- Mengenal Bhumi ATR/BPN, Cara Menelusuri Informasi Pertanahan Lewat Peta Digital.
- Patroli Bersama Pwrsonil Kodim dan Komduk Jaga Stabilitas Kamtibmas.
- Gelaran Soekarno Run 2026 Wariskan Semangat Juang Putra Sang Fajar.
- Soroti Nasib Warga Lahei, Waket II DPRD Barito Utara Siap Cek Langsung Jalan Hauling
- Koramil 03/Legok Gelar Karya Bakti Gerakan Nasional Indonesia Asri di Desa Palasari
- Satgas TMMD ke-130 Kodim 0510/Tigaraksa Laksanakan Pembongkaran RTLH Milik Ibu Sukesti.
- Perkuat Sinergitas Wilayah, Pangkogabwilhan II Terima Kunjungan Dankodaeral XIII dan Danlanal Balikpapan
- Tak Kenal Lelah, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0510/Tigaraksa Cor Jalan hingga Malam Hari.
- MHX Jakarta 2026 Hadirkan 21 Rumah Sakit Malaysia, Tawarkan Konsultasi Kesehatan Gratis
- Hadiri Hari Kesaktian Pancasila, Adityawarman Tegaskan Pentingnya Persatuan
Kapolda Metro Irjen Karyoto: Total Barbuk 5,9 Juta Butir Obat Daftar G Disita dari Pengungkapan di Kota Bekasi

Keterangan Gambar : Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto dan jajarannya saat menunjukkan barang bukti hasil ungkap kasus peredaran obat daftar G.
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto menyebut, total barang bukti (barbuk) yang disita dari hasil pengungkapan kasus tindak pidana peredaran obat terlarang atau daftar G di wilayah Kota Bekasi sebanyak kurang lebih 5.943.500 butir.
"Untuk keseluruhan barang bukti yang disita adalah 125 kardus dengan rincian 461 plastik, 300 ikat sama dengan 4.680 botol, dengan total seluruhnya kurang lebih 5.943.500 butir," kata Karyoto saat memimpin konferensi pers pengungkapan kasus di Gedung Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (10/4/2023).
Karyoto menjelaskan, barang bukti tersebut didapat setelah personelnya menggerebek gudang narkoba di wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat. Selain barang bukti, lanjut Karyoto, anggotanya juga menangkap 3 orang dari tempat kejadian perkara (TKP).
Baca Lainnya :
- Mengenal Bhumi ATR/BPN, Cara Menelusuri Informasi Pertanahan Lewat Peta Digital.
- Patroli Bersama Pwrsonil Kodim dan Komduk Jaga Stabilitas Kamtibmas.
- Gelaran Soekarno Run 2026 Wariskan Semangat Juang Putra Sang Fajar.
- Soroti Nasib Warga Lahei, Waket II DPRD Barito Utara Siap Cek Langsung Jalan Hauling
- Koramil 03/Legok Gelar Karya Bakti Gerakan Nasional Indonesia Asri di Desa Palasari
"3 orang yang ditangkap masing-masing inisial ASF, AP, dan MN. ASF berperan sebagai penjaga gudang, sementara AP dan MN berperan sebagai pembeli obat-obatan terlarang," sebutnya.
Disampaikan Kapolda, jenis obat-obatan tersebut masuk ke dalam narkotika golongan I jenis pil PCC (Paracetamol, Carisoprodol dan Cafein) dan narkotika golongan I jenis serbuk warna putih (mengandung MDMB-4en-PINACA).
"Pengungkapan berawal dari adanya informasi oleh warga terkait adanya dugaan penyimpanan obat-obatan terlarang," imbuhnya.
Selanjutnya petugas melakukan penyelidikan. Dan informasi yang didapat bahwa akan ada pengiriman obat-obat daftar G tersebut dari wilayah Jakarta.
"Untuk menghindari peredaran obat-obat daftar G tersebut tersebar ke wilayah Jakarta dan luar Jakarta, maka tim Unit 5 Subdit 2 melakukan upaya penindakan," bebernya.
Penindakan itu dilakukan pada hari Selasa (4/4/2023) sekitar pukul 14.00 WIB di ruko yang beralamat di Jalan Raya Hankam, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat. Di TKP ditemukan 5 kardus berisi obat-obatan yang rencananya hendak dikirim ke Surabaya.
"Hasil pemeriksaan, ketiga tersangka tidak memiliki izin mengedarkan sediaan farmasi dan atau tidak memiliki keahlian dan kewenangan untuk melakukan praktik kefarmasian," lugas Karyoto.
Atas perbuatannya, ketiganya ditetapkan tersangka dan dijerat Pasal 197 dan atau 196 dan atau 198 Undang Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, sebagaimana diubah dalam pasal 60 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan atau Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Tersangka terancam pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 1,5 miliar.(*)





.jpg)



.jpg)






