- Operasi Laut Gabungan Sita 1,3 Ton Ketamine, Delapan Awak Kapal Asing Diamankan
- Pramono Anung Dukung Kolaborasi Bank Jakarta-Persija, Target Juara untuk 500 Tahun Jakarta
- Sambut HUT RI ke-81, Wali Kota Depok Sebar Ribuan Bendera Merah Putih
- Bukan Sekadar Sponsor, Bank Jakarta Bangun Kemitraan Strategis dengan Persija
- Yayasan Kreshna dan RS Husada Jakarta Resmi Bentuk Club Stroke di Usia ke-102 Tahun
- Bupati Lepas Kontingen Barito Utara Ikuti Jambore Nasional XII 2026 Cibubur, Jakarta
- Menteri UMKM Dorong APPI Perkuat Pasar Produk Dalam Negeri
- Pemkab Barito Utara Kaji Tiru Tata Kelola Pemerintahan ke Kulon Progo
- Bupati Barito Utara Hadiri Rakor Pemerintahan Desa/Kelurahan se-Kalteng 2026
- Kaji Tiru ke Bantul, Pemkab Barito Utara Dalami Inovasi Tata Kelola dan Pelayanan Publik
BAZNAS Kabupaten Blitar Tasarufkan Bantuan Disabilitas dan Pelaku Usaha Kecil Agar Lebih Mandiri

Keterangan Gambar : BAZNAS Kabupaten Blitar tasarufkan bantuan penyandang disabilitas dan pelaku usaha kecil.
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar – Semenjak terbentuknya Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Blitar, BAZNAS telah banyak membantu masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan, penyandang disabilitas, guru ngaji dan lain lain, termasuk pelaku UMKM yang belum tersentuh bantuan sosial masyarakat. Bertempat di Pendopo Ronggo Hadi Negoro, pada Rabu (21/12/22) BAZNAS Kabupaten Blitar telah kembali mentasarufkan bantuan sosial masing masing untuk 75 mustahik penyandang disabilitas, dan sebanyak 85 mustahik untuk pelaku UMKM. Pentasarufan yang dihadiri oleh Bupati Blitar juga diserahkan secara simbolis bantuan 8 ekor kambing.
Ketua BAZNAS Kabupaten Blitar Drs. Achmad Husein menyampaikan untuk bantuan modal usaha disesuaikan dengan potensi dan kemampuan masing-masing penerima. "Jadi pentasarufan kami sesuaikan dengan kemampuan masing-masing, misalnya yang punya kemampuan menjahit diberikan peralatan jahit, yang potensi beternak kambing diberikan bantuan kambing dan yang punya potensi di bidang salon kecantikan diberikan peralatan salon, dan lain sebagainya," ujar Achmad Husein kepada wartawan.
Disampaikan lebih lanjut oleh Husein, pada akhir tahun 2022 BAZNAS Kabupaten Blitar sengaja menyasar kepada para pelaku usaha kecil dan penyandang disabilitas. Dari data yang ada semua berjumlah 160 orang. Bantuan ini diserahkan di pendopo RHN, dari 160 orang ini ada sekitar 60 orang yang tidak bisa hadir di Pendopo RHN karena masuk dalam kategori miskin ekstrem.
Baca Lainnya :
- Anto Febrianto Tantang Pemuda Majalengka : Mandiri dan Berani Kritik
- Interupsi PDIP Warnai Paripurna APBD Majalengka, Bupati Beri Penjelasan
- Bupati Majalengka Beberkan Hasil Paripurna APBD 2026, Dana Tetap Aman
- APBD Majalengka 2026 Naik Jadi Rp 3,14 Triliun, Ini Rincian Anggarannya
- Persib Gagal Juara, Ateng Sutisna Ajak Bobotoh Tetap Solid dan Bermartabat
“Langkah kami khusus untuk yang tidak bisa hadir di pendopo ini nanti kita dibantu tenaga dari TKSK yang dimotori oleh Dinas Sosial yang akan menyalurkan bantuan secara door to door. Prinsipnya, di BAZNAS itu uang yang kita peroleh dari infaq dan shodaqoh harus segera kita tasyarufkan untuk membantu saudara kita yang sangat membutuhkan," tuturnya.
Sementara itu, Bupati Blitar Rini Syarifah dalam sambutannya sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Blitar, BAZNAS telah bergerak cepat dalam menyalurkan bantuan kepada penyandang disabilitas dan pelaku usaha kecil.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Blitar, saya sampaikan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak khususnya kepada BAZNAS Kabupaten Blitar atas kepeduliannya selama ini melakukan pendampingan kepada penyandang disabilitas dan pelaku usaha kecil untuk terus berkarya memenuhi kebutuhan hidup," ujar Rini.
Dengan terbentuknya BAZNAS di Kabupaten Blitar, BAZNAS lebih dinamis, inovatif dalam membantu Pemerintah Kabupaten Blitar dalam pengelolaan zakat untuk menyelaraskan dengan program visi misi Pemkab Blitar.
Selaras dengan tema Hari Disabilitas Internasional Tahun 2022 yakni Transformative solutions for inclusive development: the role of innovation in fuelling an accessible and equitable world (solusi transformatif untuk pembangunan inklusif: peran inovasi dalam mendorong dunia yang dapat diakses secara adil).
"Sehingga hal ini perlu kerja sama, kolaborasi semua pihak untuk menemukan solusi yang inovatif untuk saudara-saudara kita penyandang disabilitas. Sehingga dunia mudah diakses dan sebagai tempat yang ramah sekaligus adil bagi mereka. Ini juga dalam rangka mewujudkan premis/tujuan utama pada Tahun 2030 yakni untuk Pembangunan Berkelanjutan yang tidak meninggalkan siapapun, termasuk saudara-saudara kita penyandang disabilitas," pungkasnya. (za/mp)

















