- Warga Cium Bau Tak Sedap, Ustaz Latif Ditemukan Meninggal Diperkirakan Sudah 3 Hari
- Kementerian UMKM Gandeng Bank Sumut Salurkan Banpres bagi UMKM Terdampak Bencana
- Kemenkop Berikan Klarifikasi Terkait Mekanisme Pembayaran Gaji ASN Lewat Koperasi.
- Intensifkan Patroli Malam, Babinsa bersama Komduk Sasar Lokasi Rawan.
- Kepala Kantah Kab Tangerang Ikuti Monitoring, Evaluasi dan Pembinaan Kinerja di Lingkungan Kanwil BPN Banten.
- Bedah Masalah, Sachrudin: Bahas Tuntas dan Segera Ditangani.
- HUT ke-31, Tirta Benteng Genjot Pelayanan dan Tawarkan Sambungan Baru Rp237 Ribu.
- Jiham Nur Hadiri Groundbreaking Jembatan Lahei, Dorong Infrastruktur Buka Akses Ekonomi Masyarakat
- Jembatan Lahei Dibangun, Plt Damang Apresiasi, Sebut Jembatan Jadi Kebutuhan Masyarakat
- Titiek Soeharto Dorong Pemerintah Serap Telur Peternak dan Atasi Kelangkaan Jagung
Indonesia Pacu Transisi Energi Transportasi Lewat Biofuel dan Kendaraan Listrik

Keterangan Gambar : EITS Discussion Series 2025: Apa Kabar Transisi Energi di Sektor Transportasi, di Jakarta, Rabu (10/9/2025).
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta,– Pemerintah Indonesia terus mempercepat langkah menuju transportasi hijau sebagai bagian dari komitmen mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2060. Arah besar kebijakan ini dilakukan melalui dua jalur utama: pengembangan biofuel dan percepatan ekosistem kendaraan listrik berbasis baterai (KBLBB).
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Prof. Dr. Eng. Eniya Listiani Dewi, menegaskan bahwa transportasi menjadi sektor kunci dalam roadmap transisi energi nasional.
“Transportasi adalah penyumbang emisi karbon terbesar. Karena itu, strategi elektrifikasi, bioetanol, biodiesel, hingga bioavtur untuk penerbangan, menjadi bagian penting dari grand design transisi energi kita,” ujar Eniya dalam EITS Discussion Series 2025: Apa Kabar Transisi Energi di Sektor Transportasi, di Jakarta, Rabu (10/9/2025).
Baca Lainnya :
- Dari UMKM hingga Pantai Teluk Nipah, Relawan Bakti BUMN Tinggalkan Manfaat untuk Desa Bulok
- Bukan Sekadar Seremoni, PTPN I Hadirkan Dampak Ekonomi bagi Ratusan UMKM
- PTPN I Ubah Aset Jadi Mesin Pertumbuhan, Cafe dan Gerai Produk Hilir Segera Hadir
- Dari Mangrove hingga Internet Publik, Program PLN di Pulau Sabira Raih Predikat Platinum
- Dari Kebun ke Rak Retail, PTPN I Perkuat Hilirisasi Produk Teh, Kopi, dan Gula
PLN Percepat Ekosistem Kendaraan Listrik
Sejalan dengan kebijakan pemerintah, PT PLN (Persero) mengambil peran sebagai motor penyedia infrastruktur kendaraan listrik.
Executive Vice President Pengembangan, Pinjaman, dan Perizinan Proyek PLN, Moch Padang Dirgantara, menyebut PLN kini menjalankan strategi end-to-end, mulai dari pembangkitan berbasis energi terbarukan hingga penyediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
“Hingga September 2024, kami telah mengoperasikan 2.100 SPKLU di 1.463 lokasi. Setahun kemudian, jumlahnya melonjak dua kali lipat menjadi 4.216 unit di 2.800 lokasi dari Aceh hingga Papua,” jelasnya.
Dirgantara menambahkan, peluang investasi SPKLU kini terbuka luas. “Melalui Permen ESDM Nomor 182 Tahun 2023, siapa pun bisa ikut, mulai dari UMKM, koperasi, hingga individu. Ekosistem kendaraan listrik ini harus inklusif dan menguntungkan banyak pihak,” katanya.
Tantangan Insentif dan Daya Beli
Meski infrastruktur berkembang pesat, adopsi kendaraan listrik masih menghadapi kendala. Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Dr. Dina Nurul Fitria, menilai pertumbuhan pasar kendaraan listrik cenderung melambat setelah insentif pemerintah berakhir.
“Insentif pembelian, termasuk dukungan pembiayaan bank Himbara, sempat mendongkrak minat. Namun setelah subsidi dihentikan, ditambah daya beli masyarakat yang terbatas, angka penjualan menurun,” ujarnya.
Dina menambahkan, turunnya harga mobil konvensional juga membuat konsumen lebih condong ke kendaraan non-EV. “Kalaupun masyarakat mampu beli mobil baru, banyak yang tetap memilih kendaraan berbahan bakar fosil,” tegasnya.
Menuju Transportasi Hijau
Meski tantangan masih ada, pemerintah optimistis target NZE 2060 dapat tercapai. Kolaborasi lintas sektor—pemerintah, BUMN, swasta, dan masyarakat—diharapkan mampu mempercepat transformasi transportasi nasional.
Sinergi biofuel, elektrifikasi, hingga inovasi energi baru seperti hidrogen dan amonia akan menjadi kunci Indonesia menuju era transportasi hijau yang berkelanjutan.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).





.jpg)










