- TGH. Mustain Pimpin FORMULA NTB 2026–2031, Siapkan 14 Bidang Strategis untuk Pengabdian Umat
- Patrolinya Babinsa Dan Komduk Wujudkan Wilayah Aman Dan Kondusif.
- Satgas Sampah Kodim 0510/Tigaraksa Bersihkan Tumpukan Sampah di Jalan Gandaria Kresek.
- Jaga Kamtibmas, TNI Dan Komduk Patroli Malam Bersama.
- Polemik Gibran Menguat, Maman Imanulhaq Dorong Jalan Konstitusional
- Penyaluran Tali Asih PPKH 281 PT NPR, Pemdes dan BPD Karendan-Muara Pari Jelaskan Mekanisme
- Kementerian UMKM Buka Peluang Waralaba Lokal Masuk Pasar Modal
- HUT ke-39, BRI Life Salurkan Bantuan Sembako hingga Fasilitas Air Bersih
- Masyarakat Rentan Sosial Desa Sumberingin Bersyukur BLT-DD Sudah Cair.
- Fraksi PKB DPRD Kabupaten Blitar Gelar Hari Fraksi: Ruang Aspirasi & Suara Rakyat.
Diduga Sarat Kecurangan Proyek Bangunan di Panti Rehabilitasi Sosial Jadi Sorotan LSM Barata

Keterangan Gambar : Proyek bangunan di Dinas Sosial Kab.Tangerang
MEGAPOLITANPOS.COM, Kabupaten Tangerang- Pembangunan dinas panti sosial Jayanti yang tengah digarap PT. Rogate Ephipanias Jaya dan menelan anggaran sebesar 574 juta rupiah diduga tidak sesuai spesifikasi yang sudah ditentukan.
Selain galian yang diduga kurang memenuhi standar kedalaman, material yang digunakan untuk struktur pondasi diduga tidak sesuai dengan yang telah ditetapkan.
Hal tersebut diungkapkan Hilman Saleh Harahap Koordinator LSM Barata menanggapi proyek pengerjaan yang diduga kurang sesuai dengan spesifikasi yang sudah ditetapkan.
Baca Lainnya :
- Jaga Kamtibmas, TNI Dan Komduk Patroli Malam Bersama.
- Polemik Gibran Menguat, Maman Imanulhaq Dorong Jalan Konstitusional
- Kementerian UMKM Buka Peluang Waralaba Lokal Masuk Pasar Modal
- Coretan Liar Kotori Ruang Publik, Majalengka Kirim Pesan Tegas
- 38 Ribu Pil Obat Keras Terungkap, Polisi Bongkar Jaringan Pengedar di Majalengka
"Kita menduga ada semacam konspirasi jahat dalam proyek pembangunan tersebut, karena berdasarkan pantauan kami di lapangan dari segi galian pondasi dan besi tulangan yang digunakan disinyalir kurang memenuhi standar yang sudah ditetapkan," ujarnya sabtu (17/9/2022).
Selain pembangunan dinas panti sosial Jayanti, dirinya juga mempersoalkan rehabilitasi gedung panti sosial Jayanti yang tengah digarap CV. Karya Zidan Putra Mandiri yang juga diduga tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.
"Angka 683juta, untuk rehabilitasi atap baja ringan dan plafon kami rasa kurang relevan," ujarnya.
Meski demikian, ia mengaku membutuhkan pendalaman yang lebih komprehensif untuk menyatakan ada dugaan kecurangan dalam pembangunan kedua proyek yang saat ini tengah berlangsung di panti rehabilitasi sosial di wilayah kecamatan Jayanti.
"Kita sudah melayangkan surat meminta penjelasan ke Dinas Tata Ruang dan Bangunan Kabupaten Tangerang untuk meminta salinan RAB dan spesifikasi secara mendetail untuk memastikannya, ya tinggal kita tunggu nanti balasan suratnya," ungkap Hilman Saleh.Jhn















