- PRSI dan PT Angri Pangan Indonesia Maju Teken MoU Dukung Program Robotika untuk Negeri
- Majalengka Gaspol PAD, Retribusi TKA Tembus Target 5,6 Miliar
- Baznas-Polres Sumedang Khitan Massal, 82 Anak Terbantu Warga
- Polres Majalengka Bongkar Jaringan Tembakau Sintetis, 1 Ditangkap
- Hingga Juni 2026 Polda Metro Berhasil Ungkap 3.809 Kasus dan Sita 17,45 Ton Narkotika
- LKPM Soroti RTRW Majalengka, Ancaman Nyata bagi Investor
- Ribuan Relawan MBG Tasikmalaya Turun ke Jalan, Tegaskan Dukungan untuk Program Makan Bergizi Gratis
- Jakarta Fair 2026 Hadirkan Berbagai Booth Laptop Best Seller, Keluaran Terbaru, Dapat Voucher Servis Rp550.000
- Bupati Serap Aspirasi dan Perkuat Silaturahmi dengan Masyarakat, Saat Safari Jumat Di Gunung Purei
- Apa Instruksi Bupati Saat Tinjau Jalan Km 30 Menuju Desa Jamut Teweh Timur
Benny Rhamdani Ucapkan Terimakasih kepada Menteri BUMN Erick Thohir Beri Dukungan Penuh BP2MI

Keterangan Gambar : Kepala BP2MI Benny Rhamdani dan Menteri BUMN Erick Thohir saat memberikan keterangan kepada media seusai pelepasan 123 PMI Korea Selatan dan 5 PMI Jerman.
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani kembali bersama Menteri BUMN Erick Thohir melepas Pekerja Migran Indonesia ke luar negeri. Sedikitnya ada 128 pekerja terampil program pemerintah atau 'Government to Government' (G to G) dilepas keberangkatannya ke Korea Selatan dan Jerman, di Hotel Peninsula, Jakarta, Senin (10/7/2023).
Benny Rhamdani dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Erick Thohir yang selama ini kerap membantu serta mendukung pelaksanaan program-program di BP2MI sehingga dapat berjalan optimal.
"Perubahan dan inovasi-inovasi, lounge, fast track, ambulance untuk antar jemput orang sakit dibantu, disupport total penuh oleh Kementerian BUMN di bawah Bapak Erick Thohir," cetus Benny dihadapan 128 pekerja migran Indonesia dan 600 calon pekerja migran Indonesia (Preliminary) yang turut hadir di acara pelepasan.
Baca Lainnya :
- PRSI dan PT Angri Pangan Indonesia Maju Teken MoU Dukung Program Robotika untuk Negeri
- Majalengka Gaspol PAD, Retribusi TKA Tembus Target 5,6 Miliar
- Baznas-Polres Sumedang Khitan Massal, 82 Anak Terbantu Warga
- Polres Majalengka Bongkar Jaringan Tembakau Sintetis, 1 Ditangkap
- Hingga Juni 2026 Polda Metro Berhasil Ungkap 3.809 Kasus dan Sita 17,45 Ton Narkotika
"Kalau saja bukan Pak Erick jadi menteri BUMN, mungkin BP2MI sudah menjadi lembaga yang mati segan hidup enggak. Karena tanpa Pak Erick kita tidak bisa berbuat banyak, melindungi dan melayani anak bangsa yang menjadi Pekerja Migran Indonesia," tambah Benny.

Lanjut Benny Rhamdani memastikan keamanan bagi pekerja migran Indonesia. Benny juga mengimbau masyarakat memilih jalur resmi apabila akan bekerja sebagai pekerja migran Indonesia.
“Siapa yang mau bekerja, pilihlah bekerja secara resmi. Tidak sulit kok, negara akan melayani dan memberikan fasilitas secara maksimal dan istimewa daripada Anda berangkat tidak resmi dengan berbagai risiko kekerasan fisik, kekerasan seksual, gaji tidak dibayar, eksploitasi tidak bagus," bebernya.
Adapun penempatan 123 pekerja ke Korea Selatan akan mengisi sektor manufaktur dan perikanan. Sedangkan, 5 pekerja migran Indonesia ke Jerman akan bekerja sebagai perawat.
Sementara Menteri BUMN Erick Thohir menyoroti angka pekerja migran asal Indonesia. Meski jutaan WNI berstatus pekerjaan di luar negeri, hampir separuhnya berstatus ilegal.
"Alhamdulillah ada 9 juta pekerja kita di luar negeri, tetapi 4,5 juta masih ilegal. Yang akhirnya kita menilai bangsa kita dilecehkan. Untuk itu, Bapak Presiden minta diberantas, dan Bapak Kapolri bilang itu tidak mudah," ujar Erick Thohir kepada wartawan seusai pelepasan.
Erick Thohir juga menyampaikan, masyarakat maupun pemerintah mesti bersinergi menciptakan iklim yang layak terhadap pekerja migran asal Indonesia. Jika program BP2MI didukung banyak pihak, Erick yakin pekerja maupun calon pekerja di luar negeri akan memberi positif ke depannya.
"Ini kan baru dua Kementerian yang terlibat. Coba Kementerian Luar Negeri, Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) dan Kementerian Sosial (Kemensos) bergabung, wah itu lebih bagus lagi," tukasnya.(*)




.jpg)




.jpg)







