- Kumpulkan Seluruh Pejabat Administrator Pusat dan Daerah, Sekjen ATR/BPN: Pelayanan Harus Tetap Optimal.
- Wujud Nyata Koramil, Ciptakan Situasi Wilayah Aman dan Kondusif
- Maryono Apresiasi Kontribusi Ormas dalam Menjaga Trantibum.
- 20 Siswa Keracunan MBG SPPG Cik Ditiro Telan Korban Diduga Dari Makanan Rolade Telur.
- Kemenkop Fokus Perkuat KDKMP dan Tata Kelola Koperasi Nasional
- Temuan Botol Miras dan Dugaan Pungli di Kalijodo, Pramono: Sudah Saya Minta Dibersihkan
- Bupati Minta Kepala Perangkat Daerah Kawal Pelaksanaan APBD Perubahan 2026 Secara Bertanggung Jawab
- Paripurna APBD Perubahan 2026, Pemkab Barito Utara Tekankan Anggaran Berorientasi Kepentingan Masyarakat
- Nurhadi DPR RI: Keracunan Masal Puluhan Siswa di Blitar BGN, Dinas Kesehatan Investigasi Mendalam .
- Maryono: Jangan Ragu, Asalkan Benar dan Sesuai Aturan!
Harga garam Merosot, petani minta pemerintah tetapkan HET
.jpg)
Keterangan Gambar : Poto istimewa
MEGAPOLITANPOS.COM, Cirebon – Petani garam di Desa Rawaurip, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat mengeluhkan turunnya harga garam krosok saat musim panen raya. Harga garam yang sebelumnya berada di kisaran Rp1.500 per kilogram kini merosot menjadi sekitar Rp1.200 per kilogram.
Penurunan harga tersebut dinilai berdampak langsung terhadap pendapatan petambak garam, terutama ketika produksi meningkat tajam selama musim kemarau. Melimpahnya pasokan garam di tingkat petani disebut menjadi salah satu penyebab utama anjloknya harga jual.
Salah seorang petani garam, Warno, mengatakan harga garam sempat bertahan di kisaran Rp1.500 per kilogram pada awal Juni 2026 karena belum banyak petani yang mulai memanen. Namun, seiring panen raya berlangsung, harga terus mengalami penurunan.
Baca Lainnya :
- Revitalisasi 130 Sekolah di Majalengka Dikebut, Pemkab Jemput Bola ke Pusat
- Sinyal Bahaya di Bogor: Anak Usia 6 Tahun Mulai Terlibat Kasus Kekerasan, DPRD Desak RAD 2027
- Tangerang 10K Dongkrak Okupansi Hotel, 1.362 Kamar Terisi Dua Hari.
- Polres Majalengka Ungkap 4 Kasus Narkoba, Sabu dan Sintetis Disita
- Ketua DPRD Majalengka Dorong Perda Miras, Warga Diminta Aktif Melapor
"Sekarang harganya Rp1.200 per kilogram, dulu sempat Rp1.500. Sekarang banyak yang sudah mulai panen, jadinya harga turun," ujar Warno, dikutip Jumat (31/7/2026).
Dalam satu kali pengerokan yang dilakukan setiap dua hari, satu petak tambak garam mampu menghasilkan sekitar empat hingga lima karung garam. Sementara itu, total produksi dalam satu musim panen dapat mencapai 80 hingga 90 ton, tergantung kondisi cuaca.
Para petani berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menjaga stabilitas harga garam. Salah satu usulan yang disampaikan adalah penetapan harga eceran tertinggi (HET) agar harga garam tidak terus merosot ketika produksi sedang melimpah.
Selain itu, pemerintah juga diharapkan memperkuat penyerapan garam lokal melalui berbagai skema pembelian hasil panen. Langkah tersebut dinilai penting agar produksi garam tidak menumpuk di tingkat petani dan kesejahteraan petambak tetap terjaga.
Petani menilai keberpihakan pemerintah terhadap komoditas garam lokal menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan usaha tambak garam di wilayah pesisir Cirebon.(AS/MP).
















