- Ketua Komisi III DPRD, Apresiasi Kinerja Polres Barito Utara, 3 Terduga Pelaku Pembantaian Satu Keluaraga, Berhasil Diringkus
- Makna Kartini Masa Kini, DPR Soroti Pendidikan Perempuan dan Ketahanan Keluarga
- Ketua DPRD Tegaskan Musrenbang RKPD 2027 Jadi Arena Uji Gagasan, Majalengka Didorong Lebih Unggul
- Musrenbang Majalengka RKPD 2027 Serap 2.164 Usulan, Infrastruktur - Ekonomi Jadi Prioritas, Kemiskinan Turun
- Peringatan Hari Kartini 2026, PKS Majalengka Soroti Peran Strategis Perempuan untuk Bangsa
- Hari Kartini, Wamendikdasmen Tinjau Sekolah di Majalengka dan Tegaskan Program Revitalisasi
- Dukung Program Prabowo Dapur MBG Blitar Garum Tawangsari II Kerja Keras Sepenuh Hati
- Pilih Mundur Ketua DPC PPP Kota Blitar Berikan Peluang Emas Generasi Muda untuk Berjaya di 2029
- Kementerian UMKM Dorong Adopsi AI untuk Perkuat Ekonomi Inklusif
- Bingung Soal Proses dan Biaya Balik Nama Sertipikat Orang Tua ke Anak? Simak Penjelasan Berikut
Ditemukan 2 Kasus PMK di Kabupaten Blitar, Masyarakat Diminta Waspada

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Blitar
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Dengan diketemukannya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Blitar minta agar pemilik hewan ternak di Kabupaten Blitar harus waspada. Pasalnya, di awal tahun 2024 Dinas Peternakan dan Perikanan menemukan 2 kasus positif Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak sapi.
Seperti dikemukakan oleh Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner ( Kabid Keswan dan Kesmavet) Disnakkan Kabupaten Blitar, drh Nanang Miftahudin kepada wartawan, hingga akhir Februari 2024 telah ditemukan 2 kasus positif PMK.
“terdata ada 2 ekor sapi potong di Desa Penataran, Kecamatan Nglegok yang positif PMK,” ujar Nanang, Kamis, (29/2/2024).
Baca Lainnya :
- Ketua DPRD Tegaskan Musrenbang RKPD 2027 Jadi Arena Uji Gagasan, Majalengka Didorong Lebih Unggul
- Musrenbang Majalengka RKPD 2027 Serap 2.164 Usulan, Infrastruktur - Ekonomi Jadi Prioritas, Kemiskinan Turun
- Peringatan Hari Kartini 2026, PKS Majalengka Soroti Peran Strategis Perempuan untuk Bangsa
- Hari Kartini, Wamendikdasmen Tinjau Sekolah di Majalengka dan Tegaskan Program Revitalisasi
- Dukung Program Prabowo Dapur MBG Blitar Garum Tawangsari II Kerja Keras Sepenuh Hati
Lebih lanjut Nanang menjelaskan 2 ekor sapi potong yang positif PMK tersebut, mengalami beberapa gejala klinis diantaranya suhu tubuh tinggi (lebih dr 39 derajat). “Tidak mau makan, luka/melepuh pada area mulut dan kaki, hipersalivasi (mengeluarkan air liur terus menerus) dan agak berbusa. Serta ternak terlihat sering baring,” jelasnya.
Mengenai kondisi 2 ekor ternak sapi yang positif PMK tersebut, diungkapkan sudah tertangani oleh petugas dan kondisi sudah sehat. “Dengan melakukan terapi pengobatan dan karantina di kandangnya, disarankan untuk tidak memasukkan atau mengeluarkan ternak dulu,” ungkap Nanang.
Sedangkan penyebab 2 ekor sapi tersebut terjangkit PMK, menurut Nanang akibat virus. Padahal lokasi ditemukannya kasus PMK pertama di Kabupaten Blitar itu sudah divaksin. Namun dari 2 ekor ternak sapi tersebut, 1 ekor belum pernah divaksin karena pemiliknya menolak. “Kemudian yang kedua, baru beli dari pedagang di pasar dan masih ditelusuri dari daerah mana,” bebernya.

Oleh karena itu untuk antisipasi dan pengendalian PMK di Kabupaten Blitar, pihak Disnakkan sejak Januari 2024 sudah mengoptimalkan vaksinasinya dengan menerjunkan 10 tim vaksinasi di seluruh wilayah. “Kemudian menerbitkan Surat Edaran (SE) untuk peningkatan kewaspadaan PMK, jika ada kasus segera melaporkan ke call center KAWAN KECE agar segera ditangani serta pengaktifan lagi 12 Posko PMK,” tandas Nanang.
Ditambahkan Nanang jika vaksinasi PMK di wilayah Kabupaten Blitar dari total 248 desa/kelurahan, hanya 2 desa yang belum yakni Desa Salam dan Desa Jaten, Kecamatan Wonodadi Kabupaten Blitar.
Dimana sesuai data per 27 Februari 2024, total ternak sapi, kambing, domba, kerbau dan babi yang sudah di vaksin ke 1 (V1) sebanyak 41.769 ekor. Kemudian Revaksin (V2) 27.614 ekor, lalu Booster 8.854 ekor sehingga total 78.273 ekor ternak yang sudah divaksin pungkasnya. (za/mp)














