- Sinergi Lintas Sektor Hadapi Ancaman Bencana, Pemkab Barito Utara Perkuat Mitigasi Karhutla dan Hidrometeorologi
- Wisuda XIII BKPRMI Barito Utara, Pemkab Dorong Lahirnya Generasi Qur\\
- Jakarta Bidik Empat Sukses PON 2028, Siapkan Rp166 Miliar untuk Sulap Venue Bertaraf Nasional
- Endro Hermono Anggota Komisi VIII DPR-RI Sosialisasikan Keuangan Ibadah Haji Praktis Cepat dan Terjangkau
- Bupati Blitar Serahkan Sertifikat Redistribusi Tanah Tahap 2
- Lantik Pamong Praja Muda IPDN, Prabowo Tekankan Birokrasi Bersih dan Antikorupsi
- Bupati dan DPRD Sambut JPO Hibah Boy Thohir, Majalengka Bersolek
- Bupati Majalengka, Eman Suherman: Raperda APBD 2025 Bukti Sinergi Pemkab dan DPRD
- Ditbinmas Polda Metro Perkuat Sinergi Jaga Jakarta Bareng Ormas
- KUMITRA Jambore 2026 Perkuat Kemitraan UMKM dan Rantai Pasok Nasional
Cawapres Mahfud: Berantas Praktek Illegal Mafia Kelapa Sawit

MEGAPOLITANPOS.COM, Riau - Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 3 Mahfud MD melakukan kampanye terbuka di Bumi Lancang Kuning, Provinsi Riau, Senin lalu (29/1).
Mahfud yang didampingi langsung Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Gatot Edy Pramono tersebut juga berkesempatan membuka gerai UMKM Riau.
Dalam kesempatan tersebut Mahfud menemui ribuan pendukungnya di Gelanggang Remaja, Pekanbaru. Ada beberapa persoalan yang disampaikan Mahfud. Di antaranya penegakan hukum hingga persoalan dana bagi hasil (DBH) sawit.
Baca Lainnya :
- Selamatkan Kekayaan Negara, TNI AL Sita 1,9 Ton Pasir Timah Siap Selundup ke Malaysia
- Hadiri Perayaan Natal Kanwil BPN Provinsi Riau, Wamen Ossy: Jaga Semangat untuk Layani Masyarakat
- KPK Tetapkan Gubernur Riau Abdul Wahid Jadi Tersangka, Diduga Minta Jatah Preman Rp 7 Miliar dari Proyek Jalan
- BNI Dorong Akselerasi Pembiayaan Perumahan di Riau Lewat Program 3 Juta Rumah Nasional
- Bakrie Amanah BerKolaborasi Bersama EMP dalam Program Sosial Berbagi Gizi Untuk Negeri
“Mengapa kita perlu memilih Ganjar Mahfud? Karena penegakan hukum di Indonesia saat ini terasa tumpul. Korupsi merajalela dan kita perlu tata pemerintahan yang bersih dan mampu memartabatkan negara kita,” sebut Mahfud.
Dirinya mencatat permasalahan konkret di Riau terkait kelapa sawit, di mana keberlanjutan lahan sawit menjadi sorotan. Mahfud MD berkomitmen untuk memberantas praktik ilegal yang melibatkan mafia sawit yang dianggap kebal hukum.
“Riau memiliki 3 juta hektare sawit, namun pengelolaannya masih jauh dari ideal. Ada lahan sawit yang tidak diurus dengan baik, dikuasai oleh pihak tertentu dan ini harus mendapatkan penanganan tegas,” ujarnya.
Dalam konteks infrastruktur, Mahfud MD menyatakan bahwa pembangunan ekonomi dan sosial hanya dapat terjadi jika penegakan hukum berjalan dengan baik.
Ia menjanjikan pemberian internet gratis kepada UMKM, anak sekolah dan juga ditujukan ke tempat terbuka sebagai langkah nyata mendukung pertumbuhan ekonomi.
“Pertumbuhan ekonomi dan pendidikan harus didukung oleh penegakan hukum yang kuat. Saya dan Ganjar akan memberikan internet gratis kepada semua UMKM, anak sekolah, dan di tempat terbuka. Ini bukan hanya janji, tapi langkah konkret untuk memajukan Riau,” tambahnya.
Dalam upaya mendukung petani, Mahfud MD berjanji memberikan subsidi pupuk dan perhatian khusus terhadap kesejahteraan mereka. Utang sebanyak Rp687 miliar milik petani dan nelayan juga akan diputihkan untuk meringankan beban utang.
“Saya dan pak Ganjar akan mengatasi ketidakadilan yang dialami petani. Subsidi pupuk dan dukungan lainnya akan kami berikan. Utang milik petani dan nelayan (melalui KUR) akan dibebaskan dari utang kepada pemerintah jika kami terpilih,” ujarnya.

Sementara itu hal senada juga disampaikan Ketua Aliansi Garis Perjuangan Delapan ( GP Delapan) H.Tugiar Khusaini yang biasa disapa Mas giar, bahwa Pemerintah masih perlu berbenah terkait digitalisasi UMKM, apalagi persoalan KUR, karena internet yang diperlukan bagi masyarakat pelaku usaha di desa desa belum merata.

" Selain internet yang tidak merata, masih banyak pelaku usaha yang sulit mengakses KUR, pihak bank masih saja memberlakukan agunan bagi debitur karena alasan usahanya tidak bankable, apalagi persoalan pupuk semakin sulit didapatkan oleh para petani," tutup Giar.(Reporter: Achmad Sholeh Alek)


.jpg)
.jpg)













