Kemendag Hadirkan Sepuluh UKM Dukung Pameran SIAL Interfood ke-24 di Jakarta

By Achmad Sholeh(Alek) 01 Nov 2023, 19:59:08 WIB UMKM
Kemendag Hadirkan Sepuluh UKM Dukung Pameran SIAL Interfood ke-24 di Jakarta

Keterangan Gambar : Konferensi Pers SIAL Interfood Inspire Food Business, Rabu (1/11) di kantor Kemendag, Jakarta.


MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta– Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) memfasilitasi sepuluh pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) berorientasi ekspor di sektor makanan dan minuman (mamin), yang dipilih melalui proses kurasi, untuk ikut dalam pameran mamin internasional SIAL Interfood ke-24 yang akan digelar pada 8—11 November 2023 di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta.


“Tahun ini, Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag memfasilitasi sepuluh 

Baca Lainnya :

pelaku UKM berorientasi ekspor yang dipilih melalui proses kurasi untuk berpartisipasi pada SIAL Interfood ke-24 tahun 2023. Kami harap, produk-produk yang dipamerkan dapat menarik minat para pembeli, menghasilkan kontrak bisnis, dan mendorong peningkatan ekspor nonmigas 

Indonesia,” kata Plh. Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Kemendag Miftah Farid dalam Konferensi Pers SIAL Interfood Inspire Food Business, Rabu (1/11) di kantor Kemendag, 

Jakarta.


Miftah mengatakan, makanan olahan adalah salah satu produk ekspor unggulan Indonesia di pasar 

global. Dalam lima tahun terakhir (2018—2022), total nilai transaksi ekspor makanan olahan 

nasional tumbuh 7,57 persen dari USD 4,00 miliar pada 2018 ke USD 5,26 miliar pada 2022. 


Sementara itu, pada periode Januari—Agustus 2023, kinerja ekspor makanan olahan Indonesia sudah mencapai USD 3,38 miliar.

“Produk yang paling banyak meraih pangsa pasar dunia yaitu bahan makanan siap masak, udang, wafel dan wafer, pasta, biskuit, kepiting, ekstrak kopi, tuna, dan bumbu saus. Sementara itu, negara mitra dagang terbesar bagi eksportir produk makanan lokal kita adalah Amerika Serikat, Filipina, 

Malaysia, Tiongkok, Arab Saudi, Thailand, Singapura, Jepang, Australia, dan Vietnam,” ungkap Miftah.


Miftah juga mengatakan, Kemendag konsisten melaksanakan program-program kerja untuk terus mengeksplorasi peluang pasar ekspor. Salah satu upanya adalah dengan menjalin kerja sama bilateral untuk menurunkan tarif bea masuk bagi produk-produk Indonesia ke negara tujuan ekspor. 

Saat ini terdapat 35 perjanjian perdagangan yang dapat dimanfaatkan eksportir Indonesia untuk 

memperluas pasar mereka ke mancanegara.


Selain itu, Kemendag juga konsisten melaksanakan program-program promosi produk Indonesia. 

Beberapa kegiatan yang dilakukan adalah misi dagang, penjajakan kesepakatan bisnis (business matching), dan partisipasi pada pameran di dalam dan luar negeri. “Termasuk SIAL Interfood yang 

merupakan platform promosi produk mamin berjejaring global yang berkonsep business-to-

business,” tutup Miftah.(Reporter: Achmad Sholeh)





  • BNI Tutup 2025 dengan Kinerja Solid, Kredit Tumbuh 15,9% dan Laba Rp20 Triliun

    🕔11:27:07, 03 Feb 2026
  • Rayakan Tahun Ke-4 SimInvest, Simversary Investors League 2025 Sukses Digelar

    🕔16:03:51, 02 Feb 2026
  • Kementerian UMKM Raih Predikat Kualitas Tertinggi Ombudsman RI 2025

    🕔00:11:23, 30 Jan 2026
  • Kementerian UMKM Gandeng BP Batam dan BRI Perkuat UMKM di Ekosistem Industri

    🕔13:52:47, 30 Jan 2026
  • BNI Perkuat Peran Agen46 lewat Program Apresiasi SPEKTA 2025

    🕔19:02:16, 29 Jan 2026