negara, Tapi Tekanan Ekonomi
- PT. FAZ ANUGERAH NUSANTARA Dukung Program Cetak Sawah Nasional Lewat Pengadaan Pupuk dan Pestisida
- JPO Tendean Nyaris Roboh Ditabrak Truk, FPPJ Desak Audit Menyeluruh Dinas Bina Marga DKI Jakarta
- Promo Bumbu Masak di Jakarta Fair 2026 Jadi Buruan Pengunjung, Cek Daftar Booth Favoritnya
"Jadi tahun ke tahun (diharapkan) akan terus menjadi peningkatan, dan kita tidak hanya ingin peningkatan di jumlah, tapi juga sektor-sektor pekerjaan," lugas Benny.
"Kita sadar bagaimana angka pengangguran yang sangat tinggi, angkatan kerja juga yang masih sangat tinggi dan peluang kerja di luar negeri yang sangat terbuka ini menjadi satu-satunya jalan exit pandemi dari kondisi nasional tadi," sambungnya.
Benny juga menginginkan pada tahun ini penempatan pekerja migran Indonesia untuk sektor formal dapat lebih meningkat.
Selain itu BP2MI juga akan terus membenahi dan meningkatkan kualitas layanan dalam mengatasi masalah perdagangan orang.
"Tahun ini kami perkuat tata kelola perlindungan yang semakin baik, dan negara cepat merespon kasus-kasus yang terjadi di lapangan," ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Auditor Utama Keuangan Negara Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) Ahmad Adib Susilo menekankan pihaknya turut memastikan para pekerja migran Indonesia terlindungi dengan baik, salah satunya melalui pengelola keuangan, evaluasi program, hingga kebijakan BP2MI.
"Kami akan mengaudit untuk memastikan bahwa pengelolaan dana di BP2MI digunakan untuk melindungi PMI telah akuntabel, transparan, dan sesuai dengan peraturan yang berlaku," tukasnya.
Ia mengakui sudah banyak beberapa inovasi positif yang dicapai BP2MI meski masih ada beberapa kekurangan.
"Kekurangan itu kami beri rekomendasi agar ke depan lebih baik," imbuhnya.
Acara pelepasan ratusan PMI juga turut dilaksanakan orientasi pra-pemberangkatan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) skema G to G ke Korea Selatan sebanyak 1.254 CPMI.(Anton)


.jpg)
.jpg)













