- Menikmati Buka Puasa di Atas Awan: Festival Ramadhan Hotel Neo Puri Indah Hadirkan City View Jakarta Barat dari Lantai 10
- PRSI Perluas Edukasi Robotika melalui Kunjungan ke SDN 01 Menteng
- Dekranasda Barito Utara Perkuat Pembinaan IKM Lewat Perlindungan Hak Cipta Batik
- BPK RI Lakukan Pemeriksaan Terinci, Pemkab Barito Utara Perkuat Pengawasan dan Tata Kelola Keuangan
- Pemkab Barito Utara Sambut Pemeriksaan Terinci BPK RI atas Laporan Keuangan
- Semarak Hari Jadi ke-186 Majalengka, Ribuan Warga Ikuti Jalan Santai di Jatitujuh
- Camat Palasah Tegaskan Prioritas Pembangunan Saat Buka Musrenbang RKPD 2027
- Menaker: Integritas dan Profesionalisme Kunci Layanan Publik Berkualitas
- Ade Duryawan Serap Aspirasi Masyarakat Palasah Lewat Musrenbang Kecamatan
- Dede Fauji Resmi Dilantik Jadi Kaur Keuangan Desa Sangkanhurip
Kasus Tewas Ayah dan Anak di Koja, Setelah Pulih Istri Korban Berikan Keterangan Sebab Kematian

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta: Kasus kematian ayah dan anak balitanya yang ditemukan membusuk di kediamannya Jalan Balai Rakyat, Tugu Selatan, Koja, Jakarta Utara akhirnya menemukan titik terang. Sang istri, Nur Hikmah, yang merupakan saksi kunci di rumah tersebut akhirnya pulih dan membuka suara.
Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan memastikan Nur Hikmah telah membeberkan kronologis kejadian saat suaminya meninggal tersungkur di depan kamar mandi.
Baca Lainnya :
- Khabar Duka, Kecelakaan di Tol Pejagan–Pemalang, Kepala Biro Humas Kementerian UMKM Meninggal Dunia
- Laporan tidak Teregister, Empat Anggota Polsek Danau Paris Dilaporkan Ke Propam Polri
- Kasus Dugaan Penipuan Solar Industri Jalan di Tempat, Reformasi Polri Diuji di Meja Penyidik Polres Jaksel
- Polda Metro Jaya–FWP Gandeng PWI Jaya Gelar UKW, Wujudkan Wartawan Profesional di Lingkungan Kepolisian
- Pelayanan BPKB Ditlantas Polda Metro Dapat Pujian dari Warga, Dinilai Cepat dan Ramah
"Dari keterangan Nur Hikmah, suaminya meninggal pada 20 Oktober 2023 sekitar jam 2 (siang), yang harusnya biasanya mereka melaksanakan salat Jumat. Tapi pada hari itu dia tidak melaksanakan salat Jumat karena sakit," kata Gidion pada wartawan, Selasa, 21 November 2023.
Sebelumnya, berdasarkan hasil penyelidikan, polisi memperkirakan Hamka, tewas 10 hari sebelum diketemukan, sekitar 18 Oktober 2023. Polisi memastikan keterangan yang diberikan Nur Hikmah, murni dari dirinya, pascapemulihan selama tiga pekan.
Setelah dokter menyatakan sudah sehat, sudah diberikan treatment lalu bisa memberikan keterangan secara dapat dipertanggungjawabkan, maka kemudian kemarin kami ajak lagi. Bahkan kami ajak memberikan keterangannya juga di Polres. Jadi hari ini sudah bisa memberikan keterangan secara bebas, secara independen dan tidak ada tekanan dari manapun, tidak ada desakan dari manapun," jelas Gidion.
Dalam keterangan Nur Hikmah, Hamka sebelumnya akan berangkat ke masjid dekat rumahnya untuk menunaikan salat Jumat. Namun, Hamka tiba-tiba terjatuh di dekat kamar mandinya setelah mengambil air wudhu dan langsung tak sadarkan diri hingga akhirnya meninggal dunia.
Yang menjadi poin dari penyelidikan kami adalah bahwa tidak ada orang lain yang masuk maupun keluar dari rumah tersebut pada masa-masa peristiwa terjadi sampai kemudian ditemukannya korban," kata Gidion.
Sementara itu, anak Nur Hikmah, AQ meninggal di dalam kamar yang pintunya terkunci dari dalam. Diduga kuat AQ meninggal karena kelaparan, di saat Nur Hikmah juga lemas mengalami sakit selama berhari-hari.
Nur Hikmah berkeinginan melaporkan kematian suami dan anaknya ke tetangga. Kondisinya yang trauma berat dan fisiknya sangat lemah untuk keluar rumah, menjadikannya diam di dalam rumah, hidup selama delapan hari bersama mayat suami dan anaknya yang membusuk.
Seperti diketahui, Hamka, 53, bersama balita laki-lakinya, AQ, 2, ditemukan warga dalam kondisi tak bernyawa. Jasadnya membusuk ditemukan di tempat berbeda pada Sabtu, 28 Oktober 2023. Sementara warga mendapati istri Hamka, Nur Hikmah Fujianti, 32 dan putrinya, AD, 4, masih dalam keadaan hidup.(ASl).


.jpg)








.jpg)





