- Sebanyak 40 Perusahaan Ramaikan Job Fair di Kabupaten Blitar
- Baznas Majalengka Salurkan Bantuan 424 Anak Yatim
- Ketegangan Lahan di Maluku Tengah, PTPN I Buka Ruang Musyawarah Bersama Masyarakat
- Wajib Coba, Challenge Berhadiah Ipad dan Smartwatch di JFK 2026
- Suasana Keakraban Kependam Jaya Dengan Jurnalis
- BRI Life Dukung UMKM Fun Run 5K 2026, Dorong Gaya Hidup Sehat dan Literasi Keuangan Masyarakat
- Picu Kemacetan, Camat Tambora Tertibkan PKL
- SILAT APIK PTMA ke-5 Resmi Dibuka di Jakarta, Bahas Etika Digital dan Transformasi Sosial di Era AI
- Ketum SMSI Sebut Pelaku Usaha Media Perlu Fokus Pada Pengembangan Usaha
- Kemenkop Fasilitasi MoU Koperasi Gambir & ID FOOD untuk Ekspor ke India-Pakistan
BP2MI: 9 CPMI Ilegal yang Dicegah TNI AL ke Malaysia Sudah Ditangani BP3MI Kaltara

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menyatakan, sebanyak 9 Pekerja Migran Indonesia (PMI) Ilegal yang berhasil dicegah masuk ke Malaysia oleh pihak TNI AL sudah ditangani Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kalimantan Utara (Kaltara).
"Ya itu 9 orang (CPMI Ilegal) warga Sulawesi Selatan. Sekarang lagi di BP3MI Kalimantan Utara. Jadi kalau posisi seperti itu, artinya kalau sudah ada di BP3MI, merekalah yang akan menangani. Mereka ditampung, disamping itu mereka juga akan dilindungi," kata Sekretaris Utama (Sestama) BP2MI Rinardi, kepada media dalam acara Halal Bihalal Idul Fitri 1444 H, di Aula KH Abdurrahman Wahid, Kantor BP2MI, Jakarta, Senin (8/5/2023).
Rinardi menuturkan, kesembilan calon PMI non prosedural itu tentunya masih dalam pengawasan BP3MI Kalimantan Utara, sampai menunggu proses hukum pihak kepolisian setempat.
Baca Lainnya :
- Sebanyak 40 Perusahaan Ramaikan Job Fair di Kabupaten Blitar
- Baznas Majalengka Salurkan Bantuan 424 Anak Yatim
- Ketegangan Lahan di Maluku Tengah, PTPN I Buka Ruang Musyawarah Bersama Masyarakat
- Wajib Coba, Challenge Berhadiah Ipad dan Smartwatch di JFK 2026
- Suasana Keakraban Kependam Jaya Dengan Jurnalis
"Sampai proses hukum terhadap calo berjalan, maka para calon PMI ilegal tersebut belum boleh keluar dari BP3MI," imbuhnya.
Sementara itu, BP3MI Kaltara memberikan apresiasi kepada TNI AL atas keberhasilannya mencegah penempatan ilegal sembilan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) ke Malaysia di perairan Sebatik, Sabtu (6/5/2023).
Dilansir laman resmi BP2MI, Kepala BP3MI Kaltara, Kombes Pol F Jaya Ginting, mengatakan Danlanal Nunukan, Letkol Laut (P) Arief Kurniawan Hertanto bersama Tim Satgas Intelmar Lantamal XIII Tarakan telah berhasil mencegah sembilan Calon PMI yang menjadi korban sindikat penempatan ilegal ke Malaysia. Danlanal juga berhasil mengamankan seorang tekong bersama motoris speedboat.
Ginting menjelaskan para CPMI ini berasal dari Sulawesi Selatan yang terdiri dari Enam orang Laki-laki dan tiga orang perempuan. Pihaknya akan segera memproses penyerahan Sembilan CPMI, serta tekong yang memfasilitasi pemberangkatan mereka.
Butuh tindakan hukum tegas, bagi tekong atau calo, karena mengambil keuntungan dari penempatan ilegal PMI.
"Ini merupakan kejahatan kemanusian Kita bisa katakan tekong itu penjahat kemanusiaan harus dihukum agar menjadi efek jera,’’ kata Ginting
Berdasarkan keterangan yang diperoleh bahwa 9 penumpang tersebut akan berangkat ke Tawau Malaysia untuk bekerja di wilayah Lahad Datu Malaysia.




.jpg)












