- Tinjau Progres Pembangunan Infrastruktur Daerah, Bupati Harapkan Dukungan Dari Semua Pihak
- Pemkab dan DPRD Gelar Rapat Bersama Matangkan Pembahasan Anggaran Prioritas Daerah
- Pemkab Barito Utara Matangkan Program Pembangunan, Bupati Tekankan Efektivitas dan Ketepatan Sasaran
- DPR RI, Ateng-Ledia Sosialisasikan Perlindungan Anak di Era Digital
- UMKM Naik Kelas, Kementerian UMKM dan OJK Bentuk Satgas Pembiayaan
- Peringati Hari Veteran Nasional, Bandung Serukan Kolaborasi dan Pelayanan untuk Masyarakat
- Operasional PT Dua Kuda Indonesia Masih Tersendat Meski Dapat Izin Going Concern, Manajemen Soroti Hambatan Administratif
- 26.547 Obat Terlarang Disita, Kapolres Majalengka Perketat Perburuan
- OJK Luncurkan ETF Emas, Investasi Aman di Bursa Saham
- 6.426 Botol Miras Digilas, Bupati Majalengka Gaspol Berantas Peredaran Ilegal
Harga garam Merosot, petani minta pemerintah tetapkan HET
.jpg)
Keterangan Gambar : Poto istimewa
MEGAPOLITANPOS.COM, Cirebon – Petani garam di Desa Rawaurip, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat mengeluhkan turunnya harga garam krosok saat musim panen raya. Harga garam yang sebelumnya berada di kisaran Rp1.500 per kilogram kini merosot menjadi sekitar Rp1.200 per kilogram.
Penurunan harga tersebut dinilai berdampak langsung terhadap pendapatan petambak garam, terutama ketika produksi meningkat tajam selama musim kemarau. Melimpahnya pasokan garam di tingkat petani disebut menjadi salah satu penyebab utama anjloknya harga jual.
Salah seorang petani garam, Warno, mengatakan harga garam sempat bertahan di kisaran Rp1.500 per kilogram pada awal Juni 2026 karena belum banyak petani yang mulai memanen. Namun, seiring panen raya berlangsung, harga terus mengalami penurunan.
Baca Lainnya :
- DPR RI, Ateng-Ledia Sosialisasikan Perlindungan Anak di Era Digital
- 26.547 Obat Terlarang Disita, Kapolres Majalengka Perketat Perburuan
- 6.426 Botol Miras Digilas, Bupati Majalengka Gaspol Berantas Peredaran Ilegal
- Hambatan Administratif Kepailitan Tekan Produksi dan Ekspor, PT Dua Kuda Indonesia Minta Operasional Tetap Berjalan
- PT Dua Kuda Indonesia Yakin Bangkit, Kepailitan Dinilai Hambat Operasional Bukan Prospek Bisnis
"Sekarang harganya Rp1.200 per kilogram, dulu sempat Rp1.500. Sekarang banyak yang sudah mulai panen, jadinya harga turun," ujar Warno, dikutip Jumat (31/7/2026).
Dalam satu kali pengerokan yang dilakukan setiap dua hari, satu petak tambak garam mampu menghasilkan sekitar empat hingga lima karung garam. Sementara itu, total produksi dalam satu musim panen dapat mencapai 80 hingga 90 ton, tergantung kondisi cuaca.
Para petani berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menjaga stabilitas harga garam. Salah satu usulan yang disampaikan adalah penetapan harga eceran tertinggi (HET) agar harga garam tidak terus merosot ketika produksi sedang melimpah.
Selain itu, pemerintah juga diharapkan memperkuat penyerapan garam lokal melalui berbagai skema pembelian hasil panen. Langkah tersebut dinilai penting agar produksi garam tidak menumpuk di tingkat petani dan kesejahteraan petambak tetap terjaga.
Petani menilai keberpihakan pemerintah terhadap komoditas garam lokal menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan usaha tambak garam di wilayah pesisir Cirebon.(AS/MP).




.jpg)











