- Kapolres Majalengka Ungkap Tiga Kasus Kriminal, Dugaan Kekerasan Seksual Anak Disorot
- Kompetitif di 4 Putaran Awal, Tim HRI Target Raih Gelar Juara Nasional Akhir Pekan Ini di Mandalika
- Jaga Stabilitas Keamanan, Babinsa Koramil Ciledug Dan Pondok Aren Patroli Malam Bersama Komduk.
- Mediasi Dugaan Limbah Greenfields Memanas, kenapa Pejabat Masih Baru Akan Turun ke Lokasi.
- Pemkab Barut Dorong Pemanfaatan Pangan Lokal dan Cegah Stunting Lewat Lomba Cipta Menu B2SA
- Ketua TP-PKK Barito Utara Tekankan Peran Keluarga dalam Pencegahan Stunting melalui Pangan B2SA
- PN Tak Berwenang Adili Sengketa Internal, PDIP Majalengka Tancap Gas Hadapi Pileg 2029
- Asthara Skyfront City Rampungkan Dua Show Unit Terbaru Allurea Type E.
- Tokoh Masyarakat Lahei Minta Keselamatan Warga Jadi Prioritas dalam Persoalan Jalan Hauling
- Dandim 0510/Tigaraksa Dukung Ketahanan Pangan, Panen Padi Sawah dan Pemberian Bantuan Sarana Pertanian
Benny Rhamdani Ucapkan Terimakasih kepada Menteri BUMN Erick Thohir Beri Dukungan Penuh BP2MI

Keterangan Gambar : Kepala BP2MI Benny Rhamdani dan Menteri BUMN Erick Thohir saat memberikan keterangan kepada media seusai pelepasan 123 PMI Korea Selatan dan 5 PMI Jerman.
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani kembali bersama Menteri BUMN Erick Thohir melepas Pekerja Migran Indonesia ke luar negeri. Sedikitnya ada 128 pekerja terampil program pemerintah atau 'Government to Government' (G to G) dilepas keberangkatannya ke Korea Selatan dan Jerman, di Hotel Peninsula, Jakarta, Senin (10/7/2023).
Benny Rhamdani dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Erick Thohir yang selama ini kerap membantu serta mendukung pelaksanaan program-program di BP2MI sehingga dapat berjalan optimal.
"Perubahan dan inovasi-inovasi, lounge, fast track, ambulance untuk antar jemput orang sakit dibantu, disupport total penuh oleh Kementerian BUMN di bawah Bapak Erick Thohir," cetus Benny dihadapan 128 pekerja migran Indonesia dan 600 calon pekerja migran Indonesia (Preliminary) yang turut hadir di acara pelepasan.
Baca Lainnya :
- Kapolres Majalengka Ungkap Tiga Kasus Kriminal, Dugaan Kekerasan Seksual Anak Disorot
- Kompetitif di 4 Putaran Awal, Tim HRI Target Raih Gelar Juara Nasional Akhir Pekan Ini di Mandalika
- Jaga Stabilitas Keamanan, Babinsa Koramil Ciledug Dan Pondok Aren Patroli Malam Bersama Komduk.
- Mediasi Dugaan Limbah Greenfields Memanas, kenapa Pejabat Masih Baru Akan Turun ke Lokasi.
- Pemkab Barut Dorong Pemanfaatan Pangan Lokal dan Cegah Stunting Lewat Lomba Cipta Menu B2SA
"Kalau saja bukan Pak Erick jadi menteri BUMN, mungkin BP2MI sudah menjadi lembaga yang mati segan hidup enggak. Karena tanpa Pak Erick kita tidak bisa berbuat banyak, melindungi dan melayani anak bangsa yang menjadi Pekerja Migran Indonesia," tambah Benny.

Lanjut Benny Rhamdani memastikan keamanan bagi pekerja migran Indonesia. Benny juga mengimbau masyarakat memilih jalur resmi apabila akan bekerja sebagai pekerja migran Indonesia.
“Siapa yang mau bekerja, pilihlah bekerja secara resmi. Tidak sulit kok, negara akan melayani dan memberikan fasilitas secara maksimal dan istimewa daripada Anda berangkat tidak resmi dengan berbagai risiko kekerasan fisik, kekerasan seksual, gaji tidak dibayar, eksploitasi tidak bagus," bebernya.
Adapun penempatan 123 pekerja ke Korea Selatan akan mengisi sektor manufaktur dan perikanan. Sedangkan, 5 pekerja migran Indonesia ke Jerman akan bekerja sebagai perawat.
Sementara Menteri BUMN Erick Thohir menyoroti angka pekerja migran asal Indonesia. Meski jutaan WNI berstatus pekerjaan di luar negeri, hampir separuhnya berstatus ilegal.
"Alhamdulillah ada 9 juta pekerja kita di luar negeri, tetapi 4,5 juta masih ilegal. Yang akhirnya kita menilai bangsa kita dilecehkan. Untuk itu, Bapak Presiden minta diberantas, dan Bapak Kapolri bilang itu tidak mudah," ujar Erick Thohir kepada wartawan seusai pelepasan.
Erick Thohir juga menyampaikan, masyarakat maupun pemerintah mesti bersinergi menciptakan iklim yang layak terhadap pekerja migran asal Indonesia. Jika program BP2MI didukung banyak pihak, Erick yakin pekerja maupun calon pekerja di luar negeri akan memberi positif ke depannya.
"Ini kan baru dua Kementerian yang terlibat. Coba Kementerian Luar Negeri, Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) dan Kementerian Sosial (Kemensos) bergabung, wah itu lebih bagus lagi," tukasnya.(*)





.jpg)





.jpg)




