- Kementerian UMKM Buka Peluang Waralaba Lokal Masuk Pasar Modal
- HUT ke-39, BRI Life Salurkan Bantuan Sembako hingga Fasilitas Air Bersih
- Masyarakat Rentan Sosial Desa Sumberingin Bersyukur BLT-DD Sudah Cair.
- Fraksi PKB DPRD Kabupaten Blitar Gelar Hari Fraksi: Ruang Aspirasi & Suara Rakyat.
- DPMPTSP Barito Utara Perkuat Pengawasan Investasi, Pastikan Kepatuhan Pelaku Usaha
- Coretan Liar Kotori Ruang Publik, Majalengka Kirim Pesan Tegas
- 38 Ribu Pil Obat Keras Terungkap, Polisi Bongkar Jaringan Pengedar di Majalengka
- Kantah Kabupaten Tangerang Raih Predikat Informatif Capaian Nilai 98,50 .
- Wujud Sinergi TNI dan Warga Jaga Keamanan Lewat Patroli Malam.
- Kakanwil Kemenag Banten Dukung Simamat, Perkuat Transformasi Digital.
Harga garam Merosot, petani minta pemerintah tetapkan HET
.jpg)
Keterangan Gambar : Poto istimewa
MEGAPOLITANPOS.COM, Cirebon – Petani garam di Desa Rawaurip, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat mengeluhkan turunnya harga garam krosok saat musim panen raya. Harga garam yang sebelumnya berada di kisaran Rp1.500 per kilogram kini merosot menjadi sekitar Rp1.200 per kilogram.
Penurunan harga tersebut dinilai berdampak langsung terhadap pendapatan petambak garam, terutama ketika produksi meningkat tajam selama musim kemarau. Melimpahnya pasokan garam di tingkat petani disebut menjadi salah satu penyebab utama anjloknya harga jual.
Salah seorang petani garam, Warno, mengatakan harga garam sempat bertahan di kisaran Rp1.500 per kilogram pada awal Juni 2026 karena belum banyak petani yang mulai memanen. Namun, seiring panen raya berlangsung, harga terus mengalami penurunan.
Baca Lainnya :
- Coretan Liar Kotori Ruang Publik, Majalengka Kirim Pesan Tegas
- 38 Ribu Pil Obat Keras Terungkap, Polisi Bongkar Jaringan Pengedar di Majalengka
- SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan 500 Merek dari 16 Negara
- Wamendesa Dorong Produk Unggulan Desa Tembus Pasar Internasional.
- Ekspor Makanan RI Tembus US$4,49 Miliar, 500 Merek dari 13 Negara Ramaikan SIAL 2026
"Sekarang harganya Rp1.200 per kilogram, dulu sempat Rp1.500. Sekarang banyak yang sudah mulai panen, jadinya harga turun," ujar Warno, dikutip Jumat (31/7/2026).
Dalam satu kali pengerokan yang dilakukan setiap dua hari, satu petak tambak garam mampu menghasilkan sekitar empat hingga lima karung garam. Sementara itu, total produksi dalam satu musim panen dapat mencapai 80 hingga 90 ton, tergantung kondisi cuaca.
Para petani berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menjaga stabilitas harga garam. Salah satu usulan yang disampaikan adalah penetapan harga eceran tertinggi (HET) agar harga garam tidak terus merosot ketika produksi sedang melimpah.
Selain itu, pemerintah juga diharapkan memperkuat penyerapan garam lokal melalui berbagai skema pembelian hasil panen. Langkah tersebut dinilai penting agar produksi garam tidak menumpuk di tingkat petani dan kesejahteraan petambak tetap terjaga.
Petani menilai keberpihakan pemerintah terhadap komoditas garam lokal menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan usaha tambak garam di wilayah pesisir Cirebon.(AS/MP).



.jpg)

.jpg)




.jpg)





