Cawapres Mahfud: Berantas Praktek Illegal Mafia Kelapa Sawit

By Achmad Sholeh(Alek) 30 Jan 2024, 23:38:18 WIB Nasional
Cawapres Mahfud: Berantas Praktek Illegal Mafia Kelapa Sawit

MEGAPOLITANPOS.COM, Riau - Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 3 Mahfud MD melakukan kampanye terbuka di Bumi Lancang Kuning, Provinsi Riau, Senin lalu (29/1). 

Mahfud yang didampingi langsung Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Gatot Edy Pramono tersebut juga berkesempatan membuka gerai UMKM Riau.

Dalam kesempatan tersebut Mahfud menemui ribuan pendukungnya di Gelanggang Remaja, Pekanbaru. Ada beberapa persoalan yang disampaikan Mahfud. Di antaranya penegakan hukum hingga persoalan dana bagi hasil (DBH) sawit.

Baca Lainnya :

“Mengapa kita perlu memilih Ganjar Mahfud? Karena penegakan hukum di Indonesia saat ini terasa tumpul. Korupsi merajalela dan kita perlu tata pemerintahan yang bersih dan mampu memartabatkan negara kita,” sebut Mahfud. 

Dirinya mencatat permasalahan konkret di Riau terkait kelapa sawit, di mana keberlanjutan lahan sawit menjadi sorotan. Mahfud MD berkomitmen untuk memberantas praktik ilegal yang melibatkan mafia sawit yang dianggap kebal hukum.

“Riau memiliki 3 juta hektare sawit, namun pengelolaannya masih jauh dari ideal. Ada lahan sawit yang tidak diurus dengan baik, dikuasai oleh pihak tertentu dan ini harus mendapatkan penanganan tegas,” ujarnya.

Dalam konteks infrastruktur, Mahfud MD menyatakan bahwa pembangunan ekonomi dan sosial hanya dapat terjadi jika penegakan hukum berjalan dengan baik.

Ia menjanjikan pemberian internet gratis kepada UMKM, anak sekolah dan juga ditujukan ke tempat terbuka sebagai langkah nyata mendukung pertumbuhan ekonomi.

“Pertumbuhan ekonomi dan pendidikan harus didukung oleh penegakan hukum yang kuat. Saya dan Ganjar akan memberikan internet gratis kepada semua UMKM, anak sekolah, dan di tempat terbuka. Ini bukan hanya janji, tapi langkah konkret untuk memajukan Riau,” tambahnya.

Dalam upaya mendukung petani, Mahfud MD berjanji memberikan subsidi pupuk dan perhatian khusus terhadap kesejahteraan mereka. Utang sebanyak Rp687 miliar milik petani dan nelayan juga akan diputihkan untuk meringankan beban utang.

“Saya dan pak Ganjar akan mengatasi ketidakadilan yang dialami petani. Subsidi pupuk dan dukungan lainnya akan kami berikan. Utang milik petani dan nelayan (melalui KUR) akan dibebaskan dari utang kepada pemerintah jika kami terpilih,” ujarnya.







Sementara itu hal senada juga disampaikan Ketua Aliansi Garis Perjuangan Delapan ( GP Delapan) H.Tugiar Khusaini yang biasa disapa Mas giar, bahwa Pemerintah masih perlu berbenah terkait digitalisasi UMKM, apalagi persoalan KUR, karena internet yang diperlukan bagi masyarakat pelaku usaha di desa desa belum merata.




" Selain internet yang tidak merata, masih banyak pelaku usaha yang sulit mengakses KUR, pihak bank masih saja memberlakukan agunan bagi debitur karena alasan usahanya tidak bankable, apalagi persoalan pupuk semakin sulit didapatkan oleh para petani," tutup Giar.(Reporter: Achmad Sholeh Alek)




  • Disambut Meriah di Istana Merdeka, Presiden Steinmeier Bahas Kerja Sama Strategis dengan Prabowo

    🕔19:51:57, 15 Jun 2026
  • PRO RI Resmi Menjadi Sayap Partai PRI, Siap Kawal Kedaulatan Teknologi Nasional

    🕔08:50:32, 14 Jun 2026
  • Ketua Umum PRSI Bahas Program Workshop Robotika Bersama Anjungan Kalimantan Selatan TMII

    🕔09:24:18, 14 Jun 2026
  • Di Hadapan HIPMI, Prabowo Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan dan Energi

    🕔12:00:55, 11 Jun 2026
  • Pertamina: Harga BBM Pertamax 92 Naik Menjadi Rp 16.250/liter, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap

    🕔09:16:09, 10 Jun 2026